15

945 54 37
                                        

Nasya terbangun duluan pagi ini, ia merasakan badan nya pegel dan tulang-tulang nya seperti ingin copot

Nasya melihat badan nya sekarang yang tidak menggunakan sehelai benang sekalipun yang hanya di tutupin oleh selimut tebal milik teddy

Nasya melihat ke samping nya dan melihat teddy yang masih tertidur dengan keadaan telanjang dada,

Nasya pun tersenyum saat mengingat kejadian tadi malam, dimna teddy memperlakukan nasya dengan sangat manis

Nasya melirik jam degital yang berada di nakas milik teddy, sudah menunjukan jam 9 pagi pantas saja perut nya berbunyi ternyata sudah lewat jam sarapan

Nasya mengelus lengan teddy pelan dan membangunkan nya,

"Mas, bangun yuk udah siang"

"Hemm" Teddy hanya membalas dengan deheman saja

"Ayo bangun mas" Ajak nasya lagi, tetapi teddy malah balik badan dan menutupi dirinya dengan selimut

Cup cup

Nasya mencium wajah teddy, teddy langsung kagett seperti orang kebingungan

"Ngapain kamu di sini?" Tanya teddy dengan nada tinggi tidak suka,

Hati nasya pun sakit mendengar nya, apa dia lupa yang terjadi antara mereka berdua tadi malam?

"Mas lupa?" Tanya nasya pelan,

Teddy nampak berfikir sejenak dan "kenapa kita bisa melakukan nya nasya???"

Nasya pun menatap teddy tidak percaya pria itu mengatakan hal seperti itu padahal tadi malam teddy la yang amat manis hingga nasya pun tergoda

"Mas beneran lupa apa gimna? Kita ngelakuin secara sadar ko"

"Engga secara sadar, kalau memang secara sadar mungkin saya tidak akan melakukan itu, kalau memang saya tadi malam berlebihan kenapa kmu tidak menolak sya? Tadi malam saya hanya terpengaruh karena demam saya?

" Jadi semua ini bukan karena cinta mas" Tanya nasya terisak

"Cinta? Semua ini terjadi karena nafsu dan larut dalam suasana saja" Jawab teddy

Ucapan teddy kali ini membuat nasya sakit hati, seharusnya nasya la yang menjadi korban disini,nasya menangis terisak dia sangat kecewa oleh teddy

"Saya kayak habis di perkosa suami sendiri" Ujarku ngawur gambaran penuh dari kekecewaan ku mendalam. Kuremas kedua lengan karena merasa amat malu

Dengan manarik sisa selimut aku beringsut menarik baju yang berserakan di lantai. Dengan air mata yang berleleran kembali ku tinggalkan dia ke kamar ku sendiri. Sungguh aneh aku kecewa karena terlalu berharap,
Jika pernikahan hanya untuk kebahagiaan orang tua nya lantas kenapa tidak berhubungan badan hanya karena nafsu? Bibir adalah pusat dari segalanya, dia menyentuhnya seberutal itu jadi mudah saja lanjut keintiman lainnya

"Nasya please mari kita bicarakan baik-baik"ujar teddy, teddy merutuki dirinya seharusnya dia tidak mengatakan itu kepada nasya

Di kamar nasya, nasya menangis di bawah air shower kamar mandi nya, nasya memandang jijik tubuh nya ini,

Nasya pun menyudahi aktivitas menangis nya di kamar mandi, nasya berfikir libur ini tidak dia habiskan di rumah dengan suami nya, lebih baik dia jalan-jalan keluar melihat debu jalanan daripada harus bertemu teddy lagi

Nasya langsung keluar dari rumah besar yang berasa neraka bagi nasya itu, tanpa menghiraukan teddy sedang apa,

Sedangkan disisi lain teddy yang mengetuk-ngtuk pintu kamar nasya, namun tidak ada suhutan dari dalam

Teddy pun sudah mencari-cari nasya keliling-keliling rumah nya namun tidak ada

Teddy hanya ingin bertemu nasya dan menjelaskan-sejelas jelasnya kepada nasya







***halooo maapp yaaa aku jarang upp😭😭, siapa yang mikirnya bakal happy ending???? Ternyata tidak gays🥺🥺******

********tunggu in teruss yaaaa**************

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 20, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

will my love be reciprocated? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang