13

414 29 2
                                        

Pagi nya teddy terbangun dengan keadaan pusing, seperti orang linglung ia melihat ke semua penjuru ruangan "di kamar saya rupanya" Ucap teddy sendiri

Teddy segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka nya saja

Teddy keluar dari kamarnya, melihat rumah yang sepi hanya ada 2 pembantu yang sedang menyiapkan sarapan pagi ini

"Tau ibu kmna tidak?" Tanya teddy pada salah satu asisten rumah tangga, yang di maksud ibu adalah nasya

"Aduhh maaf pak saya baru saja dateng, saya fikir masih tidur sama bapak"

"Oh Yasuda lanjut aja" Ucap teddy meninggal kan ruang makan tersebut,

Di situ la teddy baru ingat bahwa semalam ia habis berantem bersama nasya, hingga membuat nasya pergi dari rumah ntah kmna

Teddy segera bangkit dan mencari ponsel nya di meja kecil samping ranjang tidur nya
Ia mencoba menghubungin nasya, namun nomer nya tidak aktif

Teddy beranjak dan mengambil kunci mobil nya "mungkin pulang ke rumah" Fikir teddy
Teddy hanya berfikir jika gadis itu kenapaa-kenapa bisa habis dia di marahi orang tua teddy

Sesampai nya di rumah teddy, teddy melihat mobil nasya yang terparkir rapih, itu menandakan nasya memang berada di rumah,

Teddy langsung masuk dan dia bertemu nasya yang sedang sarapan di meja makan sendiri an

"Sopan, pergi seperti itu, kmu tau kan itu di rumah mamah untung mamah gaada" Ucap teddy sinis

"Mas kalau dateng cuman marah-marah aja mendingan mas pergi aja, nasya capek" Ucap nasya tak kala sinis ia memang sudah pasrah kedepannya

Teddy memilih diam dan langsung pergi begitu saja menuju kamar milik nya, teddy sedikit kesel dengan sifat nasya mencuek kan nya

Keesokan harinya nasya bangun dan langsung siap² pergi berkerja, ia memang sengaja tidak masak sarapan pagi ini, karena kalau masak mungkin dia bisa telat

Nasya yang sudah siap pun langsung menghampiri taksi online yang sudah ia pesan sejak tadi, tanpa memikirkan teddy yang sudah bangun atau blum

Teddy yang sudah rapih dengan seragam dinas nya pun langsung turun ke dapur, untuk sarapan ia melihat bahwa di meja makan tidak ada makanan sama sekali
"Ga masak tumben?" Gumam teddy

Teddy melirik ke arah pintu kamar nasya yang sudah tertutup rapat itu menandakan bahwa gadis itu sudah pergi bekerja duluan
"Apa beneran marah sama saya? Ah terserah la" Gumam teddy lagi

Tidak mau menambah beban fikiran teddy langsung bersiap-siap untuk bekerja saja

Kini nasya masih berada di ruangan nya risky ia sedikit pusing dengan dokumen-dokumen yang di beri risky tadi

"Istirahat dulu sya, udah jam makan siang" Ucap risky

"Iya mas, nanggung ini bentar lagi" Ucap nasya padahal dari pagi memang dia belum makan dan sekarang sudah jam 1 siang

"Yaudah nanti selesai langsung makan ya sya"ucap risky nasya hanya menganguk paham dan langsung melanjutkan perkerjaan nya,

Memang nasya bertugas untuk membantu risky di ruangan kerja nya, bahkan nasya blum pernah ikut bapak kunjungan keluar kota, atau keluar negri

Nasya meregangkan tubuh nya sudah beberapa jam ia menyelesaikan pekerjaan nya, kini perutnya meronta-ronta meminta makan

Nasya akhirnya memutuskan keluar untuk sekedar membeli makan siang di kantin,

Saat nasya berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya, "sya mau kmna" Orang itu ialah rajif

"Bikin kaget tau ga si mas"

"Hahaha maaf-maaf nasya mau kmna emng nya?" Tanya rajif lagi

"Mau ke depan mas, mau cari makan"

"Oh, boleh ikut gak mas juga lapar" Subur rajif dengan cengengesan

"Yaudah ayok mas,"

Akhirnya nasya dan rajif memilih memesan makanan mie ayam dan bakso saja

"Emng kenyang sya makan gini?" Tanya rajif

"Hehe nanti kalau ga kenyang nambah mas" Ucap nasya cengengesan yang membuat rajif kegemasan dengan tingkah laku nasya

"Yaudah selamat makan nasya" Suhut teddy ketika makanan sudah berada di hadapan nya

"Selamat makan juga mas rajif"

Akhirnya setelah selesai makan nasya dan rajif memutuskan untuk kembali ke kantor saja takut ada yang mencari mereka berdua

"Bapak gaada kunjungan hari ini mas emng nya?" Tanya nasya penasaran karena rajif terlihat santai hari ini

"Sudah tadi pagi, siang ini lagi kosong"jawab rajif nasya mengangguk paham

Benar saja yang di fikirkan mereka, teddy la yang mencari nya dengan raut wajahnya yang datar dan galak itu

" Kalau bisa pacaran jangan di jam kerja"ucap teddy sinis

"Engga bang tadi saya nemeni nasya makan aja, ada perlu apa bang?"

"Di panggil bapak," Jawab teddy singkat

"Yaudah sya,mas duluan ya bye" Ucap rajif meninggal kan nasya dan teddy hanya berdua

Mereka hanya sama-sama diam dan nasya memutuskan untuk masuk saja ke dalam ruangan

"Permisi pak" Ucap nasya dengan sopan kepada teddy, karena menghargai teddy senior nya di sini

Teddy tidak menjawab dan malah mendahului meninggal kan nasya

"Dasarr akik² ga jelas, untung aja aku cinta kalau engga udah ku geprek" Gumam nasya yang kesel dangan teddy








***ada yang bingung ga sama sifat teddy sebener nya gimna??*****




*****haloo teman-teman maaf ya aku lama up nya mungkin beberapa waktu ke depan aku juga bakal lama update nya, karena kesibukan********

******gays aku lagi ngikut lomba di perkemahan bantu doa ya biar menang😊😊*******

will my love be reciprocated? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang