New masih bingung menatap bundanya. "Bunda kenal sama Kak Tee?"
Bunda malah menatap wajah New ikutan bingung. "Iyalah Bunda kenal, Tana ini anaknya Tante Wira yang sering Bunda ceritain itu, yang langganan di toko kue Bunda. Kamu mungkin nggak pernah ketemu sama Tante Wira soalnya jarang ke sini, nah biasanya yang beli kuenya itu Tana sama adiknya. Terus ini kamu kenal Tana dari mana sayang kalau bukan karena Tana sering ke toko?"
New menatap Tay tidak percaya. Hah jadi senior alias pacar mesumnya ini anaknya tante Wira yang suka bunda ceritakan, yang bunda bilang ganteng, pintar, terus sopan itu? Pantas waktu Tay terakhir kali menghampirinya di toko kue semua karyawannya kayak sudah pada kenal. Karena ketika New minta dibawakan beberapa makanan serta minuman mereka seakan sudah hafal makanan dan minuman yang menjadi favorit pacarnya.
New tentu tidak munafik, Tay memang mempunyai ketampanan di atas rata-rata. Dia juga pintar makanya jadi ketua BEM, serta etikanya memang bagus. Tetapi New merasa Tay seperti itu ke orang lain, kalau sama dia Tay kayak orang yang berbeda. Di mata New pacarnya itu liar, mesum, hobby memaksa, dan menyebalkan bukan main.
New masih kelihatan shock, akhirnya Tay yang menjawab pertanyaan bunda. "Nggak Bunda, kita nggak pernah ketemu di toko. Newwie itu adik tingkat Tana, terus kemarin kebetulan UKM Tana sama UKM Newwie ada acara bareng. Akhirnya kenal di sana," jawab Tay. New lagi-lagi terbelalak ketika Tay memanggil bundanya dengan sebutan bunda, seperti sudah sangat dekat.
Tiba-tiba telepon Tay berbunyi. "Maaf Bun sebentar," izinnya kepada bunda.
"Peng kirimin dong jurnal punya lo, gue mau liat contohnya. Ini judul gue masih rancu, disuruh ganti judul," ucap Off dari ujung telepon.
"Iya gue masih di luar, nanti gue kirimin. Gue matiin dulu, ini gue mau balik," setelahnya Tay segera mematikan teleponnya.
Tay kembali tersenyum ke bunda. "Bunda, Tana pamit pulang dulu ya."
Bunda tersenyum. "Iya hati-hati Tana, makasih lho udah nganterin Newwie ke sini."
"Iya Bunda nggak masalah," jawab Tay kemudian mencium tangan bunda, dia lalu menatap New. "Pulang dulu ya Hin," ucap Tay.
"Hati-hati Kak," New mengiakan ucapan Tay. Walaupun dia masih bingung sama apa yang terjadi, pokoknya nanti Tay harus menjelaskan semuanya. Setelahnya Tay masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan New dan bunda.
Bunda tiba-tiba tersenyum menggoda New. "Wah anak Bunda akhirnya ada yang antar jemput selain Earth. Mana deketnya sama Tana lagi. Jadi Bunda nggak perlu susah-susah jodohin kamu sama Tana, soalnya ternyata kalian udah deket duluan."
"Ih Bunda, dia itu senior aku. Emang rumahnya searah makanya bareng."
Bunda masih menatap New sambil mengulum senyum. "Senior atau pacar nih?"
"Seniorlah Bundaaa," rengek New.
Bunda mengelus poni New. "Bunda udah denger lo dari para karyawan kalau Tana waktu itu ke toko terus ngobrol sama kamu, dan mereka bilang Tana cium kening kamu. Jadi itu bener?"
Mata New membulat kaget dan pipinya mendadak memerah. "Ng– nggak gitu Bunda."
"Bunda sempet nggak percaya lho, tapi pas liat kamu dianterin Tana, Bunda jadi percaya."
"Bunda ga gituuu..."
"Kalau iya gapapa, Bunda nggak jadi marah kalau yang cium kamu itu Tana," bunda masih saja meledeknya, membuat pipi New benar-benar memerah dan gugup bukan main.
New mencebikkan bibir. "Bunda mah, udah ah jangan bahas Kak Tee terus. Aku sama dia nggak ada apa-apa, ayo mending Bunda sekarang suruh aku kerjain kerjaan Bunda. Katanya Bunda minta tolong itungin pemasukan pengeluaran toko."
KAMU SEDANG MEMBACA
Taynew Ineffable
FanfictionCopyright © 2021 by doyanseblak Hak Cipta Terlindungi © 2021 oleh doyanseblak ─────────────────────────────────── Perkenalkan seorang mahasiswa Manajemen Bisnis semester tiga bernama New Thitipoom Techaapaikhun yang biasa dipanggil Newwie. Dia anak...
