Warning: chapter ini sangat panjang dengan 16k words, seperti membaca ulang beberapa chapter. Hanya pada scene sebelumnya sengaja dipersingkat kemudian ditambahkan scene yang tidak ada pada chapter sebelumnya. Selamat membaca✨
(Ada pada chapter : Fans Club)
Sekarang New dan Tay ada di Taman Saparua, tetapi bukannya lari New malah asyik jajan. Dia menunggu Tay di tangga pinggir lapangan, sedangkan Tay berlari sendirian. Setelah berlari beberapa putaran akhirnya Tay memilih bergabung bersama Kittypoom yang lagi mengunyah banyak makanan. New seperti sedang mukbang, tidak peduli kalau banyak yang memperhatikan kelakuannya itu.
New memberikan air mineral dan handuk kecil, lalu si manis memaksa Tay mencicipi telur gulung yang dia beli, mau tidak mau Tay mengalah dan memakannya. Mata New berbinar-binar. "Enak kan?"
"Enak, jadi inget jajanan waktu sekolah."
"Kakak sekolahnya dulu di mana?" Tanya New sembari fokus ke trek lari di hadapannya. Dia sudah lama ingin menanyakan tentang ini pada Tay. New mau tahu kehidupan Tay sebenarnya seperti apa.
Tay menatap lurus New. "Di deket rumah."
Mendengar jawaban Tay tentu membuat New kesal, dia menghela napasnya.
"Ya di mana?"
"SMA Grammy."
New segera menoleh ke arah Tay. " Oh Kakak anak SMA Grammy? Wih itu kan sekolahan anak orang kaya Kak. Emm nggak heran sih. Terus kalau SMPnya di mana?"
"Grammy." Jawab Tay.
Mata New melebar. "Grammy lagi? Tunggu, berarti SMP, SMA, Kuliah di Grammy?"
Tay mengangguk, New menaruh makanannya dan bertepuk tangan. "Keren! Aku aja Grammy waktu SD sama kuliah, Kakak sultan!"
Memang sekolah di yayasan Grammy itu biayanya tidak main-main. New disuruh kuliah di Grammy karena ayahnya memang berada, kalau ayahnya tidak memaksa New pastinya dia mencari kampus lain.
Tay menggaruk tengkuknya. "Nggak gitu Hin, saya orang biasa aja."
New tertawa melihat wajah canggung Tay. "Kalau aku SD Grammy, SMP sama SMA di sekolah negeri, baru kuliah di Grammy."
"Pinter dong kamu di negeri."
New menggeleng. "Ah biasa aja, kalau Kakak SDnya di mana?"
Tay terdiam beberapa saat. Ketika dia mau menjawab, tiba-tiba New berteriak. "Aaahhh ada belalang daun di bahu Kak Tee!"
"Mana?"
"Bahu kiri!"
Tay melihat bahu kirinya dan ternyata memang ada belalang daun, lelaki tampan itu mengulum senyum dan mengambil belalang daun di bahunya. "Kamu takut?"
"Aku geli aja Kak." Jawab New.
Tay tertawa dan berdiri, dia menaruh belalang itu di sebuah pohon yang dekat dari sana. New memperhatikan Tay dari tempatnya duduk. Entah kenapa dia merasakan dejavu.
New pernah ada di posisi ini, dia sangat mengingatnya. Dulu Tata sahabatnya sering memainkan belalang daun, sahabatnya itu juga tidak takut untuk mengambil belalang menggunakan tangannya, sama seperti yang sekarang dilakukan oleh Tay.
Ketika melihat Tay melakukan hal itu entah kenapa dia seakan sedang melihat Tatanya. Dia jadi merindukan Tata, sangat merindukan sahabatnya tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Taynew Ineffable
FanfictionCopyright © 2021 by doyanseblak Hak Cipta Terlindungi © 2021 oleh doyanseblak ─────────────────────────────────── Perkenalkan seorang mahasiswa Manajemen Bisnis semester tiga bernama New Thitipoom Techaapaikhun yang biasa dipanggil Newwie. Dia anak...
