Tay menatap New yang sekarang asyik mewarnai buku bergambar Shinchan yang dibelikannya, si manis kali ini di suruh bekerja mewarnai buku bergambar tersebut.
Tay berjalan menghampiri New yang duduk di sofa, memperhatikannya yang lagi mewarnai sambil bersenandung pelan. "Hin, kenapa anjingnya Shinchan warnanya pink? Bukannya harusnya warna putih?"
New mendongak menatap Tay dan mengulum senyum. "Gapapa Kak Tee, warna pink aja biar sama kaya kaos aku, lucu kan?"
Si manis menunjuk kaosnya kemudian menunjuk Shiro, anjingnya Shinchan di buku bergambarnya. Tay tanpa sadar tersenyum melihat tingkah menggemaskan New.
Tay refleks mengelus puncak kepala New. "Iya lucu, yaudah kerja yang bener. Nanti saya kasih marshmallow kesukaan kamu."
Mata New langsung berbinar, dia mengangguk cepat. "Oke Kak Tee!"
Walaupun New sempat kesal dan ngambek karena lagi-lagi kerjaan yang Tay kasih tidak masuk di akal, tetapi tetap saja berakhir New menuruti tingkah aneh Tay.
Tay ikut tersenyum, tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah mama Wira. "Abang jadi? Ayo berangkat," ajak mama.
New langsung menatap mama dan Tay ingin tahu, mata bulatnya kelihatan penasaran. "Mama sama Kak Tana mau ke mana?"
Mama menatap dalam New lalu melirik Tay. "Nggak sebaiknya Newwie ikut?"
"Nggak usah Mah," jawab Tay cepat, dia langsung menggulung lengan kemeja kerjanya sampai siku dan mengambil tasnya.
"Aku mau ikut boleh?" tanya New, dia sudah berdiri dari duduknya, berharap untuk di ajak oleh Tay dan Mama Wira.
Tay menatap tajam New. "Jangan ikut, kamu di sini kerjain kerjaan yang saya suruh. Saya sama Mama ada kerjaan di luar."
New langsung mencebikkan bibirnya. "Emm yaudah kalau gitu Kak Tee."
Mama menatap lembut New, dia menghampiri anak lelaki manisnya itu. "Mama sama Abang sebentar kok Sayang, Newwie tunggu di sini aja ya, pulangnya nanti mama beliin cemilan. Oh iya ini udah jam dua siang, Namtan sama Gigie sebentar lagi pasti ke sini."
"Iya Mah Newwie tunggu aja di sini," ucap New sambil tersenyum, tentu Mama gemas melihat tingkah New.
"Ayo Mah," ajak Tay.
"Iya ayo Bang."
"Hin mewarnai yang bener ya, saya pergi dulu," ucap Tay mengingatkan.
New memasang wajah kesal. "Iya Kak."
"Dadah Newwie Sayang."
"Dadah Mah!" seru New, wajahnya kembali ceria saat melihat mama.
Setelahnya Mama dan Tay pergi meninggalkannya, New hanya menghela napas. Dia tersenyum mengingat Tay akan membawakan marshmallow, dengan semangat New mewarnai gambarnya lagi.
****
Saat ini Tay dan mama sudah berada di rumah sakit, duduk di depan dokter Jeab Pijittra, dia merupakan dokter yang selama ini menangani penyembuhan Tay dan Papa.
Mama dan Tay berjabat tangan dengan dokter Jeab. "Apa kabar Tana?" tanya dokter ramah, beliau memperhatikan wajah Tay. Sudah lama mereka berdua tidak bertemu, terakhir ketika Tay dinyatakan pulih total sekitar tiga tahunan lalu, awal Tay masuk universitas.
Tay tersenyum tipis. "Seperti ini aja Dok."
Jawaban Tay tentu membuat dokter tahu kalau pemuda di hadapannya sedang tidak baik-baik saja. Dokter sudah mendengar cerita keseluruhan dari mama, jadi tanpa Tay menjelaskan lebih jauh beliau sudah paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Taynew Ineffable
FanfictieCopyright © 2021 by doyanseblak Hak Cipta Terlindungi © 2021 oleh doyanseblak ─────────────────────────────────── Perkenalkan seorang mahasiswa Manajemen Bisnis semester tiga bernama New Thitipoom Techaapaikhun yang biasa dipanggil Newwie. Dia anak...
