New terus berlari sampai dia berada jauh dari kawasan Taman. New masih menangis terisak, tidak peduli kalau ada beberapa orang yang memperhatikan tingkahnya.
New berdiri di pinggir jalan, ponselnya mati dia tidak bisa menghubungi ojek online. Tiba-tiba terdengar orang mengeluh. "Aduh lo kenapa mogok segala, gue pusing gini jadinya, motor udah aki-aki begini nih."
Si manis menengok ke asal suara umpatan itu dan netranya terkejut melihat Gunsmile, begitu juga Gunsmile yang kaget melihat New berdiri di pinggir jalan dengan wajah yang berantakan oleh air mata.
Gunsmile langsung menstandarkan motornya dan menghampiri New. "Lho New lo ngapain malem-malem di sini? Lo kenapa?"
New terus menangis dan mengusap kasar air mata di kedua pipinya, lelaki manis tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan Gunsmile karena napasnya sesenggukan.
Gunsmile membawa New duduk bersebelahan di trotoar jalan. "New ada apa?"
New menggeleng, dia masih terus menangis. Dengan lembut Gunsmile mengusap punggung si manis, berusaha membuatnya tenang.
Gunsmile mengambil botol air mineral kemasan yang belum dia minum dari dalam tas ranselnya, Gunsmile membuka air mineral itu dan langsung memberikannya kepada New. "Coba lo minum dulu New."
New perlahan meminum air mineral itu, setelahnya dia menjadi lebih tenang. Gunsmile memperhatikan dalam diam wajah New, dia bingung harus bersikap seperti apa.
"Baikan?"
New mengangguk lemah. "Mail gue sedih, boleh gue peluk lo sebentar aja?"
Gunsmile kaget namun dia membuka kedua tangannya. New menangis lagi dan langsung memeluk erat tubuh Gunsmile. Tangisnya kembali pecah, dadanya terasa sakit, goresan luka di hatinya sudah terlalu dalam.
Gunsmile mengelus lembut rambut New, dia mendekap erat tubuh lelaki manis ini. "Nangis aja, sampai lo muak buat nangis."
Lelaki tampan itu tidak mau banyak bertanya lagi kenapa New seperti ini, karena Gunsmile tahu kalau sekarang yang dibutuhkan New adalah sebuah dukungan.
New terus menangis sesenggukan, menumpahkan semua rasa sakit hatinya. Gunsmile melihatnya jadi ikutan sedih, dia sebenarnya masih bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi pada New.
Tetapi seketika netra Gunsmile terkejut melihat Tay berjalan seperti mencari sesuatu, wajahnya panik dan khawatir. Tentu hal itu membuat Gunsmile ikut panik, karena dalam posisi seperti ini Tay bisa salah paham. Dengan cepat Gunsmile menutup tubuh New menggunakan jaket kulit miliknya. "New,"
"Umm apa Mail?" suaranya masih bercampur sesenggukan karena tangisannya.
"Lo ke sini sama Bang Tay? Soalnya dia ada di belakang, keliatan lagi nyari sesuatu."
Tubuh New menegang, dia semakin memeluk erat tubuh Gunsmile. "Gue nggak mau ketemu dia Mail, nggak mau..." ucapnya lirih.
Gunsmile sekarang tahu alasan New menangis karena siapa, dengan cepat dia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya sampai melihat sebuah Restoran Masakan Padang. Segera Gunsmile membenarkan topi yang dia kenakan lalu melepaskan pelukan mereka. "Ayo New ikut gue masuk ke Restoran itu."
New hanya menatap lemah dan mengikuti Gunsmile, lelaki tampan itu juga membiarkan motornya tetap berada di sana. Gunsmile yakin kalau misalnya Tay melihat motornya pasti dia tidak akan sadar, sebab motornya banyak dan Tay tidak hapal semuanya, apalagi dalam keadaan panik seperti itu.
Mereka masuk ke rumah makan padang tersebut, duduk di tempat paling pojok. Untungnya tempatnya sepi, jadi tidak mencolok kalau New menangis.
"Tunggu sebentar, gue pesenin lo susu hangat ya," ucap Gunsmile.
KAMU SEDANG MEMBACA
Taynew Ineffable
FanfictionCopyright © 2021 by doyanseblak Hak Cipta Terlindungi © 2021 oleh doyanseblak ─────────────────────────────────── Perkenalkan seorang mahasiswa Manajemen Bisnis semester tiga bernama New Thitipoom Techaapaikhun yang biasa dipanggil Newwie. Dia anak...
