52. Dispatch Grammy

556 33 2
                                        

Ada seorang lelaki tampan memasuki sebuah rumah mewah, lalu dia berjalan menuju ke sebuah kamar yang sering dia datangi, dia membuka pintu kamar itu dan melihat keempat sahabatnya. Sudah ada dua orang lelaki tampan dan dua orang lelaki manis.

Dia tanpa banyak omong ikut bergabung dan duduk di sofa yang ada di sana.

"Mail gimana pasangan itu?" tanya salah satu lelaki tampan sambil menghisap rokoknya.

"Gitulah Sing, lo pasti udah tau kan dari si New. Ya belum ada kabar dari terakhir Bang Tay kita kerjain, cuma katanya hari ini mau minta maaf ke rumahnya tapi gatau jadi apa nggak," jawab lelaki tampan yang baru datang itu. Dia melihat botol whisky yang sama sekali belum dibuka tergeletak di atas meja. Dia pun menuangkan cairan kecoklatan tersebut ke gelas yang tergeletak di meja, setelahnya lelaki tampan itu langsung meminumnya.

"Masih siang gini udah minum aja lo," ucap lelaki tampan yang sedang merokok.

"Ada di meja, ya gue minumlah," sahut lelaki yang baru saja meminum whiskynya.

"Kak Singto asap rokok lo kena muka gue!" gerutu salah satu lelaki manis.

"Ya maaf Prem, huffhh..." lelaki tampan tersebut bukan berhenti justru sengaja meniupkan asapnya ke wajah lelaki manis tersebut, lalu dia tertawa pelan.

"Kak Singto apaan sih! Kak Boun itu Kak Singto nyebelin banget!" gerutu lelaki manis itu lagi, sembari memeluk erat tubuh seorang lelaki tampan di sebelahnya.

Lelaki tampan yang di peluk oleh lelaki manis itu hanya menggelengkan kepalanya. "Sing berhenti ngeledekin pacar gue."

Sementara lelaki tampan yang mendapat teguran akhirnya mematikan rokoknya. "Iya nih gue matiin deh rokoknya."

"Nah gitu dong," sahut lelaki manis itu.

Singto memasang senyum mengejeknya ke arah lelaki manis tersebut, lalu dibalas tatapan galak. Tiba-tiba seorang lelaki manis yang sejak tadi diam sambil meminum jus jeruk mengeluarkan suaranya. "Kak Mew udah mulai curiga, dia suka ngebahas tentang akun kita. Gue jadi takut deh kalau kaya gini."

"Iya bener Gup, Bang Mew waktu itu juga ngebahas pas gue nongkrong sama yang lainnya," lelaki tampan yang tadi baru masuk dan meminum whisky menyahut.

"Nggak boleh ada yang tau kalau kita ada di balik akun Dispatch," ucap lelaki tampan yang sejak tadi dipeluk oleh salah satu lelaki manis itu. Akhirnya pembahasan akun Dispatch masuk juga ke dalam obrolan mereka berlima.

Iya mereka berlima adalah Gunsmile, Singto, Boun, Prem dan Gulf. Lelaki yang baru masuk ke dalam ruangan adalah Gunsmile, lelaki yang tadi merokok adalah Singto, lelaki yang sedang dipeluk sama salah satu lelaki manis adalah Boun, lelaki manis yang memeluk Boun adalah Prem, dan tentu saja lelaki manis yang sedang meminum jus jeruk adalah Gulf. Mereka berlima saat ini ada di rumah Boun.

Selama ini mereka semua yang ada di balik akun Dispatch Grammy. Mereka saling kenal karena ketidaksengajaan.

Tiba-tiba suasana menjadi hening, mereka mendadak terdiam mengingat beberapa tahun lalu saat semuanya dimulai.

Tiga tahun lalu,

Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Singto sedang berada di kamarnya bersama dengan seorang lelaki manis, namanya Dika. Mereka kenal baru beberapa hari yang lalu dan akhirnya memutuskan untuk bersenang-senang di rumah Singto. Mereka bisa saling mengenal karena Dika yang merupakan anak sekolah tetangga itu sering memberikan Singto beberapa hadiah. Singto melihat kalau Dika lumayan imut, dia akhirnya mengajak lelaki manis itu untuk one night stand.

Tawaran Singto tentu saja langsung diterima oleh Dika tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Dika sangat senang, siapa juga yang bisa menolak pesona Singto Prachaya Ruangroj. Lelaki tampan itu sangat terkenal di beberapa sekolah karena pesonanya.

Taynew IneffableTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang