New merenggangkan tubuhnya, dia mengernyit bingung melihat Tay tertidur di sebelahnya, lelaki tampan itu tidur sembari memeluknya. "Umm Kak Tee."
Tidak ada jawaban, Tay benar-benar tertidur nyenyak. New melihat sekelilingnya, ternyata dia ada di kamar Tay, sudah lama dia tidak berkunjung ke kamar ini. "Aku ada di rumahnya Kak Tee," gumamnya pelan.
Si manis melihat jam dinding menunjukkan pukul enam pagi. New mengingat-ingat kejadian semalam, setelah beberapa menit akhirnya si manis ingat kalau kemarin dia datang ke acara Alice terus ketiduran, kemudian New tidak mengingat apa pun lagi.
New melihat penampilannya yang memakai kaos, sedangkan celana jeans birunya tidak tahu ke mana, dia hanya memakai g-string. New tahu pasti yang melepaskan celananya Tay, pacarnya itu selalu ingin dia tidur nyaman. Sedangkan Tay seperti biasa, dia tidur dalam keadaan shirtless.
Lelaki manis itu ingin membangunkan Tay, soalnya sebentar lagi Tay harus bekerja. Sebenarnya New tidak mau Tay bekerja hari ini, tetapi kasihan takutnya Tay ada meeting penting sama kliennya.
New yang dalam posisi telentang, sekarang menghadap ke samping, berhadapan sama lelaki tampan itu. Dengan lembut New mengelus pipi Tay. "Kak Tee bangun, Kakak udah jam enam pagi."
"Hm," gumam Tay, tubuhnya bergerak sedikit, malah semakin memeluk New.
"Kak Tee bangun, Kakak," New mengelus dada bidang lelaki tampan di sampingnya.
Akhirnya perlahan mata Tay terbuka. "Apa Sayang?" tanyanya pakai suara serak khas baru bangun tidur.
"Kakak kerja, udah jam enam pagi."
"Hm, kan sekarang hari minggu."
New terkejut. "Oh iya, aku lupa."
Tay memperhatikan wajah si manis dan tersenyum tipis. "Kucing pelupa."
New mencebik. "Bukan kucing!"
"Iya bukan Sayang."
Tay mengecup pipi New, membuat si manis berhenti cemberut. "Kakak kemarin kita pulang jam berapa?"
"Jam dua belas Hin, saya nggak tega bangunin kamu, jadi saya gendong kamu terus saya bawa ke rumah saya."
New memeluk Tay lebih erat. "Oh gitu Kak Tee, maaf ya Kak aku ketiduran. Kenapa kita nggak ke apartemen?"
"Gapapa Sayang. Saya bawa kamu ke rumah saya soalnya paling deket dari rumah Alice, biar sekalian nganterin adek Namtan. Kemarin Adek juga ketiduran, tapi ada Mail yang bantuin bawa ke kamarnya."
New kaget. "Eh, Mail nginep juga?"
"Nggak, dia pulang Hin."
Si manis mengangguk-angguk paham. "Oh Mail pulang, aku kira nginep."
Tiba-tiba ponsel Tay berdering, ternyata alarm pengingat kerjanya berbunyi. Kebiasaan hari libur kerja, jadi alarmnya masih terus menyala. Tay melepaskan pelukannya pada New dan mengambil ponselnya. "Saya lupa matiin alarm kerja."
"Kakak pikirannya kerja terus sih," gerutu New. Tay hanya tertawa pelan melihat Kittypoom mengomel.
Tay mematikan alarmnya, dia tidak sengaja membuka Whatsappnya dan terpaku melihat sebuah chat yang baru masuk beberapa menit yang lalu. "Apple," gumam Tay.
New yang mendengar itu memperhatikan pacarnya. "Kak Apple?"
"Hm," Tay mengangguk.
New semakin mendekat ke arah Tay, dia ikut melihat layar ponsel Tay, di sana terlihat sebuah chat dari Apple.
Apple : Tay bisa kita ngobrol? Tapi kalau lo nggak bisa, gapapa kok. Maaf ya pagi-pagi gue ganggu
New melihat wajah Tay yang terpaku, tiba-tiba Tay menatap dalam wajah pacar manisnya. "Hin kamu masih mau saya ketemu sama Apple atau nggak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Taynew Ineffable
FanficCopyright © 2021 by doyanseblak Hak Cipta Terlindungi © 2021 oleh doyanseblak ─────────────────────────────────── Perkenalkan seorang mahasiswa Manajemen Bisnis semester tiga bernama New Thitipoom Techaapaikhun yang biasa dipanggil Newwie. Dia anak...
