Bunda menekan klakson berkali-kali di depan pintu pagar rumah ayah, hujan masih mengguyur kota Bandung.
Salah satu penjaga menghampiri. "Anda siapa? Anda tidak boleh masuk ke dalam."
Bunda membuka sedikit kaca mobilnya dan menunjukkan KTPnya. "Saya Nune Woranuch Bhirombhakdi, kenal saya kan? Saya mantan istri pemilik rumah ini, sekaligus ibu kandung dari New Thitipoom."
Penjaga itu langsung terkejut. Bunda menatap tajam penjaga tersebut. "Saya mau jemput anak saya, jadi buka pintunya."
"Nyonya tetap nggak bisa masuk gitu aja ke dalam, harus izin sama Tuan dulu."
"Anak saya New Thitipoom ada di dalam, cepat buka atau saya tabrak pagar rumah ini," bunda berkata dingin.
Penjaga tersebut panik. "Tapi nyonya–"
"Buka atau saya tabrak? Saya nggak main-main," potong bunda.
Akhirnya penjaga itu menyuruh dua penjaga lain untuk membukakan pintu. Setelahnya bunda segera memasuki kediaman Techaapaikhun. Dia memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk.
Para penjaga di depan pintu terkejut melihatnya, bunda sengaja menekan klakson berkali-kali sampai membuat suara bising. Tiba-tiba ayah dan mami keluar dari dalam rumah dengan wajah kebingungan.
Bunda perlahan membuka pintu dan keluar dari mobil, hujan sedikit membasahi tubuhnya tapi bunda tidak peduli.
Sementara ayah dan mami kaget melihat bunda yang mulai berjalan anggun ke arah mereka berdua. Sampai bunda berdiri tepat di depan ayah dan mami.
"Nune," gumam ayah.
"Mana anak aku?" tanya bunda to the point.
Ayah menatap lurus bunda, ini pertama kalinya dia melihat mantan istrinya lagi, sedangkan mami gugup.
Tiba-tiba bunda menabrak tubuh ayah dan mami. "Minggir."
Wanita paruh baya cantik itu masuk ke dalam begitu saja. "Newwie! Sayang!" teriak bunda mencari anaknya.
Ayah menggenggam pergelangan tangan kanan bunda. "Nune, kamu nggak bisa seenaknya masuk ke dalam rumahku."
Bunda tersenyum sinis. "Oh aku nggak boleh masuk? Kalau gitu kamu juga nggak boleh seenaknya menculik anak aku."
"Dia anak aku juga."
"Hasil persidangan bilang hak asuh Newwie jatuh ke tangan aku, jadi kamu jangan seenaknya bawa anak aku," ucap bunda dingin, dia menghentak kasar tangan ayah yang menggenggam tangannya.
Ayah terdiam, bunda melirik ke arah mami. "Di mana anak aku?"
Mami kaget. "Biar aku antar Nune."
Bunda mengangguk, dia mengikuti mami berjalan menuju sebuah kamar berpintu kayu super besar dengan seorang penjaga yang berdiri di depan kamarnya.
"Newwie di kamar ini," ucap mami.
Bunda khawatir, beliau mengetuk-ngetuk pintu. "Sayang! Newwie di dalam?!"
New yang masih menangis di ujung tempat tidur segera berdiri ketika mendengar suara bundanya, dia berlari ke belakang pintu. "Bundaaa! Newwie di dalam!"
Bunda menatap tajam penjaga tersebut. "Cepat buka pintunya, anak saya pasti ketakutan di dalam."
"Tapi–"
"Buka pintunya," perintah mami, memotong ucapan penjaga itu.
Akhirnya penjaga tersebut membuka kuncinya, ketika pintu terbuka New langsung melihat bundanya. "Bunda..." lirih New, dia segera memeluk tubuh bunda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Taynew Ineffable
FanfictionCopyright © 2021 by doyanseblak Hak Cipta Terlindungi © 2021 oleh doyanseblak ─────────────────────────────────── Perkenalkan seorang mahasiswa Manajemen Bisnis semester tiga bernama New Thitipoom Techaapaikhun yang biasa dipanggil Newwie. Dia anak...
