"𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗.
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗.
𝚃𝚑𝚊𝚗𝚔𝚜 𝚋𝚎𝚏𝚘𝚛𝚎... 😉"
𝙱𝚃𝚂 © 𝚃𝚑𝚎𝚖𝚜𝚎𝚕𝚟𝚎𝚜 𝚊𝚗𝚍 𝙶𝙾𝙳
𝚁𝚄𝙽 © 𝓡𝓾𝓮𝓵𝓵𝓮
💜
'Buatlah keputusan sekarang siwon sshi'
🥀
Flashback on
"Hyungie... Aku sudah tidak punya siapa-siapa. Aku senang sekali bertemu hyung lagi". Air mata park jimin masih berderai.
Yoongi tahu benar apa yang dirasakan jimin, persis sama dengan yang dirasakannya 9 tahun lalu.
" Hyung... Hyung tidak tahu kalau keluarga ku begini? "
"Arra... "
"Kenapa hyung tidak mencariku hyung."
"Hyung tahu kau baik-baik saja jimin ah. "
Jimin menggelengkan kepalanya ribut. "Aku tidak baik-baik saja hyung. Aku takut. Aku merasa mereka masih mengejarku hyung".
" Hyung yakin kau aman sekarang jimin ah. Heechul ahjusshi orang yang sangat baik. Aku harus berterima kasih padanya nanti karena mau menampungmu dan menjagamu."
"Hyung... Aku ikut tinggal di sini ya?.”
" Tidak bisa sekarang jimin ah... Tapi hyung janji, kalau kau sudah lulus sekolah, Kita akan tinggal bersama."
"Kenapa hyung tidak pernah mencari kami. Kenapa hyung tidak tinggal dengan kami dulu?. Hyung tau tidak kami terus mencari hyung selama ini? ”.
" Hyung... Hyung harus terus bersembunyi. "
"Hyung dikejar juga? "
Yoongi mengangguk. "Tapi hyung pernah bertemu dengan samcheon, sekali".
" Eoh... Appa tidak cerita pada kami."
Yoongi hanya tersenyum. Dia ingat saat ia memanggil ayah jimin dan berharap perlindungan. Tapi yang terjadi pasca pertemuannya adalah sebuah kalimat yang membuat yoongi tercengang.
'Yoongi ah... Seluruh dunia tahu keluarga min telah tiada. Mereka tahu bahwa tubuhmu tidak ditemukan diantara banyaknya korban di rumahmu. Tapi mereka semua berfikir bahwa kau sudah mati di suatu tempat. Tidakkah kau rindu appa eomma mu, yoongi ah?'
Yoongi lalu memeluk tubuh jimin. Begitu sayangnya dia pada bungsu keluarga park itu. Meskipun sang ayah begitu, tapi yoongi sudah berjanji pada sahabatnya, Taemin, bahwa jimin sama berharganya dengan nyawanya dan akan melindungi jimin apapun yang terjadi.
Yoongi menghela nafas berat saat semua ingatan indah dan mimpi buruk beradu tak teratur dalam fikirannya.
"Jangan ceritakan apapun pada siapapun. Ingat jimin ah. Di dunia ini, kau tidak boleh percaya pada siapapun. Mengerti? "
Jimin mengangguk patuh. Dan setelah mendapatkan pelukan lagi, jimin lalu bergabung dengan kedua temannya yang terhitung masih cukup baru itu. Namun jimin pada dasarnya adalah anak yang humble dan mudah beradaptasi. Jadi tidak sulit baginya untuk membaur seolah sudah berteman puluhan tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUN || BTS FANFICTION
FanficMin yoongi bocah 10 tahun itu tidak tahu mengapa seseorang begitu jahat pada keluarganya. Keluarganya dibantai dengan cara paling kejam. Beruntung hari itu yoongi dapat selamat dari kejadian tersebut, meski pada akhirnya... Rusa tetaplah rusa. Dan...
