14. EPILOG: RUN

169 15 0
                                        

🥀
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗.
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗.
𝚃𝚑𝚊𝚗𝚔𝚜 𝚋𝚎𝚏𝚘𝚛𝚎... 😉

𝙱𝚃𝚂 © 𝚃𝚑𝚎𝚖𝚜𝚎𝚕𝚟𝚎𝚜 𝚊𝚗𝚍 𝙶𝙾𝙳
𝚁𝚄𝙽 © 𝓡𝓾𝓮𝓵𝓵𝓮

🥀

Langit cerah, cicitan burung, angin sepoi-sepoi, dan wangi bunga musim semi. Hari ini begitu sempurna. Yoongi dan hoseok tengah duduk di salah satu bangku taman usai satu mata kuliah wajib mereka ikuti.

"Yoon..." Panggil hoseok tak melepas pandangnya dari langit. "Kalau reinkarnasi itu benar ada, dikehidupan selanjutnya kau mau jadi apa?"

Yoongi mengernyitkan dahinya. "Aku ingin jadi batu."

Hoseok terkekeh. Ini memang yoongi yang ia kenal. Tidak aneh baginya kalau yoongi ingin jadi batu, itu adalah pilihan yang paling mungkin untuknya.

"Tapi batu yang besar. Dan bisa bergoyang." Yoongi tersenyum membayangkan pemikirannya sendiri.

"Kenapa kau memilih jadi batu? ”

"Aku hanya ingin hidup tenang dan tidak melakukan apa-apa. Tidak dibenci juga tidak perlu membenci. Hanya begitu saja."

"Kalau aku ingin menjadi dancer yang hebat dan terkenal". Yoongi hanya mengangguk.

" Yoon, kalau nanti kita terlahir kembali, aku akan mencarimu. Aku akan memeluk semua batu besar yang bergoyang yang aku temui."

Yoongi lalu tertawa. "Kau pasti akan dianggap orang gila seok ah". Keduanya lalu tertawa bersama.

🥀

Hari itu langit terang kendati hati keluarga jeon tengah berkabut. Mata jungkook masih bengkak. Tak sedetik pun jungkook berhenti menangis usai melihat keadaan sang kakak yang bahkan bisa ia pantau lewat layar laptop saat itu.

Mereka bertiga kini berada di pemakaman. Berdiri berjejer memberi penghormatan terakhir pada salah satu orang yang sudah dianggapnya sedarah.

"Yoon, apakah kamu sudah bertemu dengan orang tuamu disana? Kau senang? ". Tuan jeon tersenyum sembari mengelus nisan putranya itu.

Yang tak disangka, nyonya jeon ternyata lebih kuat dari dugaan. Beliau yang terus menguatkan suami dan putranya yang ditinggalkan itu.

" Chagi... Meskipun kau belum sempat memanggilku eomma, tapi aku yakin bahwa kamu ingin mengatakan itu."

Ketiganya kembali terdiam, hingga senja datang dan mereka memutuskan untuk pulang.

🥀

Park jimin masih berada di rumah sakit. Dirinya dijaga ketat oleh beberapa polisi untuk memastikan  keamanannya sebagai saksi kunci.

Jimin sendiri telah sadar sejak beberapa jam yang lalu. Dirinya juga terus menangis kala mengingat yoongi hyungnya telah tiada.

Jimin nantinya akan tinggal dengan keluarga jeon. Karena bagaimana pun juga dia masih di bawah umur, tidak ada keluarga, dan dirinya butuh wali.

Jimin terus melihat ke arah luar jendela, sembari berucap lirih, "Alangkah baiknya jika hyung mengajakku pergi. Yoongi hyung, bisakah aku ikut hyung saja? ".

🥀

Kim seokjin, kim namjoon, kim taehyung akan pindah keluar negeri. Sanksi sosial yang seharusnya hanya berlaku pada pelaku, pada akhirnya berlaku pada anak-anaknya juga.

Setiap waktu tanpa henti, rumah mereka disatroni puluhan wartawan yang entah mengapa berada disana. Apa yang ingin mereka ketahui?. Atau mungkin mereka berfikir anaknya terlibat dan mengetahui perbuatan ayah mereka sebelum semua terjadi.

Entahlah, yang pasti esok ketika matahari terlihat, mereka akan berangkat. Meninggalkan negerinya, meninggalkan ayahnya yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya dahulu.

Mereka sudah berpamitan pada ayahnya, tapi tidak bisa pada teman-temannya. Tapi yang pasti mereka akan menjauh.

"Jungkook ah, jiminie.... Jeongmal mianhae. Aku tidak tau harus bagaimana, tapi aku memilih untuk ikut melarikan diri. Aku takut, kalian pasti membenciku." Lirih taehyung dalam gelap kamarnya.

🥀

Jung kyuhyun mengunjungi kakaknya usai pemakaman hoseok. Ia merasa berat melangkah dan memberi kabar duka itu.

Ia tahu pasti betapa berat hidup kakaknya sejauh ini. Meskipun begitu kakaknya salah. Yang salah adalah salah, dan kebenaran tak bisa disalahkan.

Kyuhyun sudah menghadap siwon. "Hyung, bagaimana kabarmu?.”

Siwon hanya menggeleng lemah. Entah bersalah entah pasrah. " Hoseok, bagaimana?".

"Dia tidak mau bertahan. Maafkan aku hyung". Kyuhyun menunduk. Siwon menangis lirih. Dunianya hancur. Habis sudah yang membuatnya tersenyum.

Dan kabarnya, dua hari usai kunjungan itu, jung siwon ditemukan dalam keadaan tergantung di ruang selnya.

🥀

𝙳𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊, 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊.
𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚞𝚊𝚜 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚊𝚙𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚋𝚎𝚔𝚊𝚕 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚕𝚊𝚔.

🥀

Terimakasih untuk yang mengikuti cerita ini dan mau memberikan komentar.

See ya....

𝕽𝖚𝖊𝖑𝖑𝖊, 19 Oktober 2024, 23.21 𝓦𝓘𝓑.

RUN || BTS FANFICTIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang