"J𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗.
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗.
𝚃𝚑𝚊𝚗𝚔𝚜 𝚋𝚎𝚏𝚘𝚛𝚎... 😉"
𝙱𝚃𝚂 © 𝚃𝚑𝚎𝚖𝚜𝚎𝚕𝚟𝚎𝚜 𝚊𝚗𝚍 𝙶𝙾𝙳
𝚁𝚄𝙽 © 𝓡𝓾𝓮𝓵𝓵𝓮
💜
"Ayo kita berangkat jimin ah... "
🥀
Jeon yoongi tengah fokus pada layar laptopnya. Mengakses satu persatu hasil rekaman kamera super slim miliknya. Ditangannya sudah ada satu buah kamera lagi yang nampak transparan sama sekali. Bahkan titik saja berwarna abu-abu. Jadi sangat tidak kelihatan. "Yang ini untuk jimin".
Yoongi tersenyum saat melihat jungkook makan di kantin dengan temannya taehyung. Mereka terdengar berbincang santai.
"Jimin kemana?." Suara jungkook terdengar agak kecil dari mikrofon kamera itu.
"Tidak tahu. Appa bilang dia dijemput saudara jauhnya yang tinggal di daegu. Tidak pamitan juga. Aish... Kesal sekali aku pada si boncel itu. Dia sudah seperti jelangkung di keluargaku. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Tiba-tiba ilang aja". Taehyung nampak memutar bola matanya malas.
"Lah... Bukannya appa mu yang mengajaknya untuk tinggal di rumahmu?." Tanya jungkook tak terima.
"Iya sih..."
"Berarti dia datang karena undangan. Gimana sih? ”
" Lah iya juga ya... Hahahaha... Ya sudahlah. Kata appa, jimin akan berkunjung lagi. Karena mungkin dia juga sudah mengajukan pengunduran diri dari sekolah".
"Eoh... " Bibir jungkook mengerucut tanda mengerti. Terdengar suara jungkook yang agak sedih.
Sementara yoongi yang mencuri dengar pembicaraan mereka langsung mengerutkan dahinya. Karena seingatnya, keluarga park tidak memiliki saudara lagi. Appa dan eomma jimin adalah anak tunggal, jadi kemungkinan saudara itu hampir mustahil.
Yoongi kemudian memilih untuk mencari kemungkinan. Saudara jauh jimin, yah mungkin saudara yang sangat jauh. Mungkin anak dari saudaranya nenek atau kakek tuan atau nyonya park. Itu mungkinkan?. Entahlah. Semoga jimin baik-baik saja. Batin yoongi sembari menyimpan kembali kamera yang tadinya untuk jimin.
Layar laptopnya yoongi kemudian menampilkan keadaan hoseok di ruang rawatnya. Yoongi menempelkannya di atas kepala ranjang hoseok.
Yoongi melihat ada paman kyuhyun, paman hoseok dari pihak ayahnya. Yoongi tahu bahwa paman kyuhyun yang terus menjaga hoseok selain yoona yang kadang-kadang juga berkunjung.
Yoongi kemudian terkejut saat paman kyuhyun keluar ruangan dan berganti dengan kehadiran jung siwon, ayah hoseok.
Dada yoongi serasa dihimpit. Entah mengapa dia merasa sangat takut. Yoongi segera meraih obatnya untuk mengurangi degupan jantungnya yang tak beraturan.
"Hoseok ah... Appa mianhae." Dan yang nampak kemudian tuan jung yang mencium dahi hoseok yang masih belum menunjukkan pergerakan yang berarti.
Jung siwon tidak melakukan apapun dan hanya terus menatap wajah putranya dan menciumi tangan putranya yang bebas dari infus.
Yoongi segera mengcapture wajah siwon, dan memperbesarnya. Dia kemudian membandingkan dengan gambar yang sudah dirilis kembali oleh kepolisian beserta dengan nama lengkapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUN || BTS FANFICTION
Fiksi PenggemarMin yoongi bocah 10 tahun itu tidak tahu mengapa seseorang begitu jahat pada keluarganya. Keluarganya dibantai dengan cara paling kejam. Beruntung hari itu yoongi dapat selamat dari kejadian tersebut, meski pada akhirnya... Rusa tetaplah rusa. Dan...
