🥀
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗.
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚊, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗.
𝚃𝚑𝚊𝚗𝚔𝚜 𝚋𝚎𝚏𝚘𝚛𝚎... 😉
𝙱𝚃𝚂 © 𝚃𝚑𝚎𝚖𝚜𝚎𝚕𝚟𝚎𝚜 𝚊𝚗𝚍 𝙶𝙾𝙳
𝚁𝚄𝙽 © 𝓡𝓾𝓮𝓵𝓵𝓮
🥀
Tuan jeon melajukan mobilnya secepat yang dia bisa. Satu sisi keadaan genting dan ini membuatnya kalut, satu sisi jalanan yang licin oleh sisa salju semalam sangat mengganggu perjalanannya. Salah sedikit, dirinya tidak akan pernah sampai pada putranya.
Sembari menyetir mobilnya, tuan Jeon terus menerus mencoba menelfon satu nomor yang hingga panggilan ke tiga masih tidak ada respon. "Heechul ah... Dimana kau.. " Geramnya kesal.
Hingga akhirnya nomor yang ditujunya menghubunginya kembali. "Annyeong young woonie". Sebuah sapaan ceria yang jarang didapat tuan jeon menjadikannya terasa janggal. Saat itu memang telfon sedang di loudspeaker, jadi suara dari seberang terdengar menggelegar.
" Kau sedang senang? "
"Tentu. Aku sedang berburu rusa. Ini menyenangkan young woonie".
Seketika tuan jeon merasa dejavu yang aneh. Seperti pernah mendengar tentang berburu dan rusa.
" Dimana? ".
" Rumah lama keluarga min"
"Gimana sih maksudmu?”.
" Min yoongi, dia pulang. Dan aku sedang mengendap-endap menunggunya masuk jebakan ku. Aku menggunakan park sebagai umpan, dan aku rasa aku berhasil." Kalimat kim heechul diakhiri dengan tawa sumbang yang mengerikan.
"SHIBAL... Yoongi itu anakku kim. " Teriak tuan jeon sembari menggebrak stir mobilnya.
"Anniya... Anakmu hanya jungkook jeon. Dia aman dirumahku. Bahkan jika kau membohongi dunia dan dirimu sendiri, yoongi tetaplah seorang min yang di nadinya mengalir darah kriminal tak punya hati, dengan banyak nyawa yang menghilang akibat iblis mafia sepertinya."
Tuan jeon mulai paham dengan apa yang terjadi. "Terimakasih jeon, kau beri tahu aku dimana bocah min itu bersembunyi. Aku senang bisa menemukannya, dan aku senang menjadi partner mu. Sampai jumpa jeon".
Telfon dimatikan, tuan jeon makin merasa tidak waras. Pikirannya hanya pada yoongi, hanya pada anak yang sudah dirasa sebagai darah dagingnya itu. Dia lalu menghubungi anak buahnya yang lain, meminta bantuan dengan cepat.
🥀
Jungkook yang sedang bermain game dengan sahabatnya taehyung itu tak menyadari bahwa ada sebuah notif yang masuk ke laptop kakaknya. Jungkook terus asyik dengan kegiatannya sembari memakan kue tart yang dia bawa sendiri dari rumah.
"Ah... Tae... Andwe... Andwe... Argh... " Sekali lagi jungkook kalah dalam permainannya. Dia terus menggeram tak beraturan.
"Ah... Kau ini kookie, membosankan. Masasekali saja tidak menang. Hahaha.... " Jungkook mendelik demi mendengar kalimat temannya yang menyebalkan itu.
"Mulutmu tae. Baru juga menang beberapa kali sudah sombong rupanya. Coba kau main dengan yoongi hyung. Kau pasti... " Jungkook berhenti sejenak.
Tae terus menunggu kata selanjutnya dari jungkook. "Pasti apa?. Memang yoongi hyung sejago itu main?."
KAMU SEDANG MEMBACA
RUN || BTS FANFICTION
Fiksi PenggemarMin yoongi bocah 10 tahun itu tidak tahu mengapa seseorang begitu jahat pada keluarganya. Keluarganya dibantai dengan cara paling kejam. Beruntung hari itu yoongi dapat selamat dari kejadian tersebut, meski pada akhirnya... Rusa tetaplah rusa. Dan...
