Bab12

7K 458 7
                                        

Sudah 1 bulan berlalu setelah tahun baru dimulai.

restoran baru yang sudah berdiri dipasar kota milik galma.

Restoran yang sudah diperbaiki oleh galva tempo hari saat mereka dikota.

Restoran mie dengan rasa yang sangat beda dari mie buatan yang lainnya di zaman ini. Hasil pengalaman galma ketika hidup didunia modern serta pernah kuliah dijurusan tata boga hingga ia mengerti dengan berbagai resep makanan serta membuat resep baru.

Sudah seminggu restoran mie itu dibuka, kini restoran miliknya itu hampir dikenal oleh seluru kota dan desa kecil disekitarnya.

Selama itu pula restoranya kini makin bertambah banyak pelanggan.

Tak ingin kualahan galma mencari pekerja setelah 5 hari membuka restoran, karna tak sanggup lagi menghadapi pelanggan dengan jumlah banyak sendiri, meski galva ikut membantu melayani pelaggan didepan, tapi itu cukup.

Pekerja yang dipilih diteliti lebih jauh, tak ingin mencari pekerja yang tak tau diri, galma mulai membuat surat perjanjian, yang dimana jika pekerja tersebut berbuat curang serta merugikan restoran ini serta pemiliknya maka pekerja tersebut harus menganti rugi dengan setimpal yang dilakukanya dan akan ikut berurusan dengan pemerintah.

Pekerja yang dipilih dan dapat menyanghupinya iyalah yang diterima. Kini ada 5 pekerja ditokonya. 3 wanita, berumur 35,16 dan 27 tahun. Sedangkan pria 2 orang dengan badan yang sedikit kekar dan tegap yang pastinya memiliki ilmu bela diri yang mampu menjaga restoran dan mampu menjaga keamanan restoran milik galma.


Akhir-akhir ini galma merasa kurang enak badan. ia sering tak nafsu makan, hal itu membuat badanya nampak lebih kurus.

Galva berusaha membujuk bahkan memaksa strinya itu untuk makan namun apalah daya, setiap makanan yang masuk pasti akan langsung dimuntahkan oleh galma.

"dek, makan ya" tak lelah galva membujuk istrinya ini. Wajahnya mulai tirus dan pucat.

"mau apa, abang masakin, apa mau dibeliin?" hanya gelengan yang diberikan galma pada galva yang kembali menghela nafasnya.

tiba-tiba galma teringat olah daging sapi yang terlintas diotaknya.

"em abang" dengan suara pelanya ia memanggil sang suami yang masih duduk disampinya.

"ya?!" galva mengalihkan perhatiannya pada galma

"aku mau makan rendang "

"hem? rendang?, baiklah, tapi sayang, bagai mana bentuk rendang itu?"

Galva sedikit bigung pasalnya dia baru pertama kali mendengar makanan yang namanya rendang-rendang ini. Apa mungkin dia yang terlalu kolot hingga tai tau jenis makanan tersebut. pikir galma sembari mengaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.

Galma lupa!! dia sampai menepuk jidatnya. ini bukan dunianya,masakan rendang masih belum ada disini, jagankan pernah makan namanya aja baru tau sekarang. Ah dia malas kalau harus memasak tapi dia sangat ingin bahkan sampai membuat air liurnya sedikit menetes memikirkan makanan tersebut.

"kalau begitu abang bantu aku buatnya ya?"
Galma langsung menarik galva pergi kedapur setelah mendapatkan anggukkan dari pria tersebut.









Setelah setengah jam membuat masakan tersebut, kini tersajilah remdang  ala galma dan galva.

Galma langsung duduk dimeja kayu didekat dapur, disana galva duduk dihadapan galma yang sedang makan dengan lahap, membuat pipi anak itu mengembung seperti tupai.

"pelan-pelan makanya, gak bakal ada yang ngambil, kalau habis didapur dalam kuali masih banyak ren..renn?" galva lupa namaya ia menatap galma yang tertawa " rendang " jawab galma setelah menyelesaikan kunyahan pada mulutnya.

"mau?" galma menyodorkan tanganya yang pada galva, dengan senang hati galva menerima suapan galma padanya.

Menyapu sekitar mulut galma yang sekit belepotan akibat akibat makanya terburu-buru.

Galva senang setidaknya galma makan banyak hari ini, mukin nanti dia akan tanya pada galma jika ingin sesuati lagi agar tak menunda maknya.

Lihatlah badan yang dulunya memang kurus kini makin bertambah kurus. sepertinya galva harus memberi banyak makan pada istrinya ini, ah ia sedih melihat kurus dan tirusnya istri manisnya ini.




Setelah makan, galva membawa galma untuk tidur, galma masih kurang sehat dan masih harus banyak istirahat.

mungkin bila nanti kesehatan galma tak kunjung membaik, ia akan memanggilkan tabib kemari untuk mengobatinya.




istri petaniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang