hai kakak , hai kalana

8 1 0
                                        

ini sudah satu bulan ? dua bulan ? apa hanya mimpi ?.

tidak , ini tidak mimpi. tepat hari ini adalah 10 tahun setelah kepergian dua pria yang ku cintai.

ka agasa dan kalana di makamkan bersampingan atas permintaan ku 10 tahun lalu.

hari ini aku akan mengingat kembali seberapa jahat semesta telah mengambil dua pria yang ku cinta sekaligus dalam satu malam.

aku berjalan ke makam sendiri dengan menenteng dua bunga mawar cantik berwarna putih dan biru kesukaan ka agasa dan bunga mawar putih serta bunga tulip cantik untuk kalana.

duduk di rumput makam mereka berdua sambil menyiramkan air pada batu nisan bertuliskan dua pria yang sangat ku cintai sangatlah pilu.

rasanya sakit sekali..

secara bergantian aku menyapa , mengajak ngobrol lalu menangis sambil membersihkan makam mereka.

" hai kakak, kakak ga kangen aku ? ini sudah 10 tahun. apa kakak ga mau ketemu aku ?"

" kakak bilang aku harus tunggu kakak pulang ? sampai kapan nunggu kakak pulang ? "

" ka , i love you always" ucapan terakhir ku sebelum akhirnya aku mencium batu nisan pria itu.

kini badan ku sedikit bergeser ke makam pria yang berstatus pacarku..

" hai kalana , kamu lagi apa di sana ?"

" udah 10 tahun kita menjalin hubungan tanpa adanya kata putus sampai hari ini "

" kalana, kamu ingat saat kamu bilang aku akan menjadi first kiss kamu.. aku kira jika kita putus saat SMA kamu akan melakukan sceen kiss lain bersama istrimu nanti. ternyata aku hanya lah satu satunya yang pertama dan yang terakhir di hidupmu "

" kaluna " panggil seorang pria yang membuat pandangan ku teralih kan.

jaezan al fatih , pria itu datang menyusul ku padahal sudah ku bilang aku bisa sendiri..

" oh abrar lagi nemenin bunda ya " ucap jaezan

" albara abrar  putra kalana" adalah anak yang tengah ku kandung, kini usia kehamilan ku sudah menginjak 6 bulan.

aku dan jaezan sudah menikah 5 tahun lalu..

meskipun jaezan dahulu adalah orang yang paling ku cintai tapi sekarang tidak. sekarang aku benar benar mengakui bahwa cintaku habis pada kalana putra mahesa.

jaezan duduk di samping ku sambil menyenderkan kepalaku di bahunya..
kini tangan jaezan naik ke perut ku dan mengusap abrar yang tengah menendang keras perutku.

" abrar , om kalana itu orang yang paling bunda cintain di bumi ini. kalau nanti abrar udah lahir ayah bakal tunjuk in foto bunda sama om kalana.. lucu tau " ucap jaezan

" abrar nanti kalau sudah lahir harus kaya om kalana ya , karena di akhir nama kamu itu adalah nama om kalana bukan nama ayah. bunda bilang mungkin kalau nanti abrar lahir Abrar bisa mirip om kalana".

pilu sekali jadi jaezan...

tapi ini memang takdirnya.

aku sama jaezan pernah saling terpisah, dimana jaezan sibuk berdinas hingga akhirnya mengajar pangkat jabatan nya sebagai jendral TNI angkatan udara.
sedangkan aku sibuk mengejar gelar dokter.

lalu bagaimana kami menikah?

kami menikah setelah akhir nya tuhan mempertemukan aku dan jaezan di sebuah misi negara.

jaezan masih sama , masih mencintai ku tapi aku sudah jauh lebih mencintai kalana.

saat itu jaezan ingin menikahi ku , tapi aku menolak dan bilang bahwa aku tidak akan pernah mencintai pria manapun lagi setelah kalana.

namun saat itu jaezan bilang bahwa dia menerima segala konsekwensinya.

bahkan jaezan menuruti permintaan ku untuk berhenti berdinas dilapangan tempur karena aku trauma dengan ka agasa.

hingga akhirnya kini jaezan bertugas menjadi dokter medis pada anggota TNI AU.

2 tahun pernikahan kita saat itu , akhirnya tuhan memberikan sebuah hadiah yaitu " ALBARA ABRAR PUTRA KALANA " yang kini berusia 6 bulan di dalam kandungan ku.










" jika suatu saat semesta mempertemukan kita lagi , aku akan memelukmu dengan erat tanpa melepaskan nya agar kamu tidak pergi meninggalkan ku "

- kaluna putri hidayat

DEAR KALANA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang