[SEBAGIAN PART ADA YANG DI PRIVATE FOLLOW DULU UNTUK BISA MEMBACANYA⚠️]
Vlarieon merupakan nama sebuah geng motor yang diadaptasi dari cerita ku dengan judul "RAVENGA" yang sudah unpublish.
Cerita ini mengisahkan tentang ketujuh anggota inti VLARIE...
“Andaikata aku bisa melawan, sudah dari lama aku melakukannya. Tapi di satu sisi dia adalah orang tua ku”
—Carvion Bryan Saganta
*****
Tinggalkan jejak kalian berupa vote dan komen tiap paragrafnya...
Follow juga akun ini
Support author dengan cara merekomendasikan cerita ini ke temen-temen kalian yaww...
*****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bryan segera bergegas pergi ke rumah setelah mendapatkan panggilan dari ayahnya.
Di dalam telepon, dia mendengar suara rintihan ibunya yang sedang disiksa oleh ayahnya itu.
"Segera kembali Bryan atau kamu tidak akan bisa melihat ibumu lagi setelah ini."
Kalimat itu selalu terngiang-ngiang di telinganya, pikirannya sekarang sedang kacau. Namun Bryan tak sedikitpun menampakkan raut wajahnya itu dihadapan teman-temannya.
Dia selalu terlihat tenang, tanpa diketahui oleh teman-temannya jika Bryan memiliki keluarga yang sangat berantakan tetapi sekalu terlihat harmonis di mata orang-orang.
Memang dari ketujuh anggota Vlarieon, hanya Bryan yang tidak pernah menceritakan kisah penuh luka yang telah dialaminya.
Karena Bryan selalu berharap jika suatu saat nanti semuanya akan baik-baik saja dan akan kembali normal seperti layaknya sebuah keluarga pada umumnya.
Bryan mengendarai motornya dengan ugal-ugalan di jalanan kota yang sangat padat.
Dia tak peduli terhadap dirinya sendiri, yang ada dipikirannya hanya bagaimana nasib ibunya sekarang.
Karena Bryan tau seperti apa ayahnya itu. Dan itu juga salah satu alasan mengapa Bryan tidak tertarik dengan perempuan, karena dia takut jika dia akan berperilaku sama dengan ayahnya.
Seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bryan selalu takut jika dia akan melukai hati perempuan, setelah dia melihat bagaimana ibunya selalu dilukai oleh ayahnya sendiri.
Dan baru kali ini Bryan bisa jatuh cinta dengan seorang wanita tapi belum bisa untuk mengungkapkannya. Entah nantinya dia akan mengatakannya atau tidak, dia juga tidak tau.
Karena mengetahui kelemahan Bryan terletak pada ibunya, ayahnya selalu memanfaatkan keadaan itu agar Bryan mau mengikuti apa kehendaknya.