07 - Takut yang Datang

604 50 1
                                        

Hari ini Cakra sedang bersiap melakukan pemeriksaan terhadap pasiennya, seorang wanita lanjut usia yang kini dijaga ketat oleh beberapa suster. Saat ia berjalan menuju ruangan, tiba-tiba terdengar suara berbisik dari arah samping.

“Stss… sttss…”

Cakra menoleh ke kanan dan kiri, namun tidak melihat siapa pun. Baru saja ia akan melangkah lagi, suara itu terdengar lagi.

“Stss… stss…”

Ia kembali menoleh, dan kali ini—

“Cakra!”

“Astaghfirullah! Luna!” serunya kaget, melihat Aluna muncul dari arah kiri sambil menyengir.

“Hehehe, maaf, Cakra,” ucap Aluna dengan polos.

“Kamu ngapain di sini?” tanya Cakra, menatapnya bingung.

“Mau ketemu Cakra,” jawab Aluna tanpa ragu.

“Hm?” Cakra semakin heran.

“Tadi aku lihat Cakra lewat depan kamar aku, jadi aku ikutin,” jawab Aluna polos sambil tersenyum lebar.

Cakra tersenyum, merasa geli mendengar jawabannya. “Kalau begitu, ada apa Aluna?" tanyanya.

“Aku mau bilang, nanti Cakra nggak perlu datang ke kamar aku,” ucap Aluna.

“Kenapa?” Cakra menatapnya penasaran.

“Aku sibuk,” jawab Aluna penuh percaya diri.

Cakra menahan tawa mendengar jawaban itu. “Sibuk? Emangnya kamu mau ngapain, Aluna?” tanyanya dengan senyum yang tak bisa disembunyikan.

“Cakra nggak usah kepo!” balas Aluna cepat.

“Hei, dari mana kamu tahu kata ‘kepo’?” Cakra mengangkat alis, penasaran.

“Dari Revan,” jawab Aluna, mengingatkan Cakra pada rekan sesama dokter.

“Dokter sesat,” batin Cakra sambil terkekeh pelan.

“Tapi, saya harus tetap pergi ke kamar kamu, Aluna. Saya harus memastikan kamu makan dan minum obat,” kata Cakra sambil menatapnya serius.

“Tidak, Cakra. Aku sudah makan, aku juga janji akan minum obat, dan aku akan terapi dengan baik. Boleh ya, Cakra, jangan datang ya?” pinta Aluna dengan suara manis.

Cakra berpura-pura berpikir, mengetukkan jari di dagunya. “Hmm…”

“Ayolah, Cakraaa,” rengek Aluna, menatapnya penuh harap.

“Gimana yaaa…” goda Cakra.

“Cakraaa!” Aluna mulai merengek, membuat Cakra akhirnya tertawa.

“Baiklah, baiklah. Saya nggak akan ke kamar kamu nanti,” ucapnya akhirnya, menyerah.

“Yeyyy!” Aluna langsung memeluk Cakra dengan spontan, membuat Cakra terdiam kaku seketika.

“Terima kasih, Cakra. Dadaaa!” Aluna melambaikan tangan dan berlari kecil menjauh, meninggalkan Cakra yang masih terpaku di tempatnya.

“Astaga… dia benar-benar bahaya,” gumam Cakra, menahan senyum sambil memegang dadanya yang berdebar. “Apa yang akan dia lakukan?”

“Permisi, dokter,” suara suster memecah lamunannya.

“Ah iya, mari, Sus,” jawab Cakra, kembali fokus pada tugasnya.

***

Jam menunjukkan waktu makan siang. Cakra baru saja selesai memeriksa pasien-pasiennya dan kini berjalan menuju ruangannya. Ketika hampir sampai, pandangannya tertuju pada pintu kamar Aluna yang tak jauh dari ruangannya. Tanpa sadar, ia melangkah menuju ke sana.

Menyentuh Luka [ End ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang