#26 : Kebetulan atau Takdir?

25 18 0
                                        

"Ternyata, benar. Kita bertemu lagi, di waktu terbaik menurut takdir,"

-Rayna-

Tiga tahun berlalu, saat ini Rayna telah bekerja di perusahaan besar yang bergerak di bidang periklanan. Posisinya di tempat kerja juga membuahkan gaji yang lumayan untuknya sendiri. Bekerja sebagai graphic designer membuatnya bahagia, karena sesuai dengan passion dan keahliannya.

Di tempat kerja, Rayna mendapat teman-teman yang mendukung. Lingkungan kerjanya positif hingga membuat Rayna melupakan kesedihannya, terlebuh kesedihan karena telah lama berpisah dengan teman-temannya, Vanessa, Raisa, dan Bella sejak hari wisuda.

"Rayna, tolong persiapkan presentasi untuk meeting dengan PT. Angkasa Jaya besok, ya!" ujar Pak Kelvin, CEO PT. Vision Media.

"Siap, Pak Kelvin. PPT-nya sudah siap dari kemarin," jawab Rayna sembari tersenyum merekah.

"Good! Nggak salah saya kasih kamu promosi tahun ini," puji Pak Kelvin.

"Terima kasih, Pak. Apa ada lagi yang harus saya persiapkan?" tanya Rayna.

Pak Kelvin tampak berpikir sejenak. "Sepertinya nggak ada. Sudah, cukup siapkan materinya."

"Baik, Pak!"

Rayna kemudian keluar dari ruangan pribadi CEO PT. Vision Media dengan perasaan senang. Rayna sama sekali tidak terbebani dengan semua tuntutan pekerjaan di sini, karena Rayna sangat menikmatinya.

"Lo, kok, bisa nggak merasa terbebani, Ray? Padahal tugas lo banyak dari Pak Kelvin?" tanya Siska heran. Karena, setiap melihat Rayna keluar dari ruang Pak Kelvin selalu seperti tanpa beban apa pun.

"Karena gue menjalani ini dengan rasa seneng, Sis. Gue seneng kerja di sini. Udah, sih, itu aja," jawab Rayna enteng.

"Ish, gue nggak habis pikir, bisa-bisanya lo seneng kerja di sini," Siska memutar bola matanya dan menghela napas, selalu heran dengan jawaban Rayna itu.

"Udah, ah. Gue mau belajar mematangkan materi dulu, Sis. Gue nggak mau mengecewakan Pak Kelvin," ujar Rayna yang saat ini sudah menyalakan laptopnya kembali dan membuka berkas-berkas untuk besok.

♡♡♡


Rayna sudah berada di ruang meeting di lantai dua, memastikan semua berkas dan presentasi telah siap. Dia menyusun laptopnya dengan rapi di atas meja bulat yang dikelilingi kursi-kursi empuk. Pak Kelvin masuk ke ruangan, membawa secangkir kopi hangat.

"Rayna, apakah semua sudah siap?" tanya Pak Kelvin sambil meletakkan cangkir kopi di meja.

"Siap, Pak! Saya sudah mempersiapkan semua materi dan slide untuk presentasi," jawab Rayna sambil tersenyum.

"Bagus, saya harap kamu bisa menjelaskan konsep desain kita dengan jelas. Ini proyek penting untuk perusahaan kita," kata Pak Kelvin, memandang Rayna dengan penuh harapan.

"Tenang saja, Pak. Saya akan berusaha sebaik mungkin," balas Rayna percaya diri.

Sebelum pertemuan dimulai, Rayna dan Pak Kelvin melakukan pembicaraan ringan untuk menghilangkan ketegangan.

"Jadi, Rayna, bagaimana kamu merasa dengan promosi ini? Banyak yang bilang kamu layak mendapatkannya," tanya Pak Kelvin, menyandarkan punggungnya pada kursi.

Can I Be Yours? [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang