10. Persiapan

1.4K 93 8
                                        

Malam hari...

Aldo dkk sedang berada di halaman depan kost, nongkrong sama seperti laki-laki di luar sana. Mereka lebih memilih di kost daripada di luar, supaya hemat katanya.

Hanya berbekal makanan ringan dengan kopi hitam dan sebungkus rokok yang dibawa oleh masing-masing, sudah cukup untuk menemani kegiatan mereka malam ini.

Diawali dengan bermain game bersama, setelah itu lanjut dengan obrolan random. Mulai dari kenapa bentuk bumi selalu diperdebatkan, politik, apakah ayam keturunan dinosaurus, dan obrolan random lainnya.

Mereka saling melempar jawaban dari semua pertanyaan yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dijawab. Dari jawaban yang serius, hingga candaan.

Malam itu menjadi malam penuh candaan, tidak sekali dua kali mereka di tegur oleh penghuni perempuan, karena mereka terlalu berisik. Terganggu? Sudah pasti, penghuni perempuan sangat terganggu dengan suara tawa mereka.

Marsha sudah menegur 2x, Indah menegur 1x, dan Chika sudah menegur 4x, tapi Aldo dkk tetap mengulangi kesalahan yang sama. Sampai akhirnya muncul seorang Gita yang sedang memperhatikan mereka dari lantai dua. Hanya berdiri diam, menatap Aldo dkk seakan tatapan itu mengatakan "Diam! " Dan akhirnya mereka semua mengecilkan suaranya.

Merasa suasana sudah tenang, Gita kembali masuk ke kamarnya. Mereka yang melihat Gita sudah masuk ke kamar, langsung menjadikan Gita sebagai topi pembahasan kali ini.

"Mencekam banget tadi auranya pas si Gita muncul" Ucap Ollan.

Mereka mengangguk setuju.

"Mana tadi kita langsung diem semua lagi" Tambah Vian.

"Iya juga lagi, kenapa kita pada diem ya? "

Mereka berpikir sejenak untuk mengetahui alasan mengapa mereka diam tadi, dan tidak ada hasilnya, mereka bingung masing-masing.

"Lu ngapa diem tadi? " Tanya Zean ke Aldo.

Aldo menoleh. "Lah, gua mah diem daritadi" Aldo berusaha menyangkal.

Ollan membulatkan matanya. "Apaan, lu yang paling kenceng ketawanya nyet!! " Ucap Ollan tidak terima.

Aldo hanya menyengir merasa tidak berdosa.

Suasana hening sejenak. Mereka sibuk dengan dunianya masing-masing, ada yang melamun, bermain hp, melihat sekitaran, dan menghabiskan makanan.

"Jangan di abisin! " Zean menarik makanan itu dari tangan Ollan.

"Pelit monyet! "

"Pala lu gua getok sini, makanan abis sama dia doang" Omel Zean.

"Ck, minta doang" Keluh Ollan.

"Inget orang! " Ucap Zean.

"Iye iye ah"

Aldo yang sedari tadi memperhatikan Zean dan Ollan mulai berasumsi bahwa mereka berdua adalah adik kakak.

"Adek kakak ya lu berdua? " Tanya Aldo polos.

Zean dan Ollan menatap satu sama lain. "Najis! " Ucap mereka berdua.

Yang lainnya pun tertawa mendengar ucapan Zean dan Ollan.

"Bisa-bisanya lu ngira Zean sama Ollan adek kakak! " Ucap Vian sambil tertawa.

"Lagian ribut mulu dari tadi"

"Aneh aneh aja lu do"

Mereka akhirnya tertawa bersama-sama, terkadang momen seperti ini yang selalu mereka inginkan dan momen seperti ini juga yang akan mereka rindukan, nanti.

Cinta Di Balik Kost-an Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang