ke duabelas

504 28 8
                                        

-SELAMAT MEMBACA VOTE DULU-


"Bokap elu nau?buset kaya masih muda"kata vio saat ini mereka sedang berada di parkiran

"Iyalah awet muda lihat aja anaknya cantik gini"jawab Naura sedangkan Maxim hanya tersenyum berbeda dengan Rasya yang hanya diam mencoba untuk tidak gugup bersebelahan dengan ayah Naura

"Ini Rasya yah,temen Naura"setelah itu dia memperkenalkan Rasya

"Saya Rasya om"ia tidak lupa menyalimi tangan Maxim

"iya saya Maxim ayah kandung Naura"Maxim menjawab dengan ramah

"Apakah kamu satu kelas dengan anak saya?"lanjutnya dengan bertanya

"Tidak om kelas kami bersebelahan"

"Hmm baiklah lalu apakah kamu memiliki hubungan dengan anak om?"

"Saat ini tidak om,tapi tidak tau kedepannya"

"Buset sya"batin Naura memperhatikan interaksi ayahnya dan juga Rasya

"Kalau begitu kamu mau pulang sama ayah atau Rasya sayang?"kemudian Maxim menatap Naura

"Lah emang ayah kesini engga jemput Naura?"

"Jemput tapi kan siapa tau kamu mau bareng dengan Rasya"

"Hmm sama ayah aja deh"

"Iya sayang"

"Gue duluan ya vio,Rasya"

"Om juga duluan"

"Hati-hati nau,om"Setelah itu kedua orang itu pergi dari sekolah

"Aciee udah hampir di restuin calon mertua ya sya"goda vio

"Hmm,yuk pulang"ajak Rasya

"Gimana Rasya menurut ayah?"ia bertanya pada Maxim yang sedang menyetir mobil

"Baik,sepertinya dia anak yang sopan tapi ayah belum mengizinkan kamu untuk memiliki hubungan dengan laki-laki manapun"

"Naura juga belum kepikiran sampai sana"

"Bagus sayang"

Sudah satu Minggu setelah pertemuan Maxim dan Rasya

"Ikut ke rumah mama ya"bujuk Rayen pada Naura yang masih termenung di lantai atas

"Kali ini aja dek,Abang mohon mama lagi sakit mama terus memanggil nama kamu"

"Ikutlah dengan Abang Rey sayang,mama di sana butuh kamu"Maxim juga ikut membujuknya

"Abang mohon dek, meskipun mama salah dia mama kamu dek mama engga pernah bersikap jahat sama kamu"

"Oke Naura ikut ke sana"setelah beberapa menit akhirnya dia memutuskan untuk pergi juga

"Kita berangkat sekarang"

Jarak dari rumah Adiwiyata ke rumah Sanjaya hanya tiga puluh menit,dan Rayen sudah tiba di sana bersama Naura saja

"Naura"Salma terus memanggil nama anaknya itu

"Belum ada kabar dari bang rayen"ucap Adara

"Naura"Fatir senang melihat Naura memasuki kamar bersama Rayen

"Akhirnya kamu datang nak"

"Ma Rayen datang bersama Naura"panggil Rayen Salma mencoba membuka matanya perlahan-lahan

"Nau-ura"

"Mama rindu sama kamu nak,akhirnya kamu mau menemui mama di sini"dia bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Naura,seketika demamnya berkurang sedangkan yang di peluk hanya diam tanpa merespon apapun

"Naura juga ma tapi semua udah terlambat"ia membatin

"Maafkan mama nak,kembalilah ke sini lagi mama mohon"

"Saya kesini atas permintaan bang rayen bukan untuk kembali tinggal di rumah ini"jawabnya

"Tapi...."

"Ma udah ya mama istirahat aja,Rayen udah bawa Naura untuk bertemu mama"

"Engga Ray mama udah sembuh,mama mau masak untuk Naura dan nanti kita makan sama-sama"

"Saya tidak mau"jawab Naura cepat

"Dek"

"Kak aku mohon demi mama kak"

"Sekali aja sayang papa juga mohon sama kamu"

"Setelah itu saya akan pulang"jawab Naura membuat mereka tersenyum

"Tunggu ya sayang mama buatkan dulu"Salma bersemangat

"Papa bantuin mama dulu"

"Kak"panggil Adara kini hanya tersisa Naura Adara dan Rayen di kamar

"Ini semua salah Adara bukan mama ataupun papa kak"

"Itu loh tau"

"Dek kalian berdua itu saudara,mama Salma mama kita dan papa Fatir papa kita juga jangan seperti ini"

"Itu hanya menurut Lo doang bang,di saat gue di kirim ke London Lo dimana?dan apa yang Lo lakuin?hanya diam kan?,di saat gue mohon untuk engga di kirim ke sana kalian hanya menonton"

"Ini semua kesalahan Adara kak,aku hanya iri sama kakak dulu"

"Kurang apa hah?dari kecil elo selalu jadi yang pertama dari papa dan mama?,engga perlu iri yang ada dulu gue selalu iri Dar elo selalu menginginkan semua yang gue miliki dan gue berikan bukan?jadi sekarang nikmati aja"

"Gue pulang ke jakarta atas permintaan opa dan Oma kalau bukan gue engga akan pernah ke sini,apalagi menginjakan kaki kerumah ini"

"Satu hal lagi gue bukan bagian dari keluarga ini,dan engga bakal pernah"

"Kak...."Adara menangis berbeda dengan Rayen yang hanya diam

"Gue menghargai permintaan elo untuk ke sini bang,karena elo yang udah menunjukkan dimana keberadaan ayah"

"Maaf dekk..."

"Buang semua permintaan maaf kalian udah basi"setelah itu Naura pergi dari kamar

DIA NAURACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang