-VOTE DULU SEBELUM MEMBACA-
"Gimana hubungan elo sama Naura bang?"tanya Dika
"Udah jadian belum?"
"Belum"
"Buset bang mau di tembak kapan,nanti keduluan cowok lain dan lagian cewek kaya Naura itu hanya ada satu di dunia yang bar-bar kadang baik kadang galak"puji Dika tanpa dia sadari Rasya menatapnya tajam
"Maksud?ngapain puji-puji Naura?"
"Iya kan maksudnya...."Dika menggaruk lehernya yang tidak gatal
"Tapi bang gue masih heran sama dia dan Adara kenapa kadang dia baik kadang dia galak sama adeknya"
"Itu urusan keluarga mereka dik,kita jangan ikut campur kalau dia engga minta"
"Iya sih bang,tapi kan gue kasihan lihat cewek gue mau gue tolong pun takut engga di restuin kakak ipar"
"Lindungi semampu elo aja Dika,kalau Naura kasar jangan elo kasar juga tapi bawa Adara menjauh dari dia"
"Bener juga bang,yaudah gue balik ke kamar ya udah selesai ngadem juga di sini"
"Hmm"
_______
"Ayah boleh tanya sayang?"ucap Maxim yang sedang menonton televisi bersama Naura
"Ada apa ayah?"
"Ada sesuatu hal yang harus kamu tau"
"Apa itu?"
"Sampai kapan kamu akan menutupi kesedihan kamu dengan berperilaku baik-baik saja sayang?,maaf bukan ayah lancang tapi ayah pernah melihat kamu menangis di dalam kamar sambil menatap poto mama kamu bersama keluarganya"
"Naura anak ayah kamu sudah besar berbeda dengan beberapa tahun lalu sebelum ayah melihat kamu lagi,kembalilah pada mama kamu sayang ayah bukan memerintah ataupun menyuruh kamu pergi dari ayah tapi ingat satu hal dia mama Salma mama kandung kamu yang melahirkan kamu ke dunia ini,papa Fatir adalah papa kamu juga begitu juga dengan anaknya dia saudara kamu dan Rayen."
"Ayah tau sayang di hati kamu penuh dendam,tapi rasa sayang kamu sebenarnya lebih besar hanya saja tertutup dengan emosi kamu
Mereka berdua sangat menyayangi kamu nak,hanya saja cara mereka itu salah
Kamu mau tau?saat kamu mereka kirim ke London sebenarnya mereka menyesal dan mencoba untuk meminta kamu kembali pada mereka namun opa dan Oma marah dan melarangnya,mereka pernah ingin menemui kamu namun di usir"
"Satu lagi saat kamu kecelakaan di London yang mendonorkan darah sebenarnya adalah mama kamu sendiri sayang bukan Oma ataupun opa,mereka menyembunyikan rahasia ini agar kamu benci dengan mereka berdua
Waktu itu mama Salma sedang dalam keadaan sakit tapi saat mendapatkan kabar kamu kecelakaan dia dan papa Fatir dengan cepat terbang ke London,dan saat kamu berada di rumah sakit dengan keadaan kritis papa Fatir dan mama kamulah yang selalu di samping kamu"
"Ayah bohong kan...."
"Ayah tidak mungkin berbohong dengan kamu sayang,maaf baru hari ini ayah bercerita dengan kamu"
"Besok temui mama dan papa kamu,minta maaf dengan mereka sayang kembalilah jangan pernah bertengkar pada keluarga sendiri"
"Naura engga percaya sama ayah,ayah sengaja kan bilang hal ini agar aku memaafkan mereka berdua?"
"Bukan begitu sayang, percaya dengan ayah"
"Ayah itu sama aja dengan mereka,selama bukan oma ataupun opa yang mengatakan hal ini aku engga akan pernah percaya dengan ucapan ayah"
"Naura mau masuk ke kamar mau tidur"setelah itu dia memilih pergi dari sana
"Bagaimana cara aku membuktikan ucapan ku pada anakku ini"
"Ayah hanya tidak mau kamu terlambat menyadari hal ini sayang"
Naura mondar-mandir saat di kamar
"Gimana kalau yang di bilang ayah itu benar?"ia berbicara sendiri
"Tapi oma dan opa tidak mungkin bohong dengan gue"
"Apa gue coba cari tau sendiri?"
"Bingung banget"
_______
Pagi ini baru saja dia tiba di kelas,dia langsung berhadapan dengan adara yang datang membawa tempat makan
"Semoga kaka mau makan ya,ini dari mama"ia meletakan tempat makan itu di meja
"Dan mama bilang ini makanan kesukaan kaka,adara harap kaka bisa secepatnya memaafkan kesalahan kami"
"Buang"jawab naura
"Tapi kak...."
"Gue tidak meminta buatkan makanan ataupun hal lain,jangan pernah memberikan ini untuk gue"
"Adara mohon kak,setidaknya kaka cicip saja demi mama"
"Gue bilang engga mau adara Ruby Sanjaya"
"Pergi dari kelas gue dan bawa makanan itu atau loh akan menyesal"bentak naura membuat adara menurut
"Maaf kak"setelah mengatakan itu dia keluar dari kelas naura
"Pagi-pagi udah buat mood ancur,bangsat emang"ucapnya kemudian menenggelamkan wajahnya ke meja
"Ada masalah?"tanya rasya yang datang tiba-tiba
"Sejak kapan elo di sini sya?"ia kaget namun berusaha untuk biasa saja
"Sejak kamu teriak-teriak,ada apa hmm?adara ganggu kamu lagi?"
"Seperti yang elo katakan sya"
"Sebentar"setelah itu rasya berlari keluar kelas
"Engga jelas banget"ucap naura sambil memperhatikan rasya
"Ini"setelah lima menit dia datang dan membawakan es krim rasa strawberry dia memberikannya untuk naura
"Biar mood kamu baik"
"Tau aja elo sya"ia dengan senang hati menerima es krim tersebut dan memakannnya
"Kali ini aja,pagi-pagi engga bagus untuk kamu makan es krim"
"Iya bawel"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA NAURA
Teen FictionNaura perempuan yang memiliki sikap tegas tidak mau di bantah, akibat kesalahan di masa lalu dia bertengkar dengan adeknya sendiri membuat hubungan keluarga mereka perlahan retak! Bertemu dengan laki-laki yang juga tegas tapi memiliki sikap lembut...
