=====
Matahari yang terik menyinari pantai, menciptakan kilauan indah di permukaan air laut yang tenang. Dengan kamera di tangannya, Seulha memotret pemandangan sekitar. Ia berdiri di pinggir pantai, kakinya sesekali terendam ombak kecil yang datang menyapu pasir. Lensa kameranya menangkap detail suasana, mulai dari laut biru yang memikat hingga teman-temannya di bawah payung pantai berbentuk tenda putih, lengkap dengan kursi malas dari kayu.
Tak jauh dari sana, F4 dan Gaeul bersantai di bawah tenda. Gaeul terlihat sedikit kesulitan mengoleskan sunscreen di punggungnya, menolak bantuan Yi Jung yang menawarkan diri dengan senyuman khasnya. Ji Hoo dan Jun Pyo berbaring santai di kursi malas. Ji Hoo, seperti biasa, tampak terlelap—memperkuat reputasinya sebagai tukang tidur di antara mereka.
Sementara itu, Woo Bin dengan lihai membantu salah satu dari si kembar Bule, entah Sofia atau Maria, mengoleskan sunscreen di bahu mereka. Bagi siapa pun yang melihatnya, jelas bahwa ini adalah kesempatan "modus" khas Woo Bin.
Seulha sendiri sudah lebih dulu memakai sunscreen, meski hanya di bagian tubuh yang terbuka. Dengan kaos biru longgar dan celana selutut, ia merasa cukup terlindungi tanpa harus repot mengoleskan di punggungnya.
Ia memutar kamera, menangkap berbagai momen, hingga pandangannya berhenti pada sesuatu di laut.
‘Jandi...?’ Seulha menyipitkan mata, lalu men-zoom layar kameranya untuk memastikan. Ia melihat Jandi yang sepertinya sedang berenang... tapi gerakannya terlihat aneh, tak seperti gaya renang yang biasanya. Tunggu. Itu bukan gaya renang!
"Jandi tenggelam!" Seulha berseru panik, langsung menarik perhatian semua orang. Gaeul, yang sedang sibuk dengan sunscreen-nya, langsung berlari ke tepi pantai dengan wajah penuh kekhawatiran.
Tanpa pikir panjang, Seulha meletakkan kameranya di atas pasir dan berlari secepat mungkin ke laut. Ia langsung nyebur, berenang dengan sigap menuju Jandi, yang ternyata mengalami kram di kakinya. Gerakan Seulha terukur, penuh keberanian, meski ombak mulai terasa lebih kuat di tengah.
Ji Hoo, yang baru sadar dari tidurnya mendengar teriakan, menyusul masuk ke laut untuk membantu. Sementara itu, Jun Pyo berdiri mematung di dekat Gaeul. Wajahnya pucat, bayangan masa kecilnya—saat ia tenggelam setelah diculik—kembali menghantui pikirannya. Trauma lamanya membuatnya tak mampu bergerak, meski jelas ia ingin melakukannya.
Seulha berhasil mencapai Jandi lebih dulu. Dengan tenang, ia memegang tubuh Jandi yang mulai panik dan kelelahan. “Jandi, tenang! Jangan bergerak berlebihan!” serunya, memastikan suara yang tegas bisa didengar meski di tengah suara ombak.
Beberapa saat kemudian, Ji Hoo tiba untuk membantu. Bersama, mereka membawa Jandi kembali ke tepian dengan aman. Gaeul segera menghampiri, menahan air mata saat melihat sahabatnya terbatuk-batuk memuntahkan air laut.
=====
Sementara itu di belahan bumi lain, di sebuah sudut jalan kecil di Seoul, berdiri Hye Cake, sebuah toko kue mungil dengan desain minimalis. Aroma manis dari kue yang baru matang menguar dari pintu yang sedikit terbuka, mengundang siapa saja yang lewat untuk mampir. Di dalam toko yang hangat dan bersih, terlihat seorang wanita muda sedang sibuk mengatur loyang kue yang baru keluar dari oven.
Dia adalah Hye-jin, pemilik toko berusia 22 tahun, seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang yang diikat rapi. Mata cokelatnya yang tajam seketika menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka lebar dengan suara menggelegar.
Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, Ahn Tae-jun, berlari masuk. Napasnya terengah-engah, dan wajahnya tampak diliputi kecemasan. Tangan kanannya menggenggam erat sebuah tas mini yang jelas terlihat seperti kotak P3K portabel.
![Seul Ha_ [Slow Up]](https://img.wattpad.com/cover/363733638-64-k829295.jpg)