"Makanlah yang banyak," ujar Jun-hee dengan senyum ramah, menatap Jandi dan Seul-ha yang duduk di meja makan bersama dua anggota playboy F4. Malam itu, ruang makan megah di kediaman keluarga Shinhwa dipenuhi aroma makanan mewah buatan chef-chef terbaik. Hidangan berkelas internasional tersusun rapi di atas meja panjang yang dihiasi lilin dan bunga segar.
Makanan orang berduit memang beda, batin Seul-ha, menikmati makan malamnya dengan senang hati, sambil mendengarkan obrolan para tokoh Boys Over Flowers yang duduk satu meja dengannya saat ini.
"Sudah lama kita tidak seperti ini, ya?" tambah Jun-hee sambil melirik Woobin dan Yi Jung dengan senyuman penuh arti.
Tak lama, Butler Lee yang sudah lanjut usia datang memberi hormat. Ia membungkukkan badan dengan sopan sebelum melaporkan, "Tuan muda bilang dia tidak mau turun." Suaranya sopan dan ramah, penuh penghormatan kepada Jun-hee.
Jun-hee hanya mendesah pendek, matanya berkilat dengan rasa kesal yang tertahan. "Dia tidak akan mati hanya karena melewatkan satu waktu makan," katanya santai. "Jadi, si idiot itu sedang ngambek dan menyatakan perang kekanakan."
Asli, padahal sudah mau tamat SMA pun masih kayak bocah SD, batin Seul-ha, menggeleng pelan dalam hati.
"Kalian menyetujuinya?" Jun-hee kembali bertanya, suaranya lebih tegas saat menatap kedua anggota F4.
Woobin langsung menjawab, "Aku menentangnya. Aku tidak bisa diam saja melihat F4 terpecah belah begini."
Yi Jung menyusul, meski sedikit ragu, "Aku... tidak sepenuhnya setuju, tapi..."
"Oke," potong Jun-hee sebelum Yi Jung menyelesaikan kalimatnya. "Sudah cukup."
"Jandi, makan yang banyak," panggil Jun-hee, menoleh pada Jandi yang tersadar dari lamunannya. "Jika kau ingin berperang melawan si idiot itu, mulai sekarang kau harus menjaga staminamu. Kamu juga, Seul-ha. Tidak mudah menghadapi laki-laki, apalagi empat orang laki-laki F4 ini."
Jandi tersenyum canggung, sementara Seul-ha mengangguk sebagai balasan.
"Tenang saja, aku seorang pemegang sabuk hitam taekwondo dan kebetulan sudah menjadi guru les taekwondo termuda dan terbaik di usia 12 tahun," balas Seul-ha dengan nada semangat dan percaya diri, seolah gadis yang hancur semalam dengan mata hampa bukanlah Seul-ha yang kini cerah dan penuh energi positif.
"Benarkah? Itu keren sekali. Baguslah, kalau mereka macam-macam dan bertingkah bandel, kau pukul saja, oke?" Jun-hee lalu mengambil gelas wine, diikuti empat murid SMA di kedua sisinya. "Untuk bergabungnya Seul-ha di F4, dan untuk adik idiotku di atas, cheers." Mereka berlima bersulang.
======
Malam nya, Seul-ha, yang gemar belajar, menghabiskan waktunya dengan menelaah beberapa buku pelajaran baru yang baru saja ia beli. Di meja belajarnya yang luas, komputer baru, laptop, dan tablet canggihnya menyala serempak. Layar komputer dan tabletnya dipenuhi dengan data coding yang rumit dan membingungkan, sementara laptopnya menampilkan berbagai jenis data tentang tanaman biologi dan rumus kimia yang terlihat kompleks. Di sisi lain meja, sebuah buku sketsa besar terbuka memperlihatkan desain detail sebuah bangunan baru yang sedang ia rancang, garis-garisnya rapi dan penuh perhitungan.
Sejak kembali dari liburan bersama para tokoh penting Boys Over Flowers, Seul-ha mengalami kesulitan tidur. Mimpi-mimpi yang menyeret kenangan lama-yang ingin ia kubur jauh-kembali mengusik pikirannya, merayap masuk ke dalam mimpinya dan menyebabkan insomnia seperti malam ini.
Ia meletakkan pulpen di atas buku modul belajar, kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, sambil mendorong kursi belajarnya yang beroda sedikit menjauh dari meja. Meja itu penuh dengan berbagai pekerjaannya, menciptakan suasana yang serba sibuk dan padat.
![Seul Ha_ [Slow Up]](https://img.wattpad.com/cover/363733638-64-k829295.jpg)