48

256 31 10
                                        

Baek Eunjoo berjalan dengan langkah ceria menuju meja prasmanan kafetaria Shinhwa High School, mengajak Choi Seulha yang tampak berbeda dengan seragam sekolahnya. Seulha mengenakan celana olahraga di balik rok seragam dan jaket yang menggantikan blazer resminya.

"Kita harus mencobanya nanti," ujar Eunjoo, semangat terpancar di wajahnya.

"Eksperimen di dapur?" balas Seulha, sambil mengambil piring kecil untuk makanan. Hidangan di kafetaria itu lebih mirip sajian restoran bintang lima ketimbang makanan kantin sekolah pada umumnya. Ini adalah salah satu keuntungan dari menjadi tangan kanan F4: akses makanan gratis di mana pun di dalam kawasan akademi Shinhwa.

"Ya, membuat berbagai masakan dari berbagai negara," Eunjoo menoleh ke belakang, menghadap Seulha sambil memilih makanan. "Dan mencampurkannya."

Seulha tersenyum, wajahnya seakan memancarkan kehangatan yang jarang terlihat. "Menciptakan makanan baru, duo chef jenius," lanjut Eunjoo dengan tawa ringan. Obrolan mereka terasa begitu menyenangkan, penuh keselarasan, sambil memilih hidangan yang menarik perhatian.

Namun, keseruan itu mendadak terhenti oleh suara nyaring lonceng di pintu masuk. Gu Jun Pyo memasuki ruangan bersama dua anggota F4 lainnya, Yi Jeong dan Woo Bin. Ketiga pemuda itu berjalan dengan aura penuh kuasa, seperti pangeran dari langit.

Seulha memutar bola matanya, batinnya mendengus, oke, deskripsi itu berlebihan, dan lonceng itu sangat mengganggu. Eunjoo, yang berdiri di sampingnya, juga meringis akibat suara bising itu.

"Ada apa lagi kali ini?" tanya Eunjoo sambil menatap Seulha. Gadis itu hanya mengedikkan bahu tanpa minat.

Eunjoo merasa heran. Biasanya, kehadiran F4 selalu lengkap, apalagi setelah kembalinya Yoon Ji Hoo dari Paris. Apa yang terjadi? pikir Eunjoo. Sebagai seseorang yang telah mengenal F4 sejak kecil, dia merasa ada sesuatu yang tidak biasa.

Jun Pyo, dengan suara lantang, mengumumkan, "Atas nama F4, aku ingin mengumumkan kepada semua."

Perhatian seluruh murid di kafetaria segera terpusat pada mereka. Ketiga anggota F4 berdiri di dekat tangga seperti raja yang berbicara kepada rakyat jelata. Hanya Seulha dan Eunjoo yang tetap di pantry, serta Geum Jan Di yang duduk tenang di mejanya.

"Yoon Ji Hoo sudah bukan lagi anggota F4," lanjut Jun Pyo.

Ruangan itu langsung hening. Semua murid terkejut dan tidak percaya. Eunjoo membuka mulutnya, "Hah...?"

Yi Jeong dan Woo Bin ikut berseru, "Apa?!" dan "Jun Pyo-a!"

Namun, Seulha hanya menarik napas panjang. Sudah kuduga, pikirnya. Dia merasa dirinya satu-satunya orang yang tetap rasional di antara remaja lain di Shinhwa High School.

Jun Pyo mengabaikan reaksi kedua temannya. "Dalam waktu seminggu, Yoon Ji Hoo dan Geum Jan Di akan disingkirkan dari sekolah ini," tambahnya sebelum meninggalkan ruangan begitu saja. Yi Jeong dan Woo Bin segera menyusulnya, tampaknya ingin meminta penjelasan lebih lanjut.

"Dia gila ya?" tanya Eunjoo dengan wajah tercengang.

Seulha mengangguk ringan. "Begitulah. Kau sendiri yang pernah bilang."

Sambil mengambil makanan, Seulha bergumam dalam hati, Sudah kuduga ini akan terjadi. Dua-tiga tokoh bermasalah itu lagi. Rasa geram terhadap Jun Pyo, Ji Hoo, dan Jan Di yang begitu mendominasi cerita di dunia isekai ini kembali muncul. "Sudahlah, ambil saja makanan dan minumanmu. Aku lapar."

Sementara itu, di sudut kafetaria, Geum Jan Di duduk termenung, mendesah berat. "Disingkirkan?" gumamnya pelan.

"Benar. Disingkirkan," balas seorang siswi dengan sikap menghakimi, berdiri di hadapan Jan Di sambil berkacak pinggang. "Tidakkah kamu tahu artinya? Berhenti sekolah!"

Seul Ha_ [Slow Up]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang