Tidak seperti mami Khalifah yang antusias melihat Fabiola, papi Khalifah justru melihat Fabiola dengan tatapan tajam. Papi Reza seperti mencoba mencari tahu tentang Fabiola lewat tatapannya itu.
Mami yang melihat tatapan tajam nya papi ke Fabiola langsung menegur papi.
"Papi, jangan melihatnya seperti itu, kasihan dia. Lihatlah, dia ketakutan melihat wajah papi yang seperti itu" Tegur mami.
"Kalau papi ngga suka Fabiola disini, lebih baik kami berdua pergi" Ucap Khalifah yang hendak pergi.
“Ngga usah pergi, masuk aja! Mami kamu udah masak sarapan buat kalian. Ngga mungkin papi akan mengusir kalian berdua kan" Sahut papi.
"Papi kamu benar sayang, ayo mami udah masak sarapan kesukaan kamu Khal. Ayo nak Fabiola, kita makan dulu" Ucap mami.
"Kamu ngga keberatan kan sayang kalo kita makan dulu?" Tanya Khalifah ke Fabiola.
"Iya gapapa Khal, lagi pula mami kamu udah masak makanan kesukaan kamu, jadi kamu harus sarapan dulu. Ngga enak dong menolak kebaikan orang tua sendiri" Ucap Fabiola.
"Yaudah, kalau kamu mau, aku juga akan ikut dengamnu. Ayo!" Sahut Khalifah.
Setelah Khalifah dan Fabiola pergi dari ruang tamu menuju meja makan mami Maya langsung menarik tangan papi Reza.
"Papi kenapa sih, kalau papi bersikap acuh dan cuek pada calon menantu kita, mami ngga akan segan buat cuekin papi juga" Ucap mami.
"Papi ngga lihat betapa bahagia nya Khalifah ketika bersama Fabiola? Kita lihat dulu aja apakah Fabiola memang baik untuk Khalifah atau ngga" Sambung mami Maya.
Papi Reza hanya melihat kearah mami Maya sambil tersenyum. Kemudian mereka menyusul Khalifah dan juga Fabiola ke ruang makan.
Saat diruang makan..
Fabiola, Khalifah dan kedua orangtua nya kini duduk di meja makan yang sudah disediakan. Fabiola kaget sekali karena banyak sekali makanan di meja tersebut.
"Terima kasih ya tante udah ngizinin aku untuk sarapan disini" Ucap Fabiola sambil tersenyum.
"Ngga perlu berterima kasih seperti itu sayang, mami akan memasak setiap hari kalau kamu mau. Mami harap kamu suka makanan yang mami masak, dan satu lagi jangan panggil tante panggil mami aja yaa kamu kan calon istrinya Khalifah" Sahut mami dengan senyuman dan juga menatap Fabiola dengan penuh kasih.
"Iyaa mami" Ucap Fabiola dengan sedikit canggung.
Fabiola pun mulai memakan makanan yang dibuat oleh mami Maya. Di saat Fabiola mencicipi makanannya, Fabiola langsung teringat Ibu panti yang suka memasak makanan untuknya.
Disela-sela makannya Fabiola mencoba menahan kesedihannya dan menghapus air mata nya yang hampir jatuh. Khalifah yang sedang memperhatikan Fabiola langsung khawatir saat melihatnya menangis.
"Sayang, kamu kenapa? Kenapa nangis, kamu gapapa kan??" Tanya Khalifah sambil mengelus punggung Fabiola.
"Ya ampun, kenapa sayang? Kenapa kamu menangis? Apa makanan yang mami masak ngga enak?" Tanya mami Maya khawatir.
Fabiola langsung tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari Khalifah dan juga mami Maya.
"Ngga kok aku gapapa, justru masakan mami sangat enak sekali, Fabiola hanya teringat ibu panti yang selalu masak masakan rumah buat Fabiola, maaf yaa Fabiola jadi terbawa suasana gini" Ucap Fabiola.
"Oalaa, kalau gitu mami akan memasak buat kamu kalau kalau mau. Jadi kamu ngga perlu bersedih lagi seperti itu ya? Udah ada Khalifah yang akan sayang sama kamu, dan udah ada mami dan papi juga yang akan menyayangimu sebagai orang tua kamu, jadi kamu ngga perlu sedih lagi ya sayang" Jelas mami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsesed
Teen FictionMuhammad Khalifah Nasif merupakan seorang CEO, dirinya selalu saja didesak oleh kedua orang tuanya untuk melakukan kencan buta namun dirinya selalu menolak. Suatu ketika dirinya bertemu dengan Fabiola Umaida yang merupakan seorang gadis pembuat cupc...
