Maaf

435 47 0
                                        

Yuk dua lagi jadi 300 follow, wkwkwk
Maksa banget kek nya, hahaa
"Selamat membaca"

Adel makin sesegukan, ia terus menangis di samping zee sambil memegang tangan nya

"Kak zee hiks hiks.. Bangun kak" Kata adel

"D-del.."....

" Kak, kakak bangun.? Aaa terimakasih Tuhaan, terimakasih" Adel menghapus air matanya langsung mencium2 tangan zee

"Dek, udah dong jangan di cium lagi" Cegah zee, tetapi adel tidak mendengar, saking bahagia nya zee sadar ia terus menciun tangan zee

"Jangan di cium lagi del, nanti kak zee makin suka"

Adel langsung terdiam, berhenti ketika tangan zee sudah ia angkat setengah

"Hahaha canda dek, haha" Zee tertawa kecil melihat ekspresi adel yang langsung tegang

"Kak zee jangan ngaco deh, gaboleh.." Ketus adel, ia mulai fokus kembali dengan zee tetapi tetap memegang tangan nya

Mereka berdiam selama beberapa menit,  hanya saling pandang satu sama lain, sampai akhirnya adel memulai duluan.

"Kaaaaak.." Adel memanggil zee dengan bibir yang meler, air matanya juga kembali keluar

"Laah kok nangis.. Jangan dong." Zee cepat2 menghapus air mata adel

"Salah kak zee kenapa lama bangun, adel hawatir kak, adel takut kak zee kenapa2" Jawab adel terus menghapus air matanya

"Hahaha, sebenarnya kak zee sudah bangun sejak tadii del, tapi pura2 pingsan aja"

"Serius.? Tapi ayah bunda..." Maksud adel, tadi bunda shani dan ayah gracio sama sekali tidak berpamitan pada zee pas pulang

"Ya kan mereka aku suruh diam, makanya mereka bisa tenang pulang kerumah, wlwpun sebentar, eh bukan sebentar kayaknya, besok baru balik"

"Ooh jadi ngerjain nih ceritanya.. Awas ya, awas yaa" Adel menggelitiki zee, sontak zee langsung berusaha menepis tangan adel sambil ketawa2

"Haha del udah del, maafin kak zee, hahaha" Zee terus berusaha menghindar, sampai tidak sadar luka di kepala zee sudah mengeluarkan darah, bahkan perban nya juga tertembus

"Asstaga kak zee, maafin adel maafin adel," adel panik melihat kepala zee yang berdarah

"Azizoyyy, kami dataaang" Teriak christy masuk, di belakang nya ada frefio

"Hah.. Kenapa bisa keluar darah..?!" Kaget mereka bertiga

"Kak zee, maafin adel, kak maafin adel" Adel terus minta maaf tanpa tau apa yang akan ia lakukan saking panik nya.

"Del udah del, gapapa, gak sakit kok, frefio, panggilin dokter ya, bilang gantiin perban" Pesan zee pada frefio yang terus lengket kek perangko. Tanpa mengucap apa2 frefio langsung keluar untuk memanggil dokter nya

"Del udah, jangan panik.." Zee sendiri juga ikut panik melihat ekspresi adel yang sudah ketakutan, di tambah lagi tangan nya gemetaran

"Kitty, tolong tenangin adel sebentar, aku belum bisa bangun" Suruh zee

"Iya kak" Christy langsung mendekat ke samping adel

"Adel jangan panik, dokter sudah di panggil, luka kak zee juga hanya mengeluarkan darah sedikit" Hibur christy

Tidak lama, dokter masuk bersama frefio. Adel dan christy langsung menggeser diri biar dokter ada jalan buat ngobatin zee

Setelah selesai..

"Untuk next time, jangan banyak bergerak ya anak cantik" Pesan dokter sambil menoel hidung zee,

"Gara2 dia noh dok.." Jawab zee menunjuk ke arah adel sambil tersenyum. Dokter tidak berkata apa2 lagi, ia pamit untuk keluar

RASA YANG SALAHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang