Seperti yang di hawatirkan zee ketika pulang siang tadi, adel kini terbangun langsung menangis karena tidak mendapati zee di samping nya, tetapi do'a zee juga terkabul, karena mama gaby dan oniel sudah kembali ke rumah sakit.
Sedangkan teman2 adel, sudah berpamitan pulang sejak gaby dan oniel datang, mereka tidak menunggu adel bangun dari tidurnya
"Mama hiks hiks, kak zee mana hiks hiks" Adel terus menangis
"Zizi lagi pulang sebentar ambil bajunya sayang, nanti balik lagi" Jawab gaby, ia sengaja berbohong seperti itu karena ia sendiri tidak tau alasan zee pulang, gaby belum sempat meng hubungi zee
"Mama pasti bohong, dari tadi jawab gitu terus, tapi kak zee gak pernah nyampe sini, hiks" Adel makin cerewet ketika mendengar jawaban mama nya yang sejak tadi bilang seperti itu terus
"Dek, jangan nangis lagi, ini mau di tanyakan zee, kakak telpon ya" Oniel juga ikut membantu menenangkan adel
Mendengar perkataan kakak nya, adel sedikit lebih tenang
"Cepetan kak" Rengek adel
"Iyaya, ini mau di telpon" Oniel lalu berjalan keluar.
Tuut tuut
📞
"Haloo kak, ada apa.?" Zee
"Zee, kamu bakalan balik kesini lagi atau nggak.? Dedel sejak tadi nangis terus karena tidak ada kamu" Oniel
"Aduh, gimana ya kak, hemm..." Zee
"Ada apa zee,.? Ada masalah.?," Oniel
"Nggak ada kok kak" Zee
"Apa gara2..." Oniel
"Gara2 apa kak..?" Zee
***********
Flashback beberapa jam yang lalu
Zee mengendarai mobilnya dengan sedikit ngebut, di dalam hati nya terus bertanya2
"Bunda kenapa ya, kok sampai semarah itu?"
Hati maupun pikiran nya sibuk dengan pertanyaan2 yang dia sendiri tidak tau jawaban nya.
Setelah sampai garasi rumah nya, zee sekedar matiin mobil langsung lari masuk ke dalam, bahkan konci mobilnya saja tidak ia bawa.
"Bund.....a" Suara panggilan zee melemah ketika melihat kedua orang tuanya sudah duduk di ruang tengah, sudah seperti menunggu dirinya pulang,
Bahkan di sofa sisi lain, terdapat adik dan kakak nya juga ikut duduk.
Mendengar suara zee masuk, anggota keluarga tersebut membalik badannya dan menghadap zee yang berjalan mendekat
"Zee, sayang..." Gracio memberi arahan pada putri tengah nya agar duduk di depan mereka, zee sendiri langsung menurut arahan papanya walapun muka nya terlihat bingung
"Bunda, ada apa.?" Tanya zee, shani hanya diam, hanya menatap putrinya lekat
"Bunda ada apa.?" Tadi kenapa marah2 di telpon.?" Tanya zee lagi, shani masih tetap tutup mulut.
"Ayah, bunda kenapa.? Kenapa dari tadi tidak jawab pertanyaan zee.?" Karena tidak mendapat respon dari bunda nya, zee beralih bertanya ke papa nya
"Itu.. Anu., itu." Gracio malah jawab terbata2. Tidak mendapat jawaban dari ayah nya, zee juga melihat ke arah gita dan khatrin, memberi isyarat seolah2 sedang bertanya
"Aku juga tidak tau kak" Kira2 begitu lah jawaban khatrin pada zee menggunakan isyarat juga alias tanpa suara
"Zee.." Panggil shani, mendengar panggilan bundanya zee cepat2 melihat ke arah depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RASA YANG SALAH
Novela JuvenilNdk usah ada deskripsi tentang cerita ya, thor cuma mau bilang. cerita ini tentang persahabatan dan persaudaraan, ❌No percintaan❌ No GG❌. dan satu lagi, ini sesuai request an kalian ya, yaitu JMT, dan beberapa perkapalan ade lainnya. intinya semua...
