Adel

554 58 8
                                        

Sudah satu jam berlalu, dokter belum juga ada tanda2 keluar

"Paaa, adel hiks hiks" Suara gaby sudah sangat lemas, bagaimana tidak, hanya sekedar berdiri saja ia tidak sanggup karena merasa hawatir dengan putri nya

"Iya ma, semoga adel baik2 saja" Jawab aldo memeluk gaby

"Kak oniel adel kak," Jmt juga ikut menangis, ia duduk melingkari oniel dan saling berpelukan

Sedangkan di dalam ruangan, dokter masih terus berjuang menyelamatkan adel

"Hiks hiks.." Zee tiba2 menangis, pandangan nya menghadap ke samping yaitu ke arah adel

"Eh dek, sudah sadar" Kata perawat yang memang sengaja diam di samping zee

"Adel, hiks hiks.." Zee manggil2 nama adel sambil nangis

"Iya dek, dokter lagi berjuang buat nyelamatin adik mu" Ucap perawat itu. Ia mengira zeedel adalah saudara

Zee diam, tetapi air mata nya terus saja mengalir.

"Maafin kak zee del, maafin kak zee nyuekin kamu satu minggu ini, apa ini kejutan yang kamu maksud.? Nggak, kak zee gak butuh kejutan seperti ini" Batin zee

"Dek, mau keluar.? Ke keluarga nya.?" Tanya perawat, takutnya zee butuh orang yang bisa menguatkan nya

"Nggak kak, aku pengen disini, aku pengen liat dia.." Jawab zee terus menangis.

.
.

Sekitar 15 menit dari zee tersadar..

"Huuh, akhirnyaaa, terimakasih sus, terimakasih, kita berhasil menyelamatkan nya, wlwpun dia masih koma, tetapi detak jantung nya sudah berangsur membaik" Ucap dokter terlihat lega

"Sama2 dokter, terimakasih kembali" Jawab para suster yang sudah membantu proses penyelamatan adel

"Kak, aku boleh kesana.?" Tanya zee pengen ke samping adel

"Yakin kamu sudah baik2 saja.? Atau mungkin masih merasakan pusing, atau sakit.?" Tanya perawat

"Tidak, aku baik2 saja, pliss bolehin aku kesamping nya" Mohon adel. Perawat lalu membantu zee bangun, bahkan memapah zee ke samping adel

"Deek hiks hiks hiks" Zee duduk di samping adel sambil nangis sesegukan

"Dok, kita harus segera mengabarkan ke keluarga nya di luar" Ucap suster, dokter mengangguk, sebelum keluar ia berucap..

"Do'ain teman nya ya, semoga cepat sadar" Kata dokter sambil mengelus kepala zee, lalu keluar

Ceklek

"Keluarga pasien?" Panggil dokter

"Kami dokter" Jawab aldo langsung mendekat, sedangkan gaby di bantu shani dan gracio bangun dan ikut mendekat ke dokter

"Dokter, anak saya gimana hiks hiks" Tangis gaby

"Pasien masih koma, tetapi syukur lah bisa selamat" Jawab sang dokter

"Alhamdulillah Tuhan, alhamdulillah" Ucap gaby, aldo dan yang lain

"Kapan kami bisa masuk menjenguk nya.?" Tanya aldo

"Pasien kita pindah ruangan terlebih dahulu ya pak, setelah itu, kalian boleh jenguk di ruangannya" Jawab dokter

"Bawa di ke ruang VVIP dok" Pinta aldo, dokter itu langsung mengangguk

"Anak saya yang di bawa masuk tadi bagaimana dokter.?" Tanya shani, dari tadi ia sengaja diam untuk memberi ruang gaby dan aldo menanyakan kondisi adel, karena ia tau, zee hanya pingsan

RASA YANG SALAHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang