Gaes maaf ya banyak flashback nya, belum tuntas soalnya, di usahakan part ini aja, abis itu kembali ke dunia masa depan nya, hehe
.
.
"Kak tau nggak impian adel" Kata adel tiba2, mereka berdua sedang menyiapkan rumah dino biar bagus dan nyaman, apalagi dino sedang sakit, tadi sepulang dari rumah sakit adel dan zee sama2 nangis karena keadaan dino makin drop
"Apa emang.?" Tanya zee tanpa menoleh, ia masih sibuk ngatur alas tempat tidur dino
"Aku pengen punya rumah di tempat yang sepi, maksudnya jauh dari orang2, terus ada taman kecil serta danau, hidup berdua sama dino, ya sayang ya dinoo" Kata adel langsung menggelitiki dino tapi tidak ada respon karena tertidur lemas
"Mau kabur lo... Eh" Zee keceplosan menggunakan bahasa nya
"Eitss.." Adel langsung melotot, sedangkan zee cuma nyengir sambil mengangkat jari v nya.
"Sorry del, maaf elah" Kata zee
"Gak kabur kak, tapi kayak rumah tempat singgah aja, ketika suntuk atau capek istirahat kesana gitu, uuh tenang pasti" Kata adel tersenyum sambil membayangkan nya
********
Tiga hari telah berlalu, dino makin drop, zee sama adel adalah dua orang yang terus menangis, hampir tiap malam karena kasian dengan kucing kesayangan mereka.
Hari ini, hari ke empat dino di rawat adel dan zee, sejak sepulang dari rumah sakit hewan kemarin lusa.
Sekitar jam 4 sore dino di nyatakan meninggal setelah di periksa langsung oleh dokter hewan yang langsung di panggil oleh zee.
Jangan tanyakan keadaan adel dan zee saat ini, sudah pasti mereka adalah orang paling sedih.
"Udah dong sayang nangis nya, mata kalian itu dah bengkak" Kata shani
"Dek udah dong" Kata gaby memeluk adel. Dua ibu turun tangan langsung menenangkan putri masing2, tidak hanya itu, aldo, gracio, gitkhat, dan oniel juga iku ngumpul disana. Selain menenangkan adel dan zee kedua bapak2 itu memang ingin memakamkan dino dengan baik.
"Tapi maa, dinoo hiks hiks" Tangis adel kembali pecah, oniel langsung memeluk adiknya
"Yang sabar ya sayang, nanti kakak beliin kucing lain kalok mau ya" Kata oniel menenangkan adel yang terus sesegukan
"Bu-bukan masalah kucing baru, tapi dino sudah adel anggap anak sendiri, ya kak zee ya hiks hiks" Adel masih saja menangis
"Iya hiks hiks" Jawab zee ikut nangis, bibirnya sudah meler dari tadi
"Hahahahhaa..." Kedua keluarga itu sontak tertawa melihat kedua putri mereka yang berusaha bicara tapi dalam keadaan nangis.
"Lucu banget, udah udah nanti kakak ajak jalan2 deh biar gak sedih, sekarang kita kuburin kucing nya dulu yaa" Kata gita
Mereka lalu sama2 keluar ke halaman belakang gracio membawa dino dalam keadaan sudah terbungkus kain kafan.
Flashback off
"Ingatkan.?." Tanya zee mereka sedang duduk menghadap taman depan rumah
"Jadi sedih deh kalok ingat dino" Jawab adel
KAMU SEDANG MEMBACA
RASA YANG SALAH
Teen FictionNdk usah ada deskripsi tentang cerita ya, thor cuma mau bilang. cerita ini tentang persahabatan dan persaudaraan, ❌No percintaan❌ No GG❌. dan satu lagi, ini sesuai request an kalian ya, yaitu JMT, dan beberapa perkapalan ade lainnya. intinya semua...
