assalamualaikum semuanya!
nih aku up lagi buat kalian!!
jangan lupa vote,komen sama follow ya temen-temen, biar aku makin semangat ngelanjutin cerita ini!
HAPPY READING
.
.
.
.
........
"sebelum itu saya meminta maaf dulu kepada bapak ibu, saya meminta maaf sebesar-besarnya, atas apa yang saya lakukan kepada anak bapak dan ibu" ujar rafka dengan nada sendu yang seperti di buat-buat.
"sebenernya ada apa ini?" tanya ibu raline kepada rafka.
"sebenernya saya dan anak ibu telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, saya telah memperkosa anak ibu" ucap rafka sambil menundukkan kepalanya.
bagaikan disambar petir yang menggelegar, kedua orang tua raline rasanya benar-benar hancur, bagaimana bisa ini terjadi kepada anak mereka, ayahnya raline benar-benar marah atas apa yang dilakukan rafka.
plakk
tamparan itu dilakukan oleh ayah raline kepada rafka dengan sangat keras, ayah mana yang terima kalo putrinya yang telah ia jaga dari kecil hingga sebesar ini telah direnggut masa depannya oleh lelaki biadab ini, lelaki biadab yang bergelarkan seorang gus.
rafka pun bersujud di kaki ayah raline sambil mengucapkan kata maaf, tapi ayah raline langsung saja menghempaskan rafka dengan sangat kuat.
"dasar gus tidak tau diri, berani sekali anda menghancurkan masa depan anak saya sendiri, anda ini seorang gus bagaimana bisa gus melakukan hal yang sangat bejat" bentak ayah raline sambil menarik baju gus rafka dengan tangannya.
"bangun" ucap ayah raline kepada rafka, lalu rafka pun bangun, dia menatap ayah raline dengan tatapan sendunya.
tanpa aba-aba ayah raline langsung saja menghajar rafka habis-habisan, ibu raline, pak kyai dan bu nyai pun langsung saja memisahkan mereka berdua.
"tenang pak, kita selesaikan ini baik-baik" ucap kyai zamhari sambil menarik ayahnya raline.
"heh dengan baik? anak kalian ini sudah memperkosa anak saya, bagaimana saya bisa membicarakan ini dengan baik, kyai saya ini adalah seorang ayah dari perempuan yang anak anda perkosa itu, bagaimana saya tidak hancur mendengar anak perempuan semata wayang saya di hancurkan masa depannya oleh anak anda" bentak ayah raline kepada kyai zamhari dengan menunjuk gus rafka, dan mata yang sudah berlinang air mata.
seorang ayah pasti hancur mendengar putrinya di perlakukan seperti itu, putri yang dulunya dia jaga baik-baik, dia cintai sepenuh hati dia. putri yang dulunya selalu menangis dengan kencang, lalu dia gendong dengan hati-hati, tapi sekarang putrinya itu malah di rusak begitu saja oleh orang lain. hancur? jelas ayah raline sangat hancur sekarang, di dalam hatinya dia menyalahkan dirinya sendiri.
dan begitu pun dengan ibu raline, dia juga sangat hancur mendengar itu semua, putrinya yang sudah menata masa depannya dengan baik, lalu sekarang harus hancur begitu saja.
"pak anak saya pasti akan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan kepada putri bapak" ujar tenang kyai zamhari
"saya tidak akan membiarkan raline bersama dengan anak bejat mu itu" bentak ayah raline lagi, lalu setelahnya ayah raline tergesa-gesa keluar dari ndalem, untuk menuju asrama putri mencari raline, dan akan langsung membawanya pulang.
lalu orang-orang yang berada di ndalem pun turut mengejar ayah raline.
setelah sampai dikamar asrama putrinya sendiri, ayah raline langsung menggedor pintu tersebut dan meneriaki nama raline.
teman-teman raline yang berada di dalem kamar tersebut pun kaget, karena sedari tadi mereka hanya menenangkan raline yg sedang menangis terus.
setelahnya kanisya langsung saja berjalan ke arah pintu dan membuka pintu tersebut, lalu ayah raline dengan tergesa-gesa dan juga tidak mengucapkan salam terlebih dahulu, dia dengan tidak sopannya langsung masuk begitu saja, ketika dia melihat putrinya yang sedang menangis di pelukan sahabatnya sendiri.
"nak" panggil ayah raline kepada putrinya dengan lembut
raline langsung saja mendongak dan dia melihat ayahnya, dia langsung berdiri dan langsung memeluk ayahnya dengan kencang, raling juga menangis di dekapan sang ayah dengan kencang.
"ayahh maaffin raline ayah.... " ucap raline sambil menangis di dekapan sang ayah.
rasanya ayah raline tidak sanggup melihat putrinya menangis dengan kencang di dekapannya ini. dia benar-benar tidak sanggup, dunia seakan-akan menghancurkan segalanya.
"sstt nak seharusnya ayah yang meminta maaf kepada kamu nak, ayah tidak bisa menjaga kamu dengan baik, maaf kan ayah sayang.... " ujarnya dengan lembut sambil mengusap kepala raline.
raline hanya menangis terus menerus di dekapan sang ayah, dia benar-benar hancur hari ini.
lalu tidak lama kemudian kyai, bu nyai, bunda raline, dan gus rafka datang ke kamar mereka ini, bunda raline langsung saja melangkah ke arah suaminya dan anaknya yang sedang berpelukan itu.
"sayang ini bunda.... " ujarnya dengan sangat lembut, dia benar-benar sedih melihat anaknya yang seperti ini, dia tidak kuat rasanya.
setelahnya raline langsung saja mendongak dan melepaskan pelukan dari ayahnya itu.
"bundaa" ucap raline dengan suara yang sangat parau.
......
UDAH YA SEGITU DULU JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN.
KAMU SEDANG MEMBACA
A DESTINY
SpiritualWARNING! cerita ini murni pemikiran saya sendiri ide saya sendiri! cerita ini hanya fiksi belaka! Seorang gus yang terkenal sangat taat kepada agama, tapi ternyata dia malah melecehkan santriwatinya sendiri, akan kah si perempuan itu hamil di luar n...
