.
.
.
Happy Reading
.
.
Jangan lupa di votemen
.
.
Saat ini pasangan taekook sedang berada di taman dekat pusat kota,
"Hyung, bagaimana kalau kita ke cafe tempat aku bekerja aku dulu, aku rindu kesana, aku juga merindukan jin hyung.
" jangan merindukan seseorang selain aku baby"ucap taehyung tak terima kesayangan nya terang-terangan merindukan orang lain
J
ungkook terkekeh mendengar nada cemburu Taehyung yang jelas-jelas tersirat dalam ucapannya. “Hyung, Jin hyung itu seperti kakakku sendiri. Kau tidak perlu cemburu.”
Taehyung menyipitkan matanya, ekspresi wajahnya mencerminkan rasa posesif yang khas. “Aku tidak suka berbagi, Baby. Bahkan perhatian kecilmu untuk orang lain membuatku tidak suka”
Jungkook menghela napas pelan, tapi bibirnya tetap tersenyum. “Ayolah, Hyung. Aku hanya ingin mengunjungi tempat itu sebentar. Aku ingin bernostalgia. Lagipula, kau bisa ikut mengawasiku kalau memang khawatir.”
Taehyung terdiam, mempertimbangkan permintaan itu. Ia tahu bahwa membahagiakan Jungkook adalah prioritasnya, meskipun rasa posesif dalam dirinya sulit untuk diredam. Setelah beberapa detik yang terasa panjang, ia mengangguk perlahan.
“Baiklah,” katanya akhirnya, meskipun suaranya masih terdengar dingin. “Tapi aku akan selalu di sisimu, Baby. Jangan pikirkan hal lain.”
Jungkook tersenyum cerah, senang bahwa Taehyung mengalah. “Terima kasih, Hyung. Aku janji, ini hanya kunjungan singkat.”
---
Tak lama kemudian, pasangan itu tiba di kafe kecil yang pernah menjadi tempat kerja Jungkook sebelum hidupnya berubah drastis bersama Taehyung. Kafe itu tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pelanggan yang duduk santai menikmati minuman mereka.
Ketika mereka masuk, lonceng di pintu berbunyi, menarik perhatian seorang pria yang berdiri di belakang konter. Mata pria itu membelalak saat melihat siapa yang baru saja masuk.
“Jungkook?” Jin berseru, jelas terkejut. “Ya Tuhan, ini benar-benar kau!”
Jungkook tersenyum lebar dan berjalan mendekati Jin, meninggalkan Taehyung yang berdiri di pintu masuk dengan ekspresi datar. Jin langsung memeluk Jungkook dengan penuh antusias, sesuatu yang membuat Taehyung memicingkan mata.
“Hyung, aku merindukanmu,” kata Jungkook dengan suara ceria.
“Aku juga, Kookie,” balas Jin, sebelum melepaskan pelukan itu. “Kau ke mana saja? Aku bahkan tidak tahu bagaimana kabarmu selama ini.”
Taehyung akhirnya melangkah mendekat, menyisipkan dirinya di antara keduanya. Ia meletakkan tangannya di Jungkook, menariknya sedikit ke belakang. “Dia bersama aku,” kata Taehyung singkat, suaranya tegas.
Jin mengangkat alis, sedikit tersenyum masam. “Oh, jadi kau orang yang selama ini membuat Jungkook sibuk?”
“Lebih dari itu,” jawab Taehyung dengan nada rendah, jelas mengisyaratkan bahwa tidak ada ruang untuk diskusi lebih jauh.
Jungkook, merasa situasinya mulai tegang, segera merangkul lengan Taehyung. “Hyung, jangan tegang. Jin hyung hanya teman lama,” katanya lembut, mencoba menenangkan suasana.
Jin, yang merasakan atmosfer dingin dari Taehyung, mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah. “Baiklah, baiklah. Tidak ada niat untuk mencuri Jungkook darimu. Santai saja, Tuan Posesif.”
