part 9

2.2K 120 8
                                        

.
.
.

Jangan lupa votmenya
.
.
Happy Reading
.
.


Saat ini taehyung sedang berada di markas, menatap Nancy yang sudah tidak berdaya karena sudah digilir oleh anak buahnya, dengan tubuh telanjang yang sudah dipenuhi oleh sperma anak buah taehyung, taehyung duduk disofa yang sudah ada disana menghisap rokok ditangan nya.

"Hikss t-tuan, tolong lepas kan saya hikss"

Taehyung tersenyum smrik dan berdiri menuju Nancy, ia berjongkok dan menatap wanita itu, ia pun menghembuskan asap rokok nya ke wajah Nancy.

"Lepas?, setelah semua yang kau lakukan, kau masih berharap untuk lepas dari ku" ucap taehyung

Taehyung pun berdiri dan menjatuhkan puntung rokoknya ke lantai, lalu menginjaknya dengan sepatu mahal yang tampak berkilau sempurna. Matanya tak lepas menatap Nancy yang tergeletak lemah di lantai. Tubuh wanita itu bergetar hebat, tangisannya pecah tanpa henti. Ia mencoba menutupi tubuhnya yang telanjang dengan kedua tangan, tetapi hanya menambah kesan putus asa pada dirinya.

“Kau pikir kau siapa?” Suara Taehyung dingin, penuh ancaman. Ia berjalan perlahan mendekati Nancy, pandangannya seperti predator yang siap menerkam mangsanya. “Berani-beraninya kau menyentuh sesuatu yang paling berharga bagiku?”

“T-tuan... saya minta maaf! Saya tidak tahu—” Nancy mencoba berbicara, namun kata-katanya terpotong ketika Taehyung membungkuk, mencengkeram dagunya dengan kasar.

“Diam,” potong Taehyung dengan nada tajam. “Apakah aku memberi izin untuk berbicara?”

Nancy menggelengkan kepala dengan air mata bercucuran. Ketakutan jelas terpancar di wajahnya. Ia tahu siapa Taehyung, pria yang dikenal di dunia gelap sebagai sosok tanpa belas kasihan. Sekali seseorang melakukan kesalahan, apalagi menyentuh sesuatu yang Taehyung anggap miliknya, nasib orang itu tidak akan baik.

“Kau menghina milikku,” lanjut Taehyung, melepaskan dagu Nancy dengan kasar hingga wanita itu terhuyung ke lantai. “Tidak hanya menamparnya, kau juga merendahkan derajatnya. Dan aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.”

Taehyung berbalik menuju meja panjang di dekat sofa. Di atasnya terdapat berbagai benda—tali, pisau, hingga korek api. Ia mengambil korek api dan seutas tali, lalu menatap Nancy yang tubuhnya semakin gemetar. Nancy tahu, ia mungkin tidak akan keluar hidup-hidup dari tempat ini.

“T-tuan, saya mohon ampun!” Nancy meratap, mencoba merangkak mundur. “Saya tidak tahu dia kekasih Anda. Tolong, beri saya kesempatan!”

Taehyung menatap Nancy dengan senyum dingin. Ia berjalan perlahan sambil memainkan korek api yang menyala di tangannya. “Semua orang di kantor tahu siapa Jungkook.”

Nancy menunduk ketakutan. Taehyung berhenti di depannya, menunggu jawaban.

“S-saya pikir dia hanya pegawai biasa. Saya tidak tahu dia sangat penting bagi Anda...”

Taehyung tertawa kecil, tetapi tawa itu dingin dan membuat bulu kuduk Nancy meremang. “Pegawai biasa? Kau benar-benar bodoh. Jungkook adalah milikku, Nancy. Lebih berharga dari siapa pun.”

Ia melempar tali ke lantai, mendekati Nancy dengan korek api yang menyala. Api kecil itu bergetar di udara, mencerminkan ketakutan Nancy

Taehyung berdiri di depan Nancy, tubuhnya tegak dengan aura dingin yang begitu mencekam. Korek api yang menyala di tangannya bergerak mendekati wajah Nancy, membuat wanita itu gemetar hebat, air matanya mengalir tanpa henti.

POSESIF MAFIA KIMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang