part 18

803 54 6
                                        

.
.
.
.

Happy reading
.
.
Jangan lupa votemen
.
.



Pagi datang tanpa cahaya hangat seperti biasanya. Langit di luar jendela kelabu, seolah tahu bahwa hari ini bukan hari yang biasa.

Jungkook berdiri di depan cermin, mengenakan kemeja putih yang dipilihkan Taehyung. Tangannya sedikit bergetar saat mengancingkan bagian atasnya. Di lehernya, masih ada bekas kemerahan hasil genggaman Taehyung semalam—bukti kepemilikan yang tak bisa disembunyikan.

Pintu kamar terbuka perlahan. Taehyung muncul dengan setelan jas hitam yang sangat rapi, dasinya merah tua, rambutnya disisir ke belakang. Aura yang ia pancarkan pagi itu… bukan aura kekasih yang lembut. Tapi pemimpin. Penguasa.

“Sudah siap, baby?”
Nada suaranya lembut, tapi tatapan matanya dingin seperti es.

Jungkook menoleh pelan dan mengangguk. “Siap, Hyung.”

Taehyung tersenyum samar. Ia mendekat, memperbaiki kerah Jungkook dengan jemarinya sendiri. “Hari ini, aku ingin kau lihat sesuatu. Aku ingin kau tahu dunia tempatku hidup… agar kau tidak lagi penasaran.”

Kata-kata itu membuat dada Jungkook terasa berat. Ia tahu, ini bukan sekadar “perkenalan dunia kerja.” Ini sesuatu yang lebih gelap.

---

Mobil hitam panjang melaju pelan keluar dari gerbang mansion. Tak ada percakapan di antara mereka. Hanya suara mesin dan detak jantung Jungkook yang terus berlari.

Ia sesekali melirik ke arah Taehyung, yang duduk tenang di sebelahnya, pandangannya fokus menatap ke depan. Jari-jari panjangnya mengetuk pelan di lutut, seakan menghitung waktu.

Satu jam perjalanan, mereka berhenti di sebuah bangunan tua di pinggiran kota. Dari luar, terlihat seperti gudang biasa—tapi begitu pintu besar dibuka, dunia yang berbeda terbentang di depan mata Jungkook.

Puluhan pria berbadan besar berdiri rapi dalam barisan. Beberapa memegang senjata. Di dinding, tergantung peta besar dan layar CCTV menampilkan berbagai tempat di kota.

Taehyung melangkah masuk, dan seketika semua orang menunduk.

“Bos.”
Suara serempak menggema.

Jungkook menahan napas.
Bos.
Kata itu menghantam dadanya keras. Tak ada lagi keraguan—Taehyung memang pemimpin mafia besar.

Taehyung berjalan ke tengah ruangan, menoleh ke arah Jungkook. “Kemarilah.”

Langkah Jungkook berat, tapi ia menuruti. Semua mata memandangnya, sebagian dengan hormat, sebagian dengan rasa ingin tahu.

Taehyung meraih tangan Jungkook dan menariknya kepangkuannya, seolah memperkenalkannya di depan semua orang. “Mulai hari ini,” katanya dengan nada tenang tapi berwibawa, “ini adalah orang yang harus kalian hormati seperti kalian menghormatiku. Siapa pun yang berani menyentuhnya tanpa seizinku…” ia berhenti, lalu menatap ke seluruh ruangan dengan tajam, “tidak akan hidup lama.”

Semua orang menunduk. Tak ada suara selain dengusan napas tertahan.

Jungkook terpaku. Ia tak tahu harus merasa aman… atau malah semakin takut.

Taehyung lalu menatapnya lembut, senyum kecil muncul di sudut bibirnya. “Lihat, sayang? Di sini, aku bukan hanya Taehyung yang kau kenal di rumah. Di sini… aku adalah orang yang mengatur segalanya.”

Ia menunduk sedikit, menatap mata Jungkook dengan tajam. “Tapi apapun dunia ini, aku tetap orang yang mencintaimu.”

Taehyung menggenggam tangan Jungkook erat, lalu membawanya ke sebuah ruangan kaca di sisi dalam. Di sana, layar besar menampilkan wajah-wajah orang, catatan transaksi, dan beberapa foto orang yang tampak seperti target.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

POSESIF MAFIA KIMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang