part 10

2.1K 132 12
                                        

.
.
.
Happy Reading
.
.
Jangan lupa di votmen
.
.


Pagi itu, Jungkook terbangun dengan perlahan. Merasa haus, ia menyingkirkan tangan Taehyung yang melingkar di pinggangnya. Pria itu masih terlelap dengan napas yang tenang. Jam di meja menunjukkan pukul 05.30 pagi, langit masih gelap dan mansion terasa sunyi.

Jungkook mengenakan sandal rumahnya, lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Namun, ketika ia sampai di sana, suasana berbeda. Beberapa maid sudah sibuk memasak sarapan, dan di antara mereka, ada Sana—maid yang terkenal dengan sikap sinisnya terhadap Jungkook.


Saat Jungkook masuk ke dapur dan mengambil segelas air dari kulkas, suasana yang tadinya tenang berubah tegang. Sana, yang sedang berdiri tidak jauh darinya, langsung menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Ia bahkan tidak berusaha menyembunyikan ekspresi sinis di wajahnya.


“Oh, akhirnya Tuan Jungkook turun juga dari kamarnya yang megah,” Sana menyindir dengan nada sarkastik. “Apa kau tidak lelah hanya menjadi beban di mansion ini?”

Jungkook terdiam sejenak, tetapi ia memilih untuk mengabaikan Sana. Ia membuka botol air mineral dan menuangkannya ke dalam gelas. Namun, Sana tidak berhenti di situ.

“Rasanya aneh, ya,” lanjut Sana, suaranya lebih lantang sehingga maid lain menoleh dengan gugup. “Melihat seseorang yang tidak punya apa-apa, bisa hidup nyaman di sini. Apa kau tidak malu, Jungkook? Hidup bergantung pada pria seperti Tuan Taehyung.”

Maid lain saling pandang, sebagian dari mereka ingin menghentikan Sana, tetapi tidak berani. Sementara itu, Jungkook meletakkan botol air ke meja dengan perlahan, berusaha menahan emosi yang mulai memuncak.

“Kau bahkan tidak tahu bagaimana cara membantu di sini,” Sana menambahkan, langkahnya mendekat. “Kerjamu hanya makan, tidur, dan berjalan-jalan seperti kau yang memiliki tempat ini. Kau bahkan tidak pantas menyentuh lantai mansion ini!”

Jungkook menatap Sana dengan tenang, meskipun di dalam hatinya ia merasa geram. Ia meletakkan gelasnya dengan tenang di meja dapur, kemudian berbalik menghadap wanita itu.

“Aku tidak ingin mencari masalah denganmu, Sana,” ucapnya, suaranya tetap tenang meski terdengar tajam. “Tapi kau sebaiknya tahu tempatmu.”

“Oh, jadi sekarang kau mencoba menasihatiku?” Sana mencibir. “Kau mungkin bisa memanfaatkan Tuan Taehyung dengan wajah manismu itu, tapi aku tidak akan pernah menghormatimu. Kau tidak lebih dari seorang penggoda murah yang kebetulan beruntung.”

Komentar itu berhasil menusuk hati Jungkook, tetapi ia tidak menunjukkan ekspresi terlukanya. Ia menarik napas panjang, lalu menjawab dengan nada dingin, “Kau berhak beropini, Sana. Tapi ingat satu hal—Taehyung tidak akan memaafkan siapa pun yang tidak menghargai pilihannya. Kau tahu bagaimana dia.”

Sana terdiam sejenak, tetapi tidak sepenuhnya menyerah. “Aku tidak peduli. Kau tidak pantas berada di sisinya, dan aku tidak akan berhenti sampai kau pergi dari sini,” bisiknya dengan penuh kebencian.

Namun, sebelum Sana sempat menambahkan lebih banyak, suara langkah berat terdengar dari lorong. Semua maid langsung menunduk, dan Sana pun membeku di tempat. Jungkook menoleh, hanya untuk melihat Taehyung yang berdiri di ambang pintu dapur dengan ekspresi gelap.

POSESIF MAFIA KIMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang