.
.
.
Happy Reading
.
.
Jangan lupa di votemen ya
.
.
Keesokan harinya, taehyung sudah rapi dengan pakaian serba hitam nya, ia berencana akan pergi ke markas hari ini, sedang kan jungkook ia masih berada di alam mimpinya, karena tadi malam mereka bergadang menonton film.
Taehyung tak tega membangunkan jungkook, jadilah ia hanya mengecup bibir sang pujaan dan menaikan selimut kesayangan nya.
Setelah itu ia turun kebawah dan bertemu dengan beberapa bodyguard yang memang menjaga di sekitar mansion nya.
"Kau jaga kekasihku, aku akan pergi ke markas, beritahu aku jika terjadi sesuatu" ucap taehyung dingin, bodyguard tersebut menganggukan kepalanya dan taehyung pun pergi dan menaiki mobilnya, menuju ke markas.
------
Setelah beberapa menit perjalanan taehyung pun sampai dibangunan yang besar dan sedikit mengerikan karena bangunan itu sudah ada tanaman yang merambat di tembok bagunan tersebut.
Taehyung masuk dengan wajah datarnya, menuju ruangan bawah tanah, dimana sana di sekap.
Anak buah taehyung yang melihat tuan mereka datang membungkuk hormat. "Bagaimana?,apa wanita itu masih hidup" ucap datar taehyung
Anak buah Taehyung yang berada di ruangan bawah tanah membungkuk hormat dengan cepat, merasa tegang melihat tuan mereka yang datang dengan ekspresi datar namun penuh ketegasan. Mereka tahu betul bahwa jika mereka gagal memenuhi perintah Taehyung, konsekuensinya tidak akan bisa diterima.
“Masih hidup, Tuan,” jawab salah satu anak buah, suaranya sedikit ragu. “Namun kondisi wanita itu sangat lemah. Kami belum memberikan hukuman lebih lanjut.”
Taehyung mengangguk pelan, matanya tetap tajam menatap ke dalam ruangan yang gelap itu. “Bawa dia ke sini. Aku ingin memastikan dia tahu siapa yang seharusnya dia takuti.”
Anak buah yang lain segera bergerak, membawa Sana yang masih terikat ke hadapan Taehyung. Wanita itu tampak kelelahan, wajahnya pucat dan penuh ketakutan. Tubuhnya gemetar, seakan setiap langkah yang diambil menuju Taehyung semakin mendekatkan dirinya pada kematian yang tak terhindarkan.
Sana, yang merasa sudah tidak ada lagi jalan keluar, hanya bisa menunduk, mencoba menghindari tatapan tajam Taehyung yang seolah-olah bisa menembus jiwa. "T-tuan... saya mohon," katanya dengan suara serak, masih berusaha merayu meski ia tahu itu sudah terlambat. "Saya akan berjanji tidak akan mengganggu lagi... saya mohon, beri saya kesempatan..."
Taehyung hanya berdiri diam, menatap Sana dengan ekspresi yang kosong, tidak menunjukkan sedikit pun rasa kasihan. “Kau pikir permohonanmu bisa mengubah segalanya?” katanya pelan, suara dinginnya memantul di ruang bawah tanah yang suram. “Kau sudah mengganggu orang yang tidak pantas diganggu. Jungkook adalah milikku, dan kau akan membayar untuk semua yang telah kau lakukan.”
Sana menangis, gemetar ketakutan, tetapi Taehyung hanya melangkah lebih dekat, memastikan bahwa wanita itu bisa merasakan aura kekuasaan yang ada pada dirinya. “Kau berani merendahkan kesayanganku, merusak ketenangannya, dan kini kau harus membayar untuk itu.”
Sana berusaha mengangkat kepalanya, namun wajahnya penuh dengan air mata, matanya penuh dengan ketakutan yang mendalam. "Saya menyesal, Tuan Taehyung. Saya benar-benar menyesal," ucapnya, suaranya hampir tak terdengar.
