.
.
.
.
Jangan lupa di votemen nya ya
.
.
Happy Reading
.
.
Saat iniJungkook berjalan perlahan di lorong kantor Taehyung, mengagumi setiap detail kemewahan yang ada. Namun, dalam kekagumannya, ia tidak memperhatikan langkahnya dan tanpa sengaja menabrak seorang karyawan yang sedang membawa secangkir kopi panas. Cangkir itu jatuh, kopi tumpah membasahi lantai dan pakaian karyawan tersebut.
“Maafkan aku! Aku benar-benar tidak sengaja!” ucap Jungkook dengan suara panik, merasa sangat bersalah.
Karyawan itu menatap Jungkook dengan tajam, wajahnya berubah marah. “Apa kau tidak bisa lihat jalan hah?!” serunya kesal.
Jungkook tersentak, mundur sedikit sambil menunduk. “Aku… aku minta maaf, sungguh tidak bermaksud,” ujarnya lirih.
Namun, karyawan itu tampaknya tidak terima. Dengan kasar, ia mendorong Jungkook, membuat tubuhnya sedikit terhuyung. "Lihat gara gara kau baju ku jadi kotor,apa kau bisa menggantinya? Tidak kan! Sekali kau jual diri pun tidak akan bisa membeli pakaian ku” bentaknya, suaranya penuh nada hinaan. Tanpa peringatan, karyawan itu mengangkat tangannya dan menampar pipi Jungkook dengan keras.
Jungkook terdiam seketika, merasakan perih di pipinya. Mata Jungkook mulai berkaca-kaca, terkejut dan tak menyangka akan mendapatkan perlakuan kasar di kantor Taehyung.
" APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK " teriak seseorang yang membuat karyawan itu terkejut.
"T-tuan, taehyung" gumamnya melihat taehyung berdiri tak jauh dari tempat mereka dengan rahang yang mengeras tanda namja tampan itu sedang marah
Taehyung segera menghampiri jungkook, yang sudah terisak sambil membangun pipinya, tadinya ia ingin mencari jungkook karena sudah cukup lama ia diluar, tapi apa yang ia dapat kan, melihat namja kesayangan nya ditampar oleh karyawan nya.
"Apa kau sudah bosan hidup hah" ucap taehyung tajam
"B-buka begitu tuan, namja sialan ini menabrak saya dan membuat kopi untuk anda tumpah dan mengotori baju saya" ucap karyawan tersebut sebut saja namanya Nancy.
Mata Taehyung penuh amarah, tubuhnya bergetar karena kesal. Ia melangkah dengan tegas mendekati Nancy yang tampak semakin ketakutan. Wajahnya yang dingin dan tatapannya yang tajam seperti pisau, jelas menunjukkan betapa seriusnya ia.
"Masa bodoh, dengan dirimu, kau sudah menyakiti milikku, brengsek," ujar Taehyung dengan suara yang begitu dalam, membuat Nancy semakin terperangah. “Kau berani menyentuhnya hanya karena sebuah kecelakaan kecil? Kau pikir kau siapa?”
Nancy mulai gemetar, mulutnya tidak bisa berkata-kata lagi. “T-Tuan, saya—”
"Diam!" Taehyung memotong dengan suara yang penuh tekanan. “Aku tidak ingin mendengar penjelasan bodoh mu.” taehyung pun memanggil satpam yang berjaga dikantor nya
Tak lama satpam itu tiba"bawa dia ketempat biasa" perintah taehyung, satpam yang mengerti segera membawa Nancy pergi.
Setelah mereka pergi, Taehyung menatap ke arah Jungkook yang masih terisak, sedikit terhuyung karena kejadian tadi. Langkah Taehyung cepat, dan dalam hitungan detik, ia sudah berada di sisi Jungkook.
"Baby..." suara Taehyung lebih lembut kali ini, tangan besar miliknya menyentuh bahu Jungkook dengan penuh perhatian. "Kau baik-baik saja?"
