32

1.3K 136 6
                                        

ceklek

kamar mandi terbuka begitu saja menampilkan vadellion yang baru saja membersihkan tubuhnya. saat ini dia memang masih dirumah sheva tapi berada di kamar yang berbeda dengan gadis itu.

"sayang?" sheva tersenyum lalu meraih kemeja yang telah di siapkannya untuk ellion "terimakasih"

sheva lagi-lagi tersenyum, matanya selalu mengikuti kemana ellion bergerak hingga saat mata mereka bertemu di cermin, vadellion pun mulai berbalik lalu mengambil duduk di samping sheva.

"kenapa, hm? ada yang mau dikatakan?" sheva mengangguk

"tentang pertunangan kita, apa-"

"kamu ragu?" sheva menggeleng lalu menatap kedepan, dia tidak ingin menatap vadellion yang sudah menatapnya serius "terus kenapa, sayang?"

"aku hanya kepikiran, kenapa harus secepat ini? kenapa tidak menunggu sampai masalah aku selesai?" ellion meraaih tangan sheva dengan lembut.

"karena menurut aku, ini waktu yang pas" sheva menatap ellion dengan tatapan yang sulit di baca.

"bukan karena ingin menepis rumor tentang aku yang punya hubungan dengan atasan aku?"

raut wajah vadellion berubah seketika "Itu salah satunya, Aku tidak suka ada rumor itu!"

Shevara terdiam "lalu bagaimana dengan kamu el? Kamu saudara member dan aku leadernya"

Vadellion menggeleng "itu lebih baik"

"Vadellion!"

Cup

Mata shevara melotot saat vadellion mencium bibirnya.

"Trus alasan lainnya apa?"

Vadellion tersenyum lebar "mereka harus tau, siapa yang akan mereka lawan jika berurusan dengan kamu"

"ELLL"

Vadellion mengelus pipi shevara dengan begitu lembut.

"tidak akan ada yang berani mengganggu kamu lagi, sheva! bahkan laki-laki itu tidak akan berani walaupun hanya sekedar mengagumi kamu"

deg

tatapan nyalang dan kepemilikan dapat dilihat dimata pria itu, sheva bahkan susah untuk sekedar meneguk ludahnya yang terasa kering di tenggorokan. sheva dapat melihat bagaimana vadellion yang begitu serius akan ucapannya.

"setelah pertunangan kita selesai, kita akan langsung kembali ke jakarta, berikan semua yang ingin mereka ketahui! Jika kamu menyangkal, itu akan semakin membuat kamu menjadi buruk saat kita kembali ketahuan menjalin hubungan, kamu ngerti, kan?"

Shevara memejamkan matanya, dia tau itu tapi dia tidak menyangka akan secepat ini.

"Bagaimana dengan pemilihan umum?"

"tinggal 3 minggu, kamu mau lanjut atau berhenti sekarang? Itu pilihan kamu"

Gadis itu terdiam menatap vadellion yang hanya tersenyum. tangan pria itu sesekali menyelipkan rambutnya di atas telinga gadis nya.

"El aku_"

Vadellion mengangguk lalu mulai mengelus wajah lembut itu dengan pelan.

"Aku dukung apapun yang kamu inginkan!"

Shevara tersenyum lalu memeluk vadellion dengan erat.

"El, Terima kasih sudah datang, aku tenang sekarang"

Vadellion melepas pelukan shevara yang membuat gadis itu ingin protes tapi tidak jadi karena Vadellion sudah menatapnya penuh cinta.

"Katanya tadi kamu muntah? lambat makan atau_"

POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang