21

1.1K 94 2
                                        

Helaan nafas terhembus begitu kasar dari seorang shevara Indira Arnanda saat lagi-lagi dia mendapati suasana apartemennya gelap gulita, tidak ada tanda-tanda kehidupan sebelumnya.

'Kosong lagi'

diraihnya ponsel didalam tasnya, menghubungi sang kekasih yang entah kemana perginya dua hari ini, tidak ada balasan apapun dari pesan yang dikirim sheva kepada ellion, tidak ada balasan saat dia mencoba menelfon, bahkan kathrina selaku adeknya pun tidak tau kemana kakaknya itu.

"kamu kemana sih, el?"

Juju saja, sheva kali ini benar-benar khawatir dan juga takut jika sesuatu terjadi pada kekasihnya itu.

hari dimana sheva pulang dengan gito, saat itu juga sheva sudah tidak mendapatkan kabar apapun dari vadellion, sheva bahkan saat itu masih berfikir jika sang kekasih mungkin benar-benar sibuk di kantor tapi setelah keesokan harinya, vadellion tidak ada kabar.

Dan berlajut hingga hari ini membuat sheva sedikit berpikir.

apakah dia telah melakukan kesalahan? entah, sheva pun tidak tau dan merasa tidak melakukan apapun.

"hahh, jangan buat aku khawatir sayang" gumamnya dengan perasaan yang benar-benar tidak karuan.

Sheva menatap kesegala arah, menunduk dengan wajah yang benar-benar lelah.

"Ameera? Aku harus menemui ameera" gumamnya lalu berjalan cepat kearah kamarnya

Dia harus membersihkan diri sebelum keluar menemui ameera yang hari ini tidak memiliki jadwal yang sama dengannya.

"Ada berapa banyak rahasia yang tidak aku tau, el?" Gumamnya menatap keatas langit-langit kamar mandinya "Kenapa ameera lebih mengenalmu?"

Pikirannya lagi-lagi melayang kebeberapa hari yang lalu, saat sheva dan ameera sama-sama menunggu dan menghabiskan waktu dengan berbincang sedikit.

Flashback

"Aku tidak pernah menyangka jika kak sheva yang akan mencairkan El" ujarnya menatap kedepan.

Sheva terdiam sambil melirik ameera yang ternyata tidak menatapnya.

"Maaf membuatmu kecewa, ra! Dan mungkin menyakitimu" ucapnya yang membuat ameera menoleh kearahnya.

"Aku tidak merasa tersakiti, kak!"

Sheva terdiam dengan dahi mengerut,.

"Bukannya kamu menyukai, ellion?"

"Hah?"

Sheva menatap bingung kearah ameera yang juga menatapnya terkejut lalu tertawa.

"Itu tidak mungkin kak" ujarnya dengan sedikit tertawa "Aku sudah anggap El sebagai kakakku, itu mengapa kami begitu dekat"

"Benarkan?" Ameera mengangguk dengan tersenyum kecil.

"Aku senang El bisa membuka hatinya kembali, selama ini hanya ada luka yang aku liat saat kami bertemu, tapi untuk pertama kalinya aku bisa melihat ada perasaan hangat saat EL mengunjungi kita di Ruang ganti"

Sheva terdiam, dia hanya akan mendengarkan ucapan dari ameera yang memiliki hubungan lebih lama dengan Vadellion.

"Aku takut El ketemu dengan gadis yang buruk, kak! Tapi saat mengetahui kak sheva yang menjadi pacar El, itu sudah cukup untuk aku"

Ameera tersenyum manis kearah sheva yang menatapnya bingung.

"Terimakasih kak, jaga El yah!"

POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang