Malam itu, setelah keributan yang di lakukan oleh ibu flora dan ameera. Flora tidak langsung kembali ke milan, dia harus memastikan kondisi ayahnya yang ternyata mendapat 2 tembakan di lengan dan perut pria paruh baya itu.
"Maafkan flora, dad" ujarnya di dalam ruang inap sang ayah.
"Ini bukan salah kamu, flo" ucap zean yang sejak tadi menemani flora diruangan.
vadellion?
pria itu bahkan setelah mendapat pertolongan pertama, segera menuju ke lokasi kejadiaan kecelakaan Dey, kekasih Gito.
"bagaimana dengan dey?" tanya flora kepada zean.
flora dan dey walaupun tidak pernah bertemu, tapi dia sedikit tahu dengan gadis itu karena status hubunganya dengan gito, sedangkan gito dan flora juga adalah teman walaupun tidak seakrab zean dan vadellion.
zean menggeleng "dey tidak tertolong karena tabrakan yang begitu keras" ujarnya "polisi mengatakan jika kecelakaan dey ada sangkut pautnya dengan seseorang yang entah sengaja atau tidak, tapi sangat jelas itu bukan kecelakaan tunggal"
flora terdiam
"aku sial banget yah, ze!" ujarnya lirih yang membuat zean menatapnya sendu, flora tersenyum sakit kearah zean "andai aku tidak ke indonesia, daddy pasti tidak akan datang untuk jemput aku"
zean menggeleng "tidak ada yang seperti itu, flo! jangan berpikir seperti itu"
flora tersenyum menatap ayahnya yang masih tertidur dihadapannya.
"aku kangen ameera, ze! aku belum bisa memeluknya, aku kangen adek aku!" ucapnya dengan sedikit menunduk "setelah ini kami akan kembali berbeda negara, aku tidak akan bisa melihatnya lagi, mommy melarangku untuk kembali kemari, aku tidak bisa membahayakan orang terdekatku lagi, ze"
zean menunduk, memegang wajah flora agar bisa menghadapnya, tersenyum lalu menghapus jejak air mata gadis itu dengan lembut.
"Jangan menangis, flo!" Ucap zean dengan tersenyum "ayo ketemu adek kamu!"
Flora menggeleng tapi zean mengangguk meyakinkan.
"Aku takut, ze"
"Percaya sama aku, flo!"
Flora menatap mata zean yang begitu indah.
.
.
.
sedangkan saat itu, vadellion benar-benar datang untuk melihat bagaimana kondisi dey, kekasih gito yang juga adalah sahabatnya.
"git" panggilnya saat melihat gito yang sudah menangis dengan terus memanggil nama dey
"Sayang, jangan tinggalkan aku! DEY, DEY"
"git, sadar!" ujar vadellion mendekati gito yang kini sudah menjambak rambut pendeknya.
plakk
vadellion menampar wajah gito, membuang sang empunya tersadar lalu menatap kearah vadellion yang menatapnya dengan tatapan sendunya.
"dey tidak akan suka kalau kamu seperti ini!" ujarnya yang membuat air mata gito kembali jatuh.
matanya masih menatap kearah pintu ruangan yang sebelumnya menjadi tempat dey bertahan hidup walaupun hanya 5 menit.
"kuatin diri lo! gue dan freyan akan membantu mencari pelakunya" ujarnya dengan tatapan yang begitu serius.
gito menatap vadellion "cari dan bawa kehadapan gue, el! usahakan dia hidup biar gue yang membalaskan kesakitan dey"
vadellion mengangguk sambil menepuk bahu gito "gue janji, walaupun harus menunggu waktu yang lama, gue yakin lo akan melihatnya dengan tersiksa dihadapan lo, git"
KAMU SEDANG MEMBACA
POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]
Fiksi Penggemarkatanya cinta harus memiliki feedback, tapi bagaimana jika mereka memiliki perasaan yang sama kuat tapi tetap saja terlihat toxic karena satu hal. posesif ketika dia mulai menyatakan kepemilikan terhadap sesuatu, maka tidak ada seorang pun yang bol...
![POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/374173714-64-k249119.jpg)