"Gracio?" Gumam Sheva menatap pria yang sejak tadi tersenyum kearahnya.
Sheva berdiri dari duduknya, tidak enak rasanya kalau dia duduk sedang orang di hadapannya hanya berdiri. menatap gracio dengan begitu terkejut karena tidak biasanya laki-laki itu akan muncul dihadapannya seperti sekarang.
"Saya tadi ada keperluan dengan melody, jadi sekalian ajah mampir dan ternyata kalian sedang latihan" jelasnya saat melihat wajah bingung di wajah Sheva.
Sheva mengangguk saja sambil sesekali melirik teman-teman satu grupnya yang ternyata sesekali mencuri pandang padanya. helaan nafas terhembus begitu saja saat melihat tatapan Kathrina kepadanya.
"Kami sedang latihan untuk penampilan 5 hari lagi" ujar sheva berharap pria di hadapannya ini mengerti. lalu bisa pergi dengan cepat, karena jujur saja dia tidak nyaman saat melihat tatapan dari teman-temannya saat gracio terus saja menatapnya dengan begitu lekat.
Gracio mengangguk "cepat yah"
Shani tersenyum lalu menggeleng "ini perdana kami bawain lagu baru ini, jadi kami mau menampilkan penampilan yang sempurna"
Gracio tersenyum angguk, sesekali juga dia melihat kearah member yang sedang beristirahat karena cukup lelah sejak pagi latihan.
"Ini" ujarnya memberikan sekotak coklat kepada shani.
Sheva menatap bingung, lalu menggeleng dengan pasti "Jangan seperti ini! Saya tidak mau member salah paham dengan kedekatan kita, jika mau memberikan lebih baik dengan member lainnya juga" gracio terdiam sambil menatap kearah tangannya yang tidak disambut oleh sheva.
gracio tersenyum kecewa lalu mengangguk menatap sheva yang terlihat sedikit bersalah sekarang "tidak akan ada yang berani, kamu tau saya kan, shev?"
Sheva terdiam, lalu tersenyum kecil.
"Saya yang tidak suka, maaf mr. gracio! Tapi saya tidak mau ada rumor sedikit pun tentang kita" ujarnya dengan tegas serta sedikit tersenyum yang membuat gracio mengangguk mengerti.
Gracio pun pergi meninggalkan sheva yang kini menghela nafas lega.
Shevara Indira Arnanda, seorang leader dari sebuah grup yang memiliki beberapa sub unit. grup yang begitu besar namanya di jakarta bahkan menjadi grup terbesar di indonesia untuk saat ini, sheva sendiri aslinya orang jogja yang entah kenapa begitu bercita-cita menjadi seorang idol. dan kini, rumor Sheva dan gracio mulai menjadi perbincangan oleh para staf dan juga member.
Selama ini, Sheva memang menahan diri untuk tidak mengatakan semua itu kepada pria yang memiliki peran besar untuk grupnya. Tapi untuk saat ini, dia harus tegas.
Kepada seorang Gracio Adnan, anak dari pemilik agensi yang saat ini menaungi grup yang dipimpin oleh sheva, oleh karena itu dia memiliki peran tersendiri dalam memajukan grup tersebut dengan menjabat sebagai manajer umum.
"Loh, dia sudah pergi?" Ujar azea mendekati sheva, di tangannya sudah ada sekotak makanan untuk dirinya dan juga sheva.
Sheva mengangguk "untuk aku, ze?"
azea tersenyum lalu mengangguk sambil memberikan makanan kepada sheva "iya kak sheva, kakak harus makan biar tidak lemas kayak aku tadi" ucapnya dengan begitu posesif dimata sheva, hal itu membuat sheva sedikit tertawa.
sheva dan azea sebenarnya berteman sangat dekat, untuk grup yang memiliki banyak member, mereka tidak mungkin akan bisa dekat dengan semua member. Begitu pun dengan sheva, Menjadi leader yang harus dekat dengan beberapa member, tapi untuk soal teman yang begitu dekat. Dia hanya akan bisa terbuka dengan beberapa orang saja.
"Maaf yah" ucapnya yang membuat azea tertawa lalu mengangguk.
"Santai! aku malah senang karena itu tandanya kamu memperhatikan aku, kak sheva" godanya diakhir kalimat.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]
Fanfictionkatanya cinta harus memiliki feedback, tapi bagaimana jika mereka memiliki perasaan yang sama kuat tapi tetap saja terlihat toxic karena satu hal. posesif ketika dia mulai menyatakan kepemilikan terhadap sesuatu, maka tidak ada seorang pun yang bol...
![POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/374173714-64-k249119.jpg)