34

1.1K 129 9
                                        

Sejak tadi, hanya ada suara musik yang menemani perjalanan mereka.

Hah

Helaan nafas yang terhembus membuat perhatian ellion sedikit teralihkan, entah apa yang terjadi tapi ellion juga tidak tau kenapa gadisnya itu tiba-tiba menjadi sosok yang aneh setelah keluar dari kamar mandi restoran.

"Honey, are you okay?" Sheva menoleh sejenak lalu mengangguk tersenyum, senyuman yang begitu tipis "really?"

Sheva terdiam lagi yang membuat vadellion yakin terjadi sesuatu kepada gadisnya ini.

"Mau cerita?" Sheva menoleh menatap ellion yang sedang mengemudi.

"Bisa kita kembali ke Jakarta sekarang?" Ellion menatap heran.

"Besok kita bertunangan sayang, tidak mungkin kita kembali ke Jakarta sekarang!"

Sheva membuang mukanya keluar jendela, matanya sedikit berkaca-kaca sekarang.

"Bisa kita batalkan pertunangan ini, el?"

Cittt

Mobil berhenti begitu saja, di tengah jalan yang untungnya sangat sepi. Ellion terdiam dengan apa yang didengarnya.

Sedangkan sheva? Air matanya sudah jatuh saat mengatakan satu kalimat tersebut.

"Why?" Sheva terdiam, dia tidak tau mau mengatakan apa sekarang "Aku melakukan kesalahan?" Tanya ellion yang membuat sheva menoleh kearahnya

Ellion tidak menatapnya, tapi mata ellion sudah memerah entah apa yang dirasakan pria itu.

Tapi sheva sedikit takut sekarang.

"El?"

Ellion menoleh kearah sheva yang menatapnya dengan begitu sedih.

"Kenapa sheva? Terjadi sesuatu? Kenapa harus di batalkan?" Sheva menunduk mendengar suara ellion yang begitu datar kepadanya "kamu ragu?"

Sheva memejamkan matanya masih dengan menunduk tidak ingin menatap mata ellion.

"Maaf"

Satu kata yang membuat pertahanan ellion hancur.

"Beberapa menit yang lalu kamu begitu yakin kepada kita, sayang! Tapi kenapa? Apa ini ada hubungannya dengan Shena?"

Sheva menggeleng dengan begitu cepat, dia tidak mau ellion berpikir hal itu.

"Aku ingin ikut pemilihan umum, el"

Ellion berbalik menatap sheva yang menatapnya dengan air mata di pipinya. Ellion memejamkan matanya lalu menghapus air mata sheva dengan begitu lembut.

"Kamu bisa, dan kita juga bisa melanjutkan rencana kita, sheva!" Sheva menggeleng dengan tatapan sendunya.

"Maaf el, tapi ini keputusan aku" ellion memejamkan matanya, melepaskan tangannya dari wajah sheva.

"Sheva" gelengan dari gadis itu membuat ellion benar-benar sudah tidak tau mau mengatakan apa lagi, hingga satu kata itu keluar dari mulutnya "Baiklah"

Setelah mengatakan semua itu, ellion kembali menjalankan mobil menuju rumah sheva dengan keadaan Perasaan yang campur aduk.

Sheva? Dia hanya menatap ellion dengan diam, dia tidak ada keberanian untuk membuka obrolan kembali dengan kekasihnya itu.

'Maaf el, kath butuh kita' 
.
.

Mobil berhenti di pekarangan rumah keluarga Arnanda, pekarangan yang luas dengan beberapa tumbuhan di sekitarnya, benar-benar terlihat sederhana tapi sulit di dapatkan di rumah mana pun.

POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang