31

1.1K 122 10
                                        

flashback beberapa jam lalu dijepang

vadellion dan flora sudah berada di halaman belakang mansion keluarga hayashi, yah mereka memang memilih untuk menggunakan properti keamanan keluarga hayashi selama mereka di jepang. sebelumnya baik vadellion mau pun freyan memilih tinggal di apartemen mereka masing-masing yang ada di negara tersebut.

tapi setelah pertemuan mereka dengan fiony, mereka memilih untuk ikut akan saran fiony untuk tinggal dan mengatur rencana di mansion hayashi.

dan disini lah mereka berada, berkumpul dengan beberapa pengawal setia hayashi serta bodyguard yang dipercaya oleh freyan serta beberapa anak buah vadellion yang berasal dari italia pun ikut serta di panggil untuk menyukseskan rencana tersebut.

"sudah ada 2 titik, kita hanya perlu membagi beberapa pengawal untuk datang dan mengecek sendiri, apakah jake dan shena ada di salah satu titik ini atau tidak" fiony menjelaskan dengan begitu serius sambil memperlihatkan gambar pada layar tablet yang sering di bawanya.

"saya setuju, bagaimana kalau sekarang saja tugaskan beberapa orang untuk pergi mengecek lokasi tersebut" freyan menatap kearah vadellion yang sejak tadi terdiam "El"

vadellion menatap kearah freyan yang menatapnya begitu serius, flora juga terlihat memberinya dukungan dengan memegang lengan sang sahabat. 

"okay, gue yang akan pergi sekarang"

semua orang menatap kearah vadellion dengan tidak percaya tapi suara fiony membuat semuanya menghela nafas lega.

"tidak perlu, saya sudah menugaskan 2 tim saya untuk berisap-siap di sekitar lokasi, kita hanya perlu menunggu" 

vadellion terdiam lalu mengangguk mengerti, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu kabar dari orang suruhan fiony. selama menunggu, vadellion terlihat tidak fokus dan malah lebih sering memainkan ponselnya.

"kenapa?" vadellion mendongak menatap flora yang datang mendekatinya "terjadi sesuatu?"

vadellioon menyimpan ponselnya lalu berdiri menatap flora yang kini menatapnya bingung "terjadi sesuatu di indonesia, sheva nungguin gue, flo!"

flora terdiam melihat wajah khawatir vadellion, flora pun membawa vadellion kedalam pelukannya lalu mengelus bahu tegap itu dengan tulus.

"mau lepasin shena lagi?"

vadellion diam sejenak, melepas pelukannya dan flora sambil menatap kearah freyan yang ternyata sedang memantau mereka dari jauh. vadellion menggeleng lalu tersenyum. dia tau sekarang freyan sudah begitu kesal padanya karena sudah berani memeluk gadis kecil itu.

dasar cemburuan.

"lo benar flo, sudah saatnya gue menepati janji gue" flora tersenyum, dia mengerti apa maksud dari perkataan vadellion sekarang "sudah saatnya sheva menjadi prioritas gue"

"kalau begitu pergi, El! sheva membutuhkan kamu, biar kami yang menyelesaikan masalah ini" 

vadellion mengangguk sambil menatap kearah fiony yang juga menatapnya di ujung sana, gadis itu bahkan tidak tersenyum tapi matanya seakan berbicara sesuatu kepadanya. sebuah senyuman diberikan vadellion kepada fiony yang kini mengangguk.

"thanks, fio"

flashback end

"Bagaimana flora?"

Freyan menatap kearah lantai 2 rumah yang sempat di tempati jake dan shena itu.

"Sedang istirahat, dia shock liat fiony membunuh dengan brutal di hadapannya"

POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang