33

982 113 9
                                        

sedangkan kini di jepang

gito dan freyan sama-sama fokus dengan laptop di hadapan mereka, flora sudah sadar beberapa saat lalu tapi tidak di izinkan untuk beraktifitas terlebih dahulu. sedangkan Fiony? gadis gila itu kini sedang mengotak atik komputer jake yang ada di ruangan kerja pria itu.

"ternyata benar, mereka sudah lama ada disini" freyan menatap kearah gito "tapi kenapa pria ini juga ada disini?"

freyan berdiri dari tempatnya lalu mendekati gito yang begitu fokus dnegan layar di hadapannya. freyan menatap gito dengan tatapan bertanya yang membuat gito menoleh.

"gracio adnan, anak pemilik agensi tempat kath berkarir" jelasnya yang membuat freyan mengangguk mengerti "apa dia ada hubungannya dengan kematian dey?" Gumamnya begitu sangat lirih tapi masih sangat jelas d itelinga freyan yang memang duduk di hadapannya.

"dey yah?" gito mendongak menatap freyan yang menatap kearah fiony yang sejak tadi fokus pada komputer jake.

"lo udah liat rekaman kecelakaan dey?" gito mendongak menatap kearah freyan lalu menggeleng "oh gue kira el sudah beritahu lo"

"rekaman apa yang tidak gue tau?" fiony menatap kearah freyan yang terlihat terdiam sekarang.

Freyan memejamkan matanya, kayaknya dia sudah salah ngomong.

"kayaknya kamu salah membuka obrolan! sangat menyedihkan" freyan mendengus melirik fiony yang terlihat sedikit tertawa di sana, dia kembali menatap kearah gito yang menatapnya penasaran.

"Apa yang tidak gue tau?" Freyan dengan wajah seriusnya menatap lekat kearah gito, dia ingin melihat bagaimana reaksi pria itu.

Dan benar saja, reaksi yang sama saat ellion menghubunginya saat itu.

"shena yang ada di balik kemudi itu, bukan jake"

deg

gito terdiam mendengar apa yang di katakan freyan barusan. tatapan tidak percaya di lontarkan tapi keterdiaman freyan membuat semuanya menjadi jelas.

"el tau?" anggukan di berikan freyan kepada gito yang membuat gito terdiam

"itu alasan mengapa dia ingin menyelesaikannya sendiri, dia tidak mau kamu membabi buta, gito!"

"gue tidak sekejam itu, frey" freyan kembali mengangguk lalu tersenyum

"dia hanya tidak mau kamu memiliki trauma, dia tau kamu masih terbayang-bayang akan sakit yang di derita dey" gito terdiam menatap freyan

"Bukan karena dia ingin melindungi shena kan?" Freyan terdiam lalu mengedipkan bahunya

"Lo yang tau tentang itu, tapi satu yang pasti! keputusannya untuk pergi dan membiarkan kamu yang menyelesaikan masalah ini sudah membuktikan, kalau shevara lebih penting dari keselamatan shena sekarang"

gito mendongak keatas langit-langit ruangan, sedikit tersenyum "el sudah benar-benar mencintai sheva"

"kamu benar"

gito menatap kearah freyan yang juga menatapnya diam "kita belum menghubungi el tentang gagalnya penangkapan shena dann jake"

freyan mengusap wajahny "sial, aku juga lupa!"

fiony tertawa "tenang saja, aku sudah mengirimkan pesan kepada vadellion, dia mungkin sudah membacanya" freyan menatap tidak percaya dengan kecepatan gadis jepang itu.

***

ms. hayashi: mission failed, they managed to escape before we arrived

Wajah itu berubah menjadi sedikit tegang, rahang mengeras dengan tangan yang terkepal kuat.

POSESIF (DELSHAN) [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang