08

576 47 14
                                        

⚠️ Cerita ini hanya karangan dan imajinasi author, jangan sampai di tiru di dunia nyata (Jangan jatuh cinta sama mak bapak klean ya!)⚠️

Flashback beberapa menit yang lalu.

     Kiyoomi pergi menemui Rintarou di taman belakang, terlihat pria itu duduk di salah satu kursi, menatap langit yang mennggelap, Kiyoomi berjalan dan duduk di samping pria itu.

"Paman."

"Tentang Atsumu?" Kiyoomi sedikit terkejut, ternyata Rintarou tahu apa yang akan dirinya tanyakan.

    Kiyoomi mengangguk mengiyakan pertanyaan Rintarou, Rintarou bersenandung pelan dengan senyuman kecilnya.

"Dia dulu seorang alpha." Kalimat yang keluar dari bibir Rintarou membuat Kiyoomi refleks menoleh menatapnya.

"Alpha? Tapi jelas-jelas Kaa-san itu omega?" Kiyoomi mengerutkan keningnya begitu membantah ucapan Rintarou.

"Iya, dulu dia Alpha, tapi seorang Alpha dominan mengklaim nya, dan menjadikannya omeganya." Jelas Rintarou, tidak mengalihkan pandangannya dari langit.

"Alpha dominan? Siapa orang itu?" Tanya Kiyoomi dengan wajah yang serius.

"Belum ada yang tahu, karena dulu Atsumu tidak pernah mendekati Alpha dominan, apalagi berkontak fisik maupun mata, tapi.."

    Rintarou menoleh menatap Kiyoomi yang menatapnya dengan wajah penasaran, Rintarou menyunggingkan senyumannya.

"Paman berfikir, Alpha itu adalah kamu, Kiyoomi." Kiyoomi tersentak.

   Dirinya? Yang mengklaim bunda nya dari dulu? Apa memang dia?

"Aku?"

"Tes gender kemarin, second gender kamu Alpha dominan bukan? Saat kejadian dulu, Atsumu hanya berada di dekatmu, Osamu sempat curiga kepada paman, tapi saat paman mengeluarkan pheromon kepadanya, dia hanya lemas, tidak terangsang, jika kamu penasaran, mungkin kamu bisa mencoba nya?" Rintarou tersenyum menantang.

"A- tidak mungkin, itu aneh dilakukan untuk seorang ibu dan anak-"

"Paman tidak menyuruhmu melakukan itu, hanya mengecek reaksi Atsumu, jika dia mulai bertingkah aneh, kamu pergi dari pandangannya, dia tidak akan bergairah kecuali ke Alpha yang mengklaimnya."

°~°   °~°   °~°

Cahaya mentari mulai keluar dari persembunyiannya, di pagi hari yang cerah, seorang pria masih bersantai dengan acara tidurnya, menikmati empuknya kasur dan selimut yang menghangatkan tubuhnya, nafas teratur terlihat tenang, untuk kali ini biarkan dia tidur untuk melepas penat.

SREEK!

Tirai putih di tarik membiarkan sinar mentari pagi masuk ke dalam kamar mewah yang masih menampakkan penghuni nya tengah tertidur dengan pulas, kelopak matanya bergerak gelisah karena terganggu dengan sinarnya, perlahan terbuka menampakkan iris coklat caramelnya.

"Atsumu-sama, tuan besar dan yang lainnya sedang menunggu anda di ruang makan." Suara wanita paruh baya dengan senyuman hangatnya, Anita adalah maid kesayangan Atsumu, yang menjaganya dan sang adik sedari kecil.

"Hoaam.. Anita-san? Ugh.. aku akan segera turun.."Jawab Atsumu mulai bangun dan menguap dengan malas berjalan ke kamar mandi.

Detingan suara sendok beradu dengan piring di ruang makan, sunyi, keluarga besar itu tengah menikmati sarapannya tanpa ada suara yang keluar.

Selesai dengan acara makan, mereka duduk tenang menikmati makanan penutup.

"Anu.. bunda.. ayah.. bisakah perjodohan itu dibatalkan?" Tanya Atsumu menoleh menatap kedua orang tuanya.

Semua atensi kembali ke arah pria bersurai kuning pucat itu.

"Dan mengapa tiba tiba? Ayah sudah mengirim surat kepada keluarga tersebut untuk persetujuan malam itu." Ayah Miya angkat bicara.

"Jika tsumu pikirkan.. tidak adil bagi alpha itu jika mendapatkan omega cacat seperti tsumu.. ayah.. tahu maksud tsumu bukan?" Atsumu tersenyum mengingat keadaanya yang terikat oleh alpha yang sama sekali dirinya tak kenal.

"Ayah akan membicarakannya dengan keluarga itu"

"Ayah tidak perlu khawatir tentang tsumu, jikapun tsumu tidak bisa menikah seumur hidup tsumu.. tsumu memiliki omi.. dia akan menemani tsumu.. karena dia anak tsumu." Kiyoomi menoleh begitu namanya di sebut, Kiyoomi menatap sang kakek dan ikut menunduk.

"Kiyoomi juga mohon kakek, Kiyoomi tidak ingin memiliki.. ayah.. menurut kiyoomi.. Okaa-san pantas memilih pasangan hidupnya sendiri, terlepas dari umur, okaa-san tetap cantik seperti remaja pada umumnya." Bunda Miya tersenyum dan menyenggol sang suami.

"Tentu kiyo, kakek akan membicarakan ini dan membatalkannya jika itu yang kalian inginkan, jika tentang cucu, kakek bisa meminta ke Rintarou dan Osamu" Perkataan sang ayah membuat Osamu tersedak dan memerah.

"Oh ayolah ayaahh.."

"Oh tentu saja ayah, Rintarou akan memberikan cucu cucu yang menggemaskan untuk ayah" Rintarou tersenyum penuh makna, dimata Osamu, senyuman itu terlihat seperti senyuman cabul.

"Hahah, Bunda juga menantikannya Rintarou." Bunda miya ikut bergabung.

"Bundaaa..." Rengek Osamu ketika sang bunda ikut mendukung.

"[Name] juga cucu kakek dan nenek!" [Name] ikut andil berbicara karena merasa bahwa dirinya seorang cucu, mengapa mereka menginginkan cucu lagi?

"[Name]-Chan sudah besar, nenek ingin menimang cucu kecil~" Goda Bunda Miya tertawa.

"Nenek!!"

"Sudahlah, kiyo dan [Name] tetap cucu kebanggan kakek dan nenek." Ayah miya mulai menengahi pertengkaran.

"Sudahlah, kalian akan terlambat untuk masuk sekolah." Atsumu mulai bangun, mengambil bekal makan siang Kiyoomi dan [Name].

"Iya/okeyy aunty!"

"Ngomong ngomong, ayah akan berangkat dengan Rintarou untuk bekerja?" Tanya Osamu menaratap sang Ayah.

"Iyah, Nanti berangkatnya satu mobil saja." Jawab sang ayah.

Atsumu berjalan kearah kiyoomi memasukkan bekal ke dalam tas nya dan memberikan bekal [Name] kepada Osamu.

"Kalau begitu Omi, bawa [Name] dengan mu oke? Berangkat bersama." Kiyoomi terlihat berfikir dan menatap [Name] yanh tersenyum antusias.

"Baiklah kaa-san."

"Hati hati, jangan ngebut bawa motornya, [Name] Juga jangan di goda Omi nya oke?" Atsumu membenahi seragam Kiyoomi dan mengelus pipinya.

Kiyoomi tersenyum dan mengangguk, memakai maskernya lalu mengambil tangan Atsumu, mengecup punggung tangan putihnya.

"Kiyoomi berangkat dulu kaa-san."

"Hati hati."

Kiyoomi berjalan keluar diikuti oleh [Name] dibelakang sang sepupu.

"Kiyoo-Nii kenapa kau tidak ingin memiliki ayah?" Tanya [Name] Cukup penasaran dengan pembahasan yang tadi.

Kiyoomi menaiki motor besarnya, memakai helm dan mulai menyalakan mesin, [Name] Memakai helm dan naik di belakang Kiyoomi.

"Karena aku tidak membutuhkannya."

"...."

Heelloooo authorr baliiijkk maaf ya lamaaa

Bocah (SakuAtsu) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang