°~° °~° °~°
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Semiliar angin sore berhembus pelan, menerbangkan surai kuning pucat milik manis pria yang sedang duduk di taman belakang rumah besarnya, rambut sedikit acak-acak dan seperti sedang berpikir keras, terlihat dari wajah frustasinya.
Rintarou yang kebetulan lewat tatapan aneh sang kakak ipar lalu menemukannya dan duduk di samping pria itu.
"Tsum? gak papa?" Tanya Rintarou menampar bahu Atsumu.
Atsumu hanya menunduk lesu dan menoleh menatap Rintarou.
"Aku tidak mengerti! Ukh.. apa aku melakukan kesalahan akhir akhir ini? Aku merasa Omi terlihat menjauhiku.." Atsumu memuat dan mengacak rambutnya.
"Ngejauh? Kok bisa? Gimana ceritanya coba ceritain."
"Ya.. kamu inget gak sih pas ayah bilang bang tetsu nikah sama kenma? Pas malem - malem itu, Omi ke kamar ku pas itu, ya gak ada yang spesial, cuman aku manjain kayak biasa, tapi besok nya, tingkah dia aneh, kayak ngejauh." Jelas Atsumu panjang lebar.
FLASHBACK
Di pagi harinya, setelah cuaca panas yang datang lebih awal dari jadwal, Atsumu berjalan ke kamar Kiyoomi untuk melihat anak bujangnya.
"Omi? Bangun sayang, nanti telat ke sekolah-" Begitu pintu di buka, Kamar sudah kosong tidak menampilkan sang pemiliknya.
Atsumu mengerut lalu berjalan menuruni tangga mejuju lantai bawah, Atsumu menoleh melihat [Name] masih sarapan.
"[Nama]? Omi dimana? Dia sudah makan?" Tanya Atsumu mendekat.
[Name] menoleh dan mengangguk mengiyakan ucapan sang bibi.
"Kiyoo-nii sudah berangkat tadi pagi pagi sekali bibi." Balas [Name] masih asik dengan sarapannya.
Atsumu terkejut, Kiyoomi? Berangkat sebelum berpamitan dengannya? Aneh sekali, dia tidak pernah pergi sebelum mengatakan apapun pada Atsumu, bahkan jika Atsumu masih tertidur, Kiyoomi dengan senang hati membangunkannya.
"Mungkin.. dia ada sesuatu.." Gumam Atsumu menghela nafas lalu bergabung dengan [Name].
Siang harinya tepat pada jam pulang, Atsumu tengah asik menikmati hari liburnya dalam bekerja, pintu utama terbuka membuat atensi Atsumu berpindah pada pemuda berambut ikal yang baru saja memasuki rumah.
"Omi? Okaeri." Atsumu tersenyum dan berjalan menemui anaknya.
"Uhm." Balas Kiyoomi mengangguk lalu berjalan melewati Atsumu, pergi menuju kamarnya.
"..... Omi?" Atsumu terkejut, lalu berbalik melihat Kiyoomi yang sedang menaiki tangga menuju kamarnya, biasanya Kiyoomi akan bermanja dan mengeluh tentang sekolahnya kepada Atsumu, Atsumu menunduk lesu melihat Kiyoomi pergi.
Abai dengan suasana hatinya, Atsumu berlari mengejar Kiyoomi.
"Omi tunggu!"
Terlalu sibuk mengejar Kiyoomi sampai berlari di tangga, Saat hendak meraih tangan Kiyoomi, Atsumu terpeleset.
"Kaa-san!" Kiyoomi secara refleks menoleh dan meraih tangan Atsumu, memeluk pinggangnya, mencegahnya terjatuh.
Kiyoomi menghela nafas, menutup matanya, merasakan jantungnya berpacu dengan cepat, tanpa sadar meremas Atsumu dengan keras, ketika memikirkan kemungkinan yang terjadi akibat kebodohan Atsumu.
"..Omi?" Panggil Atsumu setelah sadar dari rasa terkejutnya.
Mendengar panggilan Atsumu membuat Kiyoomi refleks melepas pelukannya dan menetralkan ekspresinya.
"Hati hati." Gumam Kiyoomi lalu pergi kembali berjalan ke kamarnya.
Atsumu berkedip beberapa kali menatap punggung Kiyoomi yang perlahan menjauh, Atsumu menghela nafas lalu kembali ke ruang tamu.
Sore harinya Atsumu melihat kearah kulkas, tidak menemukan buah yang dia cari, Ia menghela nafas dan berjalan kearah kamar Kiyoomi.
"Omi? Kaa-san mau ke supermarket, kau ingin ikut?" Atsumu membuka kamar Kiyoomi, melihat Kiyoomi sedang membaca buku di atas kasurnya.
"Aku sudah bukan anak kecil lagi." Jawab Kiyoomi tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku yang dia baca.
"Ukh.. ya benar.. haha.. kalau begitu, kaa-san pergi dulu dengan [Name]." Atsumu menatap Kiyoomi, menunggu balasannya, Namun Kiyoomi tidak bereaksi apapun.
Atsumu menghela nafas dan berjalan keluar, menunduk lesu terlihat seperti ingin menangis, dia tidak mengerti kenapa Kiyoomi bersikap aneh seperti ini, biasanya dia akan melarang Atsumu pergi sendiri dan harus ikut dengannya.
Beberapa hari ini, Atsumu terus mendekati Kiyoomi dan terkadang mengajaknya tidur bersama, Namun Kiyoomi selalu menolak atau dengan sengaja menghindari Atsumu, Atsumu tetap tidak mengerti dengan situasi itu, apa yang salah dengan Atsumu?
FLASHBACK OFF
Rintarou terlihat mengangguk, dia juga melihat bagaimana Kiyoomi menghindari Atsumu akhir-akhir ini, biasanya Kiyoomi akan sangat menempel kepada ibunya itu.
"Jadi, apa aku berbuat suatu kesalahan?" Tanya Atsumu terlihat ingin menangis.
"Hei, hentikan air mata buayamu itu." Rintarou mendengus dan mulai berfikir.
"Kau kejam sekali rin." Rengek Atsumu.
"Sadar umurmu, bagaimana jika kau temui saja nanti malam ke kamarnya, minta kunci cadangan ke ayah, dan kunci kamarnya untuk menahan dia pergi, kalian bicarakan saja secara perlahan lahan." Saran Rintarou dengan senyumannya.
"Aku tidak tahu kau bisa berfikir.." Gumam Atsumu dengan wajah terkejut lalu mengangguk.
"Dan aku baru tahu kamu memiliki otak untuk frustasi." Balas Rintarou kesal dan pergi meninggalkan Atsumu yang terlihat bengong.
°~° °~° °~°
Malam harinya, sesuai saran dari Rintarou, Atsumu pergi ke kamar Kiyoomi, melihat anak nya sedang duduk bermain ponsel di atas kasurnya, diam diam, Atsumu mengunci pintu kamar dan berjalan mendekati ranjang Kiyoomi.
"Omi.." Panggil Atsumu dengan suara serak.
Kiyoomi menoleh dari ponselnya menatap ibunya dengan wajah datar seperti biasanya.
"Ada apa?" Tanya Kiyoomi kembali melihat ponselnya.
"Apa kau membenci kaa-san?" Tanya Atsumu dengan pelan.
Kiyoomi terlihat menghela nafas dan berdiri dari kasur nya menuju pintu.
"Tidak." Kiyoomi meraih ganggang pintu untuk membuka pintu kamar itu, Namun terkunci.
Atsumu menunduk mulai terisak pelan, mendengar suara isakan tangis membuat Kiyoomi terkejut dan menoleh melihat ibunya.
"Maaf.." Gumam Atsumu menatap Kiyoomi dengan wajah penuh air matanya.
Kiyoomi membeku, perlahan mendekat dan memeluk ibunya, mengelus rambutnya untuk menenangkan pria kecil itu.
Kiyoomi diam, tidak mengucapkan apapun, tidak tahu harus berkata apa.
"Kenapa Omi menjauh?" Pertanyaan Atsumu membuat Kiyoomi mengeratkan pelukannya.
"Jika aku mengatakannya, kaa-san berjanji tidak akan membenci ku?" Tanya Kiyoomi, pendangannya terlihat sendu, menatap dinding di belakang Atsumu.
Atsumu menggeleng dengan cepat, mengelus punggung kiyoomi.
"Tidak mungkin kaa-san membencimu.."
Kiyoomi menghela nafas menunduk melihat Atsumu, Tatapan sendunya bertemu dengan tatapan bingung milik Atsumu.
"Aku.. alpha yang mengikat kaa-san.."
"...."
Hihihi duaarrr dengarkanlah:v hiya hiya, kalo ngegantung gini, author gantung sampe berbulan bulan:v
KAMU SEDANG MEMBACA
Bocah (SakuAtsu)
RomansaPenasaran? baca🗿 Author gak terlalu bisa deskripsi in nya:)
