°~° °~° °~°
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Suara tombol keyboard menjadi salah satu bunyi yang ada pada ruangan itu, semua orang fokus menatap komputer yang tengah mereka tatap sedari pagi, jam sudah menunjukkan pukul 11.47 beberapa menit lagi akan ada waktu istirahat untuk makan dan melepas kan beban otak para karyawan.
Bunyi ketukan sepatu menggema di lorong, berjalan menyusuri gedung kantor itu untuk menuju salah satu ruangan CEO.
Tok Tok Tok!
"Masuk."
Begitu mendapatkan persetujuan dari sang pemilik ruangan, pintu di dorongnya perlahan, memperlihatkan pria paruhbaya yang sedang asik dengan komputernya dengan sang menantu yang menemani.
"Ohh Tuan kuroo, senang anda berkunjung, kemarilah." Fathur berdiri begitupun dengan Rintarou yang berada di sampingnya.
"Ah ya, bagaimana keadaan anda Tuan Miya." Kepala keluarga Kuroo tersebut tersenyum dan membalas jabatan Fathur.
"Baik baik, ayo silahkan duduk, Rintarou telpon OB untuk membawakan teh atau kopi." Fathur membimbing Mui menuju sofa di depan meja kerjanya.
"Baik ayah." Jawab Rintarou mengambil telpon kantor.
"Ini tentang perjodohan anak kita" Kuroo Mui mulai membuka suara.
"Ah tentang itu, saya memohon maaf, Sepertinya Atsumu tidak ingin menikah dengan cepat." Fathur menghela nafas pasrah.
"Ahahha ya ya, Atsumu memang terlihat tertutup sekali dengan Alpha ya, saya mengerti." Mui tertawa dan mengelus pundak Fathur.
"Iya begitulah, Maaf mengecewakan anda."
"Tidak, tidak, Tetsurou juga menentang perjodohan itu, yah saya ingin menyampaikan ini, Tetsurou ingin melamar putra tunggal keluarga kozume." Jelas Mui tersenyum.
"Itu berita yang bagus, selamat Tuan Kuroo atas hal itu." Fathur ikut tersenyum senang.
"Ya, jika anda berkenan, anda bisa datang di acara pernikahannya, saya akan senang jika anda meluangkan waktu untuk menghadiri acara tersebut." Ucapan Mui membuat Fathur mengangguk.
"Tentu Tuan, saya akan menyempatkan diri untuk datang-"
°~° °~° °~°
"HEE??!!! KENMA?! Maksud nya.. KOZUME KENMA?!" Teriakan Atsumu menggelegar di rumah besar itu begitu mendapat kabar dari sang ayah.
"Dia kenalanmu?" Tanya Fathur.
"Ya.. bisa di katakan dia sahabatku ayah, aku tidak percaya, dan ayah! Calon yang dulu ayah siapkan itu, kuroo? Kuroo tetsurou?! Ohh ayaahh... apa ayah memiliki mata yang bagus untuk menilai seseorang- ACK!" Ucapan Atsumu terhenti begitu Osamu memukul kepalanya.
"Tidak sopan."
Atsumu mengerucutkan bibir nya kesal lalu menatap ayahnya yang sedang tertawa dengan tingkah laku anak sulungnya.
"Memangnya apa yang aneh dengan Tetsurou?" Tanya Fathur menatap sang anak.
"ANEH! SANGAT ANEH! Ayah tau?! Dia itu jamet, pedofil, um..." Atsumu menggantung kalimatnya mencoba mendeskripsikan sang kakak tingkat sekaligus teman geng nya.
"Intinya jamet!" Final Atsumu kekeh.
"Kau juga jamet." Timpal Osamu menatap kakaknya.
"Eh.. iya juga... MAKSUDKU TIDAK Big no!" Atsumu menunjuk wajah Osamu.
Semua orang di ruangan hanya tersenyum melihat kelakuan Atsumu, Terutama jika Osamu ikut membalas dan terjadilah perkelahian.
°~° °~° °~°
KAMU SEDANG MEMBACA
Bocah (SakuAtsu)
RomancePenasaran? baca🗿 Author gak terlalu bisa deskripsi in nya:)
