14

66 10 6
                                        

1 tahun berlalu tanpa kendala, hubungan atsumu dan kiyoomi tetap tenang tanpa gangguan ataupun campur tangan dari orang lain, kini kiyoomi sudah menginjak usia ke 17 tahun, dan tinggal menghitung hari untuk ulang tahunnya ke 18, begitupun dengan sekolahnya yang sudah akan tamat.

Hari libur yang indah, kiyoomi duduk santai di sofa, sementara atsumu duduk santai di pangkuan Kiyoomi, tangannya melingkari leher Kiyoomi, sementara tangan Kiyoomi beristirahat di pinggang Atsumu.

Kiyoomi menyentuh mencubit pinggang Atsumu membuat atsumu terjengit dan menatap sang pelaku dengan kesal.

"Omi ngapain sih? Sakit!" Protes Atsumu sambil menepuk bahu Kiyoomi.

Kiyoomi hanya tertawa mengeratkan pelukannya dan mencuri ciuman manis di pipi Atsumu.

"Tsum, kamu gak pernah makan? Kamu ringan banget, padahal kan udah 33 tahun-" Bibir Kiyoomi langsung di tutup oleh Atsumu dengan wajah memerah, come on. Jangan menyebut umur seseorang!

"Karena aku langsing! Gak gendut!" Balas Atsumu dengan cepat.

Kiyoomi tertawa geli dan mencuri ciuman lembut di pipi Atsumu, Atsumu hanya menghela nafas, bersandar di leher Kiyoomi.

"Oh ya, kamu sudah bekerja 2 tahun ini, tsumu, sebenernya apa pekerjaanmu?" Tanya Kiyoomi menatap Atsumu

Atsumu termenung sejenak, memainkan jemari Kiyoomi, lalu membalas tatapannya

"Tidak terlalu penting omi, jangan di bahas." Yah, Kiyoomi mulai curiga, selama ini Atsumu bekerja tanpa memberitahunya, bukannya dia kepo atau apapun, hanya saja dia tidak mau Atsumu bekerja di tempat aneh seperti bar.

Atsumu merasakan tatapan Kiyoomi dan menghela nafas "sungguh, aku baik baik saja, aku ingin berbelanja, omi ayo ke mall."

Kiyoomi hanya mengangguk, tak ingin mengambil pusing, mungkin memang dia yang terlalu banyak berfikir

●●●●●●●

Mall di penuhi banyak manusia yang berasal dair banyak tempat, entah itu warga lokal atau warga asing yang mengunjungi jepang, menikmati perbelanjaan, berjalan dengan kekasih atau keluarga, salah satunya adalah kesayangan kita SakuAtsu yang berjalan jalan, tangannya saling menggenggam, melihat kemanapun yang bisa menarik perhatian keduanya, Atsumu lalu menarik Kiyoomi menuju tempat pakaian, dia sudah lama tidak mengganti pakaian nya, yah itu mungkin baru 4 hari lalu, tapi bagi Atsumu "kenapa enggak? Gua banyak duit man" oke tinggalkan pikiran liar bocah kuning ini.

Sementara Atsumu yang sibuk memilah milah pakaian baru bermerek yang menarik perhatiannya, Kiyoomi justru berdiri di pakaian wanita. sekali lagi PAKAIAN WANITA, tidak pada pakaian wanita pada umumnya seperti dress, atau apapun itu, maganya justru fokus menatap lingrie seksi disana, bahkan lengkap dengan bando kucing, dan mungkin tambahan ekor kucing itu akan terlihat sempurna? Iya author juga tahu isi pikiran mu nak.

Atsumu menoleh dari sesi berbelanja nya dan mendekat, bingung dengan apa yang membuat Kiyoomi terpaku sehingga panggilan 1000x nya tak di respon olehnya. hm anak durhaka memang kau.

"Omi ada yang kau suka-" Ucapan Atsumu terhenti saat matanya mendarat pada apa yang dilihat Kiyoomi, wajahnya memerah sempurna, ayolah untuk seukuran Atsumu yang selama 33 tahun tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang alpha, ini hal baru baginya, selama ini memang mereka selalu bermesraan, tapi hanya sampai pada ciuman, karena bagi Atsumu, Kiyoomi masih kecil. (Atsumu : STOP YA THOR BAHAS BAHAS UMUR GUA)

Kiyoomi menoleh dan tersenyum tak berdosa sambil meraih baju set itu dan menatap Atsumu "Tsumu, aku sebentar lagi berusia 18 tahun." Ucap Kiyoomi dengan santai.

Atsumu terjengit lalu memukul wajah Kiyoomi dengan keras karena terlalu malu, semua pengunjung menoleh kearah keduanya, sementara Atsumu yang langsung berlari kembali mengalihkan pikirannya dengan baju baju bermereknya, Kiyoomi hanya mengelus pipinya yang memerah dan berjalan ke kasir, membayar baju set itu. Hm, beliau ini tidak belajar dari kesalahan.

Usai berbelanja menghabiskan semua uang yang memang tidak pernah habis, Kiyoomi dan Atsumu lanjut makan, bermain di Timezone dan bersenang senang, senyuman Atsumu tak pernah hilang dari wajahnya, dan Kiyoomi menyukainya, dia berharap waktu waktu tenang seperti ini terus berlanjut tanpa hambatan.

"Kiyoo-Nii!!!!" Teriakan seorang gadis membuat keduanya menoleh, terlihat disana sang gadis kecil Suna [Name], rambut coklatnya di gerai, memakai rok mini dan baju kekinian khas gadis remaja, mata abu abunya yang tampak mengantuk keturunan dari Osamu, tapi energinya? Entah darimana, terutama disaat orang tuanya adalah orang yang tidak suka hal berisik.

"[Name]!!!" Oh. Mungkin itu memang keturunan dari sang paman, balas Atsumu, keduanya berlari lalu berpelukan, Osamu dan Rintaro mengikuti di belakang [Name].

Kiyoomi mendekati Rintaro dan mengangkat tas belanjaan, Rintaro menerimanya dan mengintip, isinya adalah set baju haram itu, yang memang dia membeli dua, Rintaro menepuk bahu Kiyoomi seakan dia bangga dengan pencapaian keponakannya.

"Ngapain disini tsum?" Tanya Osamu menatap semua belanjaan Atsumu

"Mancing." Balas Atsumu tajam, gila ni orang, kalo ke mall ya belanja, ngapain lagi? Perepatan imajiner terbentuk di pelipis Osamu, berakhir keduanya bertengkar, [Name]? Dia sudah mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen penuh haru keduanya.

Kiyoomi menghela nafas, menepuk bahu sang paman lalu menarik kerah belakang baju Atsumu untuk membawanya pergi, Rintaro dan [Name] melambaikan tangan melihat dua sejoli itu pergi menuju ke parkiran, sementara keluarga kecil itu kembali berjalan jalan di mall, untuk makan malam.

Next....
See you next chapter!!

Bocah (SakuAtsu) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang