12

579 41 9
                                        

°~°°~°°~°
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

    Di luar prediksi Kiyoomi, orang tua Atsumu hanya tersenyum dan memberikannya restu, keduanya lega jika orang yang mengklaim Atsumu tanpa izin itu adalah orang yang mereka kenal, Bahkan sangat kenal.

    Usai meminta izin dan meminta maaf, Kiyoomi berjalan kembali ke kamar Atsumu, Tangannnya terangkat mengetuk pintu megah itu pelan.

"Kaa-san.. aku boleh masuk?" Tidak ada sambutan dari Atsumu, Kiyoomi mendorong pintu pelan, Terlihat Atsumu duduk di kasur, punggungnya bersandar, Atsumu melihat kearah jendela yang terbuka, menampilkan pemandangan malam, angin dingin berhembus, membuat tirai menari nari.

    Kiyoomi berjalan mendekati jendela dan menutupnya, angin malam tidak bagus untuk kesehatan tubuh, usai menutup jendela, keadaan menjadi sunyi, hanya suara dentingan jam yang menjadi suara dominan di kamar itu.

"Ingin kaa-san bacakan dongeng?" Suara lembut dari Atsumu membuat tubuh Kiyoomi menegang, Kiyoomi menoleh menatap Atsumu, senyuman kecil yang lembut.

    Kiyoomi termenung, lalu berlari menerjang Atsumu dengan pelukan erat, tubuhnya gemetar, air mata mengalir, Kiyoomi menangis tanpa suara.

"Maaf- maaf.. maaf.. aku- aku membuat kaa-san tersiksa selama bertahun tahun.. maaf.." Kiyoomi mengucapkan kata maaf bagai mantra yang membuat Atsumu membalas memeluknya dengan erat.

"Maaf.. kaa-san juga langsung marah.. ini bukan salah omi.." Atsumu mengelus punggung Kiyoomi untuk menenangkannya.

    Ruangan kembali sunyi, hanya ada isakan kecil dari Kiyoomi yang masih memeluk sang bunda dengan sangat erat, Atsumu terus mengelus punggung Kiyoomi yang bergetar karena isakannya.

    Setelah beberapa menit, tangisan Kiyoomi mulai mereda, Kiyoomi menarik diri dari pelukan Atsumu, agar bisa melihat wajah Atsumu dengan jelas, Atsumu menatap Kiyoomi, tangannya perlahan terangkat, menghapus sisa sisa air mata di pipinya.

    Kiyoomi tersenyum kecil, menikmati belaian lembut dari Atsumu.

"Jadi.. kita baikan?" Tanya Kiyoomi dengan wajah penuh harap, Atsumu terkekeh dan mengangguk.

    Kiyoomi semakin tersenyum lebar dan kembali memeluk Atsumu dengan erat, Kiyoomi menatap tengkuk Atsumu yang memerah, Kiyoomi tahu bahwa itu harus di tandai untuk menghentikan penderitaan bunda nya, tangan Kiyoomi terulur menyentuh tengkuk Atsumu, membuat Atsumu sedikit tersentak.

"Kaa-san.. terima kasih sudah merawatku sampai sebesar ini.. aku paling menyukai kaa-san.. jika.. jika.. aku menjadi mate kaa-san, apa kaa-san akan.. marah..?" Kiyoomi bertanya dengan pelan untuk memilah setiap kata.

     Tidak ada jawaban dari Atsumu beberapa menit, membuat Kiyoomi menegang, Atsumu mengelus rambut Kiyoomi dan menarik diri dari pelukan erat itu, Atsumu menatap wajah Kiyoomi yang terlihat serius lalu tersenyum.

    Tangan Atsumu terulur memeluk leher Kiyoomi dan mempertemukan dua bibir lembut itu, Kiyoomi sedikit terkejut, namun tahu bahwa itu adalah tanda bahwa Atsumu setuju, Kiyoomi meraih pinggang Atsumu, salah satu tangan nya menyelinap di tengkuk Atsumu.

    Kyoomi membalas ciuman Atsumu dengan lembut, saling melumat pelan, suara khas ciuman itu mendominasi ruangan, Kiyoomi menggigit bibir bawah Atsumu pelan untuk meminta akses, dengan senang hati Atsumu membuka bibirnya, tidak ingin membuang waktu, Kiyoomi menyelipkan lidahnya masuk, mulai menjelajahi isi mulut Atsumu.

    Menyapu deretan gigi, menyentuh langit langit mulut Atsumu, sampai mengajak lidah Atsumu menari dengan tarian panas, wajah Atsumu terlihat memerah dengan rengekan kecil di sela sela ciuman, Atsumu menepuk punggung Kiyoomi membuat Kiyoomi melepas ciuman panasnya.

    Kiyoomi menatap Atsumu di bawahnya yang sedang mengatur nafas, Kiyoomi menunduk ke arah leher Atsumu, dan menoleh kan kepala Atsumu, bibir Kiyoomi terbuka memperlihatkan gigi taringnya, lalu mulai menancapkannya di tengkuk Atsumu.

    Atsumu menegang, tangannya memeluk leher Kiyoomi dengan erat, perih, sakit, perlahan benang takdir yang begitu kusut mulai berbentuk dengan halus, berat di hati Atsumu mulai menghilang, Atsumu mendekat ke leher Kiyoomi, mencium aroma pheromon Alpha-nya.

   Kiyoomi menjauh dari leher Atsumu dan menatap wajah Atsumu, tangan nya terulur mengelus pipi Atsumu dengan ibu jarinya.

"Jangan melakukan hal aneh.. kau masih 16 tahun bocah.." Atsumu bergumam dan terkekeh meledek Kiyoomi.

   Kiyoomi mendengus dan tersenyum kecil kearah Atsumu yang kini menjadi omega-Nya.

"Bocah ini juga alpha-Mu kaa-san atau harus ku panggil, Tsumu?" Goda Kiyoomi dengan senyuman kecilnya.

    Atsumu mendengus namun terkekeh geli dengan candaan nya, pipi Atsumu sedikit memerah

"Hei, lebih sopanlah usiaku 2 kali lipat darimu." Kiyoomi tertawa lepas mendengar ucapan Atsumu.

   Perlahan Kiyoomi naik ke kasur dan berbaring di samping Atsumu, keduanya saling menatap satu sama lain, meneliti setiap inci pasangan mereka dengan senyuman kecil.

  Tangan Kiyoomi terulur membelai pipi tembam Atsumu yeang terlihat lucu, Atsumu bergeser mendekat, menikmati elusan lembut Kiyoomi, tangannya masih anteng memeluk leher Kiyoomi, Atsumu menatap mata Kiyoomi dengan dalam.

"Kau merawat jodohmu sendiri Tsumu." ucap Kiyoomi dengan berbisik pelan, Atsumu tersenyum, mengecup pipi Kiyoomi.

"Bukan salahku, kau lah yang dengan lancang mengikatku." balas Atsumu dengan dengusan kesal.

"Oh? Kalau begitu aku harus minta maaf kepada Omega-ku bukan?" rayu Kiyoomi membuat wajah Atsumu memerah.

"Darimana kau belajar mengucapkan kata kata seperti itu bocah nakal?" tanya Atsumu dengan wajah malu nya.

"Paman suna."

"Kurasa kita harus segera menyiapkan batu nisan untuknya." celetuk Atsumu dengan wajah muram.

"Ahh ya, kapan kita akan pulang?" tanya Kiyoomi menatap wajah Atsumu, Atsumu terlihat berfikir.

"Benar.. baiklah kita pulang besok, kaa-san ehmm maksud ku.. aku.. juga harus mulai bekerja.." cicit Atsumu dengan malu.

   Kiyoomi tertawa lembut melihat reaksi Atsumu, Kiyoomi lah yang meminta untuk menggunakan kata 'aku/kamu' jika hanya berdua.

"Ukh.. berhenti menggodaku omi.. ayo tidur.." Atsumu mendekat, menyembunyikan wajahnya di dada Kiyoomi.

  Kiyoomi terkekeh, dan memeluk pinggang Atsumu, mengecup keningnya.

"Oyasumi Tsumu.."

"Oyasomi Omi..."

TBC
Aduuhhh author liburnya kepanjangan nih wkwkkwkwkw maaf yaaaa!!

Bocah (SakuAtsu) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang