13

614 43 14
                                        

°~°
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

°~° .......  •~•

    Sesuai yang di rencanakan oleh Atsumu dan Kiyoomi, keduanya kembali ke rumah setelah kejadian itu, kegiatan keduanya berjalan seperti biasa, Kiyoomi pergi bersekolah ah tidak, Atsumu sendiri kini sudah memiliki pekerjaan jadi dia pergi bekerja, dulu kan nganggur:v.

   Tidak ada hal spesial yang terjadi, mereka bertingkah seperti layaknya keluarga seperti dulu.

    Angin sore berhembus, Kiyoomi baru saja selesai dari latihan ekstrakulikuler voli nya, kakinya berjalan keluar dari gym bersama Kana yang merupakan manager di ekskulnya.

"hei Kiyoomi, apa kau sudah memiliki pasangan?" Tanya gadis itu dengan senyuman penuh harapan.

"Sudah. Dan berhenti memanggil nama belakangku. Ayami-san." Balas Kiyoomi dengan ketus, entah kenapa gadis ini selalu menempel dan seenak nya memanggil nama belakangnya.

"Apa salahnya Kiyoomi, kau juga seharusnya memanggilku Kana daripada memanggil margaku." Celetuk gadis itu dengan raut wajah tidak bersalah.

   Kiyoomi diam mengabaikan gadis itu, dan melihat sebuah mobil putih di gerbang dengan seorang pria dewasa yang menginjak umur kepala tiga itu bersandar di luar mobilnya, Atsumu menatap Kiyoomi dengan tajam.

"Omi!! Cepatlah!!" Teriak Atsumu kesal, entah dia kesal karena menunggu terlalu lama, atau dia kesal karena Alpha-Nya kini sedang berjalan berdampingan dengan seorang gadis SMA.

   Kana menatap pria itu dan memperhatikannya dengan seksama, dia seperti pernah melihat pria ini, tapi dimana?

"Kaa-san." Panggil Kiyoomi dan mempercepat langkahnya menemui Atsumu.

"Ehh? Kaa-san?" beo kana dengan heran, dia masih mencoba mengingat pria itu.

   Atsumu menggembungkan pipinya karena kesal, Kiyoomi terkekeh, mencubit pipi gembul Atsumu dengan gemas.

"Ayo pulang tsumu." bisik Kiyoomi dengan senyumannya membuat atsumu mabuk senyuman alpha-Nya.

   Keduanya memasuki mobil mewah yang baru di beli oleh Atsumu, mobil itu melaju membelah jalanan ramai, tidak ada percakapan, Atsumu sibuk dengan pikirannya, sementara Kiyoomi yang notabe nya adalah pendengar, hanya diam menatap ponselnya dan sesekali menatap Atsumu yang termenung.

"Tsumu, perhatikan jalan saat menyetir, jangan melamun." Tegur Kiyoomi membuat Atsumu tersadar dari lamunan nya dan menoleh kearah Kiyoomi.

"Hmph." hanya itu yang keluar dari bibir Atsumu, lalu keduanya kembali terdiam.

   Atsumu kembali berdecih kesal seolah memarahi isi pikirannya lalu melirik ponsel Kiyoomi, Atsumu mendelik melihat salah satu kontak dengan nama "Little fox"

'Little fox? Apaan? Apa itu nama kontak anak tadi? Nama sayang? Rubah? Gua? Gua bukan rubah, gua itu semacam singa, keren dan cool, ck.' Atsumu kembali berdecih mendengar isi pikirannya, Kiyoomi menoleh melihat Atsumu yang kembali termenung.

"Tsum berhentiin mobil nya." Ucapan langsung dari Kiyoomi membuat Atsumu tersadar dan perlahan menepi.

   Saat mobil sudah menepi dan Atsumu menoleh menatap Kiyoomi dengan heran, Kiyoomi mendekat dan menangkup pipi Atsumu, mata hitamnya fokus pada mata karamel milik Atsumu

"Kenapa? Badmood? Kerjaan kamu susah? Kenapa banyak pikiran? Hm?" Tanya Kiyoomi dengan nada rendah dan lembut

   Atsumu mengelus tangan Kiyoomi yang berada di pipinya.

"Tsumu gak papa omi, omi aja yang khawatir, tsumu baik baik aja tuh, udah ah, kita pulang, tsumu mau makan." Jawab Atsumu ketus dan menjauh kan tangan Kiyoomi dari pipinya.

Bocah (SakuAtsu) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang