Jeongin berdiri di depan Chris. Leader Stray Kids itu menaruh pulpen di dagunya. Dahinya berkerut tanda dirinya sedang berpikir.
"Ini lagu permintaan maaf?"
Jeongin mengangguk.
"Gue gak bisa ngomong apa-apa lagi Jeong. Tapi jujur, ini lagunya sedih banget. Lo beneran gapapa kan?"
Jeongin mengangguk lagi.
"Seungmin Stay. Biarpun dia lagi marah sama gue, gue yakin banget kalau kita comeback dia bakal dengerin lagu-lagu kita. Apalagi gue yang tulis sendiri. Gue cuma mau dia ngerti, kalau gue bener-bener tulus minta maaf kak. Gue mau perbaiki ini semua." Ucap Jeongin.
Chris berdiri dari duduknya lalu memeluk adik termudanya itu dengan erat. Menyalurkan segala kekuatan yang dia punya untuk adiknya.
"Baiklah. Ayo kita coba, Jeong. Dan gue tau ini egois tapi lo harus inget kalau kita itu idol. Konsekuensi yang harus kita jalani adalah bersikap profesional gak peduli apapun yang terjadi di hidup kita. Gue harap lo tetep bisa fokus ya buat comeback kita ini."
Jeongin mengangguk. Hari itu juga dengan bantuan Chris dia mulai rekamanan. Tapi ternyata gak mudah. Bahkan lagu yang dia tulis sendiri dia justru kehilangan nadanya.
Cowok bermata rubah itu terduduk lesu di dapur rekaman. Ini berat. Gimana dia bisa fokus sedangkan seseorang yang jadi semangatnya aja gak mau bales pesan dan angkat teleponnya dua hari ini?
Jeongin memandang Chris yang berdiri di depannya. Sesuatu yang keras menghantam dadanya. Dia tidak bisa menyembunyikan isaknya lagi.
"Kak.. Gue gak sanggup."
"Gue mau ketemu Seungmin. Gue kangen banget sama dia. Gue takut banget dia ngeluarin kata-kata yang gak mau gue denger. Gue takut.."
"Terus dengan lo lemah kayak gini lo pikir Seungmin bakalan seneng Jeong? Bukannya lo mau ngebuktiin ke dia kalau lo mau memperbaiki semuanya?"
"Gue yakin biarpun kalian lagi dalam kondisi kaya gini, Seungmin pasti mau lo tetep fokus sama semuanya. Seungmin pasti masih dukung lo kok. Cuma mungkin emang lagi butuh waktu. Percaya sama gue "
Jeongin menghembuskan nafasnya pelan. Mencoba menghubungi nomer kesayangannya lagi biarpun dia tau gak bakalan diangkat.
"Satu kali lagi ya.. Setelah ini lo bisa ke rumah Seungmin. Barangkali anaknya udah berubah pikiran." Bujuk Chris sambil tersenyum.
🏵️
Jeongin berdiri di depan halaman rumah itu. Rumah yang buat dia bahagia sekaligus membuat luka. Rumah kesayangannya.
Seandainya waktu itu dia bisa lebih nahan rasa cemburunya, seandainya waktu itu dia gak ngerusak acara spesial kesayangannya, seandainya waktu itu dia lebih dewasa, seandainya..
Jeongin mengetikkan kata-kata di ponselnya. Berharap Seungmin mau menemuinya atau setidaknya mau membalas pesannya atau mengangkat teleponnya.
Jeongin melihat gorden di kamar bawah tersikap, memperlihatkan wajah manis yang selalu ia rindu tapi wajah manis itu hanya menatapnya sendu. Setelah itu dia menutup gordennya lagi tanpa membalas pesannya lagi.
"Mau sampai kapan sayang? Mau sampai kapan lo giniin gue? Seungmin ayo keluar kita bikin kenangan indah lagi."
Dua jam Jeongin menunggu disana, Seungmin gak kunjung bukain pintunya. Jeongin gak suka Seungmin mendiamkannya kayak gini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Types | JeongMin
FanfictionKim Seungmin, seorang cowok yang hidupnya biasa aja. Suka sama Yang Jeongin, seorang bintang Idol.
